it’s about all word’s

Maria Lourdes Mangahas : The investigator

Posted on: November 28, 2008

Modal investigasi adalah sabar

Pekan ini, saya beruntung terpilih diantara 19 wartawan se-Indonesia yang berhak mengikuti training jurnalisme investigatif Pemilu yang diadakan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN).

Salah satu mentor dalam kegiatan tersebut adalah Maria Lourdes Mangahas yang akrab disapa dengan nama Malou. Namanya mencuat ketika merilis hasil liputan investigasi yang menyebabkan Presiden Joseph Estrada terjungkal dari jabatannya.

Sebelumnya dia juga berhasil menguak perjalanan kasus hukum mantan diktator Fidel V. Ramos dalam artikel Hard Times: The Challenges to President Fidel V. Ramos di tahun 1992.

Berikut wawancara Malou dengan saya dalam beberapa kesempatan selama pelatihan :

Berapa lama penggarapan liputan “Tiga Lusin Rumah Estrada: Perusahaan Keluarga Pertama yang Melakukan Penghinaan Terhadap Hukum” tersebut?

Laporan Estrada’s Three Dozen Houses: First Family’s Firm Flouts the Law digarap selama tujuh bulan. Ada enam wartawan termasuk saya yang melacak 66 perusahaan Estrada dan empat istrinya.

Banyak dokumen harus kita kumpulkan. Namun memang kami ingin liputan kami betul-betul didasari dokumen-dokumen yang mendukung. Memang boleh disebut ini pengalaman liputan yang menyakitkan.

Apa keenam wartawan tersebut satu entitas perusahaan?

Kami tergabung daalam kelompok jurnalis independen yang tergabung dalam Philippines Center for Investigative Journalism (PCIJ). Media kami jelas bermacam-macam dari televisi, radio hingga cetak.

Selain wartawan kami sangat terbantu para mahasiswa dalam pencarian data dan dokumentasi. Ada banyak data yang harus kami cari dan simpan dengan rapi. Kami harus menyalin dan memilah dokumen dari 150 perusahaan keuangan.

Penelusuran awalnya bagaimana?

Ada 90 orang yang kami wawancarai. Kami juga memotret semua rumah dan mansion milik Estrada. Sementara tim pelacak aset Estrada menemukan dari 66 perusahaan, 14 perusahaan di antara memiliki aset US$13 juta.

Uniknya ketika Estrada menjadi presiden dia mengaku hanya memiliki kekayaan sebesar U$790.000 dan gaji tak lebih dari US$51.000. Ini aneh dan jelas sangat memancing kecurigaan.

Jadi memulai investigasi dari kecurigaan soal rumah?

Sebetulnya rumah hanya satu dari sebagian faktor yang kami dalami. Kami juga mendata hal-hal pribadi hingga hubungan keluarga dan jejaring sosial Estrada yang luar biasa itu. Saya sendiri kebagian untuk mewawancari istri pertama Estrada.

Dia saya pilih karena menjadi istri yang sakit hati karena adanya perempuan lain dalam kehidupannya, dan yang jelas dia paling banyak digelontor uang dan tahu kemana dan dimana harta Estrada berada.

Saya yakin liputan ini tak hanya melibatkan enam orang saja. Bagaimana sebetulnya?

Tim PCIJ mulai bergerak awal 2000 untuk mengubek-ubek jaring kekuasaan orang nomor satu Filipina tersebut. Investigasi ini dilakukan selama setahun dengan memberikan hasil yang mencengangkan.

Lewat jaringan PCIJ di seluruh Filipina yang telah berusia 19 tahun berhasil melacak aset properti, baik yang diatasnamakan Erap, keluarganya, maupun para gundiknya yang tersebar di Filipina.

PCIJ membagi rayon wilayah sebagai daerah operasi dengan menggunakan puluhan tenaga relawan. Agar mendapat data maksimal para sukarelawan sudah nongkrong sejak pagi di kantor-kantor pertanahan, pajak, security and exchange commission serta pemerintah daerah (town hall) guna memperoleh dokumen yang relevan.

Perburuan tersebut membuahkan hasil. Setelah satu per satu dokumen diteliti, terkuak puzzle yang menghebohkan. Properti Estrada dan keluarganya tersebar di penjuru Filipina meliputi rumah, mansion, vila, dan peternakan. Juga kepemilikan beragam perusahaan maupun saham berbagai entitas bisnis.

Temuan ini kemudian dibandingkan dengan laporan harta kekayaan Estrada serta dokumen pembayaran pajak. Indikasi awal adalah ketidakcocokan antara harta kekayaan yang jauh melampaui akumulasi penerimaan resmi.

Baik itu sebagai pejabat publik (Erap memulai karier politik dari anggota dewan perwakilan rakyat daerah, wali kota, sampai presiden) maupun bintang layar lebar dan iklan. Juga ternyata pajak yang dibayarkan jauh lebih kecil dari keharusan.

Contoh termudah melacak apa lewat rumah?

Kami menemukan bahwa sejak tahun 1998 sudah membeli 17 perusahaan dengan harga US$44 juta. Kemudian dia membeli rumah-rumah mewahnya itu dengan cara menyalurkan duit lewat kawan-kawannya.

Jadi terkesan rumah-rumah itu dimiliki Estrada melalui pemberian atau hadiah. Padahal sebetulnya itu uang milik Estrada. Demi mengamankan modus itu Estrada mengangkat rekannya sebagai menteri perumahan.

Anda bekerja mengusik orang terkuat di masa itu. Apakah tidak ada intimidasi?

Oh jelas. Filipina begitu ‘menyayangi’ wartawan. Dalam setahun ada 60 wartawan mati terbunuh karena menyuarakan kebenaran. Dalam investigasi kadang kami harus mundur teratur. Diam untuk kemudian kembali beraksi. Sekali lagi butuh kesabaran.

Lalu setelah terbit apakah media berani memuat?

Setelah bekerja setahun dengan dana hanya Rp15 juta itu dihasilkan enam laporan cetak. Beberapa tak ditayangkan karena perusahaan takut menyiarkan. Namun ada tiga laporan berjudul Can Estrada Explain His Wealth?

Laporan ini dirilis pada Juli hingga akhir 2000 serta dimuat dalam situs PCIJ. Hasilnya  Luis Chavit Singson, gubernur dari Ilocos Sur, membuat pernyataan bahwa Estrada menerima upeti dari judi jueteng serta penggelapan cukai tembakau.

Mendadak sontak, publik Filipina gempar dan skandal ini menjadi komoditas publik. Ujungnya, Estrada menjadi presiden pertama yang dikenai impeachment pada 2001 lalu.

Dalam persidangan selama 6 tahun, akhirnya Estrada terbukti melakukan penjarahan dana publik hingga 4 miliar peso (setara dengan Rp765 miliar). Pengadilan juga memerintahkan Estrada mengembalikan uang Rp140 miliar serta mansion yang dibangun untuk selirnya.

Dalam korupsi senilai US$78 juta – 80 juta itu Estrada dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 12 September 2007 oleh San Diganbayan, pengadilan khusus korupsi di Filipina.

Ada saran untuk jurnalis Indonesia?

Tekun mengerjakan tugas liputan harian (beat job) juga menjadi bagian dari melatih kesabaran. Namun Anda harus sadar bahwa Anda harus terus belajar memberi nilai tambah bagi diri Anda dan tulisan Anda.

Tugas wartawan adalah mencerdaskan. Memberi inspirasi. Artinya Anda harus terus memperkaya kualitas diri Anda. Dibandingkan Filipina, wartawan Indonesia lebih beruntung karena lebih terlindungi.

Dengan kondisi seperti ini seharusnya wartawan Indonesia mampu menghasilkan liputan-liputan investigasi yang lebih hebat dari kami. Saya tunggu liputan Anda setahun atau dua tahun ke depan.

CV:
Nama : Maria Lourdes Mangahas
TTL: Manila, Filipina l Januari 1960
Suami : Roel R. Landingin
Anak : Rossa Victoria M. Landingin

Kuliah : Bachelor of Arts in Journalism University of Philippines
Nieman Foundation for Journalism at Harvard University

Pengalaman kerja :
– The Manila Chronicle
– The Manila Times
– Newsday of New York
– The Guardian of London
– British Broadcasting Company-Radio
– The Manila Bulletin
– Panorama magazine
– Asahi Shimbun Asia Network
– Global Finance Magazine
– Khaleej Times

Penghargaan :
– Awardee for Investigative Journalism, 1994 Ten Outstanding Young Filipinos
– Opinion Writer of the Year, Rotary Club of Manila Journalism Awards, 1996
– First Prize Awardee, Jaime V. Ongpin Awards for Investigative Journalism, 2001
– First Prize Awardee, Jaime V. Ongpin Awards for Investigative Journalism 1992
– Third Prize Awardee, Jaime V. Ongpin Awards for Investigative Journalism, 2003
– Most Outstanding Journalism Graduate, University of the Philippines, 1980
– Lifetime Member, Pi Gamma Mu International Honor Society

Organisasi:

– Executive Director, Philippine Center for Investigative Journalism
– Secretary, Board of Editors, Philippine Center for Investigative Journalism
– Member, Board of Trustees, Southeast Asian Press Alliance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
%d bloggers like this: