it’s about all word’s

Kou ‘Cindy’ Jitsukawa

Posted on: December 16, 2008

Si cantik penunggang moge

Sirkuit Internasional Zhuhai, China akhir pekan lalu boleh saja menjadi hari terdingin bagi seluruh pembalap Indonesia. Namun kehangatan seperti memancar ketika Kou Jitsukawa hadir ke paddock tim Suzuki IRC U Mild AHRS.

Tubuh langsing nan semampai mencapai 171 cm perempuan yang akrab disapa Cindy itu nampak dominan di antara para pembalap dan mekanik tim Merah Putih.

Perempuan asal Prefektur, Shizuoka, Chubu makin menjulang karena hadir dengan sepatu bot tinggi, rok mini dan baju memamerkan pusar. Jelas semua mata pria langsung terseret memandangi gadis payung (umbrella girls) bagi pembalap 600cc M. Fadli.

Padahal saat itu seluruh anggota tim Indonesia berkonsentrasi penuh untuk mengejar target terbaik. Tim underbone 115cc mengejar target merajai klasemen akhir sedangkan kelas 600cc Supersports adalah mencapai posisi keempat klasemen keseluruhan.

Tapi melewatkan Cindy melintas jelas bukan pilihan yang baik. Alhasil satu persatu anggota tim mengajak Cidy berfoto. Mulai dari pembalap andalan tim 115 cc, Wahyu Wiedodo hingga M. Fadli bergiliran mengajak Cindy berfoto.

Hari itu Cindy hadir bersama duet mekanik Kenz Sport Jepang, Toshio Fujisawa dan Kenzaburo Kawashima. Dia hadir sebagai ikon bagi Kenz Sport yang terkenal karena piawai melakukan setting bagi motor Suzuki.

Untuk mendongkrak prestasi Fadli difasilitasi sponsornya, U Mild sejak sebulan terakhir meminta jasa Toshio dan Kenzaburo. Keduanya bukan sekadar mekanik tapi juga menjadi legenda di ajang balap All Japan Championship.

Kenzaburo adalah pemilik Kenz Sport dan juga bekas pembalap terkemuka di Jepang. Sedangkan Toshio adalah salah satu mekanik yang turut merancang mesin MotoGP tim Suzuki.

Bagi Fadli, keduanya bertanggungjawab melakukan setting Suzuki GSX R600 sekaligus mendidik Fadli mengendarai motor kencang yang memiliki tipikal sangat berbeda dengan motor kecil 115cc.

Sementara Cindy, sebagai pecinta mobil jenis Lexus AMG SL tak sekadar bertubuh molek karena kedekatannya dengan dunia motor perempuan kelahiran 18 Oktober 1981 itu tak bisa diragukan.

Meski ayu, Cindy dengan bangga memamerkan luka sepanjang 10 cm bekas pemasangan pen besi di lengan kanannya yang didapat setelah ngebut di jalanan Tokyo dengan motor Yamaha berkapasitas 400cc.

“Saya suka kecepatan. Hobi saya mobil dan motor karena itu saya bekerja sebagai race queen (gadis lintasan/gadis payung) dan meninggalkan keinginan saya untuk kuliah,” ujarnya kepada Bisnis usai seri terakhir FIM Asian GP berakhir.

Lalu bagaimana peluang Fadli tahun depan? Cindy dengan tegas menilai pembalap Indonesia harus berlatih sangat keras karena tahun depan tim-tim terbaik Jepang akan turun di FIM Asian GP.

“Anda lihat yang menjadi juara tahun ini [Toshiyuki] Hamaguchi bukanlah pembalap top 600cc di All Japan Championship. Dia bukan apa-apa [di Jepang] tapi bisa menjadi jawara di ajang yang diikuti pembalap Indonesia,” ujar Cindy serius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: