it’s about all word’s

Asep ‘Kancil’ Maulana Rachman

Posted on: December 2, 2008

Si kancil tak sekadar pengganggu kecil

Dunia balap motor Indonesia tak berhenti menghasilkan para pembalap berbakat. Salah satu tukang kebut berbakat di kelas Underbone 115 cc paling bersinar adalah Asep Maulana Rachman alias Asep Kancil.

Pembalap dari tim Yamaha Daytona IRC Zhipenk kelahiran Bandung, 20 Juni 1988 ini dikenal punya determinasi tinggi ketika membalap. Nyalinya besar untuk tubuhnya yang kecil.

Kehadiran Asep Kancil semakin diperhitungkan di tingkat Asia setelah tampil meyakinkan di FIM Asian GP Seri V Zhuhai Cina, Oktober lalu. Kelebatnya kerap membuat konsentrasi para pembalap Malaysia terganggu.

Menurut Asep pada balapan di Zhuhai dia memang dibebani tugas mengawal pembalap Yogyakarta, Florianus Roy ke barisan depan dan berusaha menahan laju rider Malaysia.

Berkat taktik itu Roy dari tim U Mild U Bikers Yamaha TDR Indoparts Yonk Jaya berhasil mencuri podium kedua berturut-turut di tengah tekanan trio pembalap Malaysia a.l. Ahmad Fazrul Sham, Md Iskandar Raduan, dan Md Edzuan Ab Gani.

Sementara Asep Kancil di race pertama mampu duduk di posisi keenam dan di race kedua kalah tipis dengan pembalap Malaysia dan harus puas di posisi keempat.

“Asep masih muda, masih punya harapan ke depan sebagai pembalap pemula khususnya untuk meneruskan jaman kejayaan balap motor Jawa Barat,” ujar Yasin Tofani Sadikin, Brand manager U Mild.

Jelang FIM Asian GP Seri VI Zhuhai, Cina yang digelar pekan depan, pembalap bernomor motor 119 itu mesti kembali menjadi senjata rahasia tim Merah Putih di seri terakhir tersebut.

“Target pribadi jelas memperbaiki hasil di seri terakhir Zhuhai dan memuluskan langkah kawan-kawan senegara,” ujar Kancil singkat.

Tahun ini Indonesia kembali meneruskan tradisi menjadi jawara dengan Owie Nurhuda dari tim Suzuki Top-1 SHC Indoparts FDR Chia Felix di puncak klasemen namun ada dua pembalap Tanah Air yang diharapkan menyempurnakan all Indonesian podium.

Untuk posisi runner-up, jawara tahun lalu Wahyu Widodo yang kerap dihantam cedera dan masalah teknis ditargetkan meraih posisi tersebut sementara Florianus Roy diharpkan menyodok ke posisi ketiga.

Karir Asep Kancil di dunia balap road race termasuk cepat. Memulai sebagai privateer tahun 2003, Asep banyak dipantau oleh para pemerhati balap di Bandung.

Setahun kemudian, dia berlabuh di Yamaha Motul Majalaya Racing Team hingga tahun 2005. Dua tahun terjun, Asep menyabet beberapa podium di kejuaraan lokal, OMR dan kejurnas.

Tahun 2006, Asep berbaju Yamaha Putera Jasa Racing Team dan setahun berikutnya di tim Yamaha Daytona Abadi Prima Racing Team di bawah asuhan manager Roesbangin, salah satu tokoh balap Jabar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: