it’s about all word’s

Ip Man: Story of Yip Man

Posted on: December 16, 2008

Proyek satu dekade film guru Bruce Lee

Film laga selalu menarik namun lebih menyentuh saat sebuah biopic seorang ahli seni beladiri diproduksi. Sebut saja Fearless (2006) dengan bintang Jet Li yang mengisahkan maha guru Huo Yuanjia (1869-1910) pendiri Jin Wu Sports Federation.

Atau jika Anda masih ingat, biopic Bruce Lee bertajuk Dragon: The Bruce Lee Story yang diangkat sutradara Rob Cohen dari buku karya Robert Clouse dan Linda Lee Cadwell.

Film ini tak hanya mencetak boxoffice tapi juga diganjar MTV Movie Award 1994 bagi Jason Scott Lee yang sukses menyelami sosok Bruce yang arogan namun fokus pada dedikasi seni beladiri dan film.

Tahun ini pecinta film laga beruntung karena lewat tangan dingin Wilson Yip hadir Ip Man yang diadaptasi dari kehidupan nyata Yip Man, juara Wing Chun, gaya ciri khas guru besar legendaris kung fu modern Bruce Lee.

Tak heran jika dalam film ini dijejali rekaman-rekaman penting kehidupan guru Bruce Lee yang kemudian menginspirasi muridnya untuk meneruskan teknik Wing Chun Gung Fu menjadi Jun Fan Gung Fu yang fenomenal.

Keteguhan Yip (Donnie Yen ) atas seni beladiri Wing Chun merupakan contoh klasik totalitas, cinta dan penghargaan terhadap wushu, kebebasan serta semangat seni olahraga yang kemudian menginspirasi banyak pendekar seni beladiri.

Sejarah seni beladiri Wing Chun telah terentang lebih dari 200 tahun sejak diciptakan Yim Wing Chun. Demi seni beladiri ini Yip harus merasakan penderitaan dan menyaksikan kekejaman tentara Jepang di daratan China.

Dengan sudut pengambilan kronologisnya, meski disebut sebagai film kung fu sejatinya Ip Man lewat naskah Edmond Wong lebih tepat disebut sebagai film laga yang banyak menyodorkan sisi humanis.

Selain kerasnya jotosan, muncratan darah berselang-seling dengan jerit kematian dan air mata manusia ketika harus mempertahankan diri dari kejamnya tekanan penjajah Jepang.

Tak heran jika Ip Man sejak penayangan perdananya disebut banyak pihak sebagai konsep, semangat dan cara berpikir yang mempresentasikan bentuk baru film wushu di Hong Kong dan China Daratan.

Hasilnya memang luar biasa apalagi produser bertangan dingin Bak-Ming Wong turun tangan memasrkan film ini. Pilihan kota yang diambil untuk tayang perdana adalah Beijing dan Shanghai disusul Hong Kong, 18 Desember mendatang.

Laris manis di China

Pilihan ini tak salah. Seperti halnya Fearless atau Huo Yuan Yia, film yang diedarkan lewat perusahaan distribusi Mandarin Films Distribution Co. Ltd ini menurut kantor berita northeast meraup tak kurang dari 1,4 juta yuan pada malam perdana 5 Desember lalu.

Menurut koran Tianjin Morning Post film ini selain menyedot penonton menjubeli bioskop, film ini juga meraih pujian dan kritikan sama banyaknya dari media-media besar di China Daratan.

Salah satunya adalah resensi film dari Beijing Times yang menyebut sosok Donnie Yen lebih menawan dibandingkan aktor senior Chow Yun-fat dalam film peraih penghargaan Oscar, Crouching Tiger, Hidden Dragon.

Maklum saja jika film ini disebut sebagai ambisi lain dari industri perfilman Hong Kong karena penggarapan film ini lebih tepat sebagai sebuah penulisan sejarah masyarakat China yang mengusung semangat nasionalisme.

Demi film ini aktor senior sekaligus penata laga Sammo Hung Kam-Bo, editor film Ka-Fai Cheung, penata laga Kenneth Mak, penata efek visual Henri Wong dan penata adegan perkelahian Tony Leung Siu Hung pulang kampung.

Mereka juga mengundang penata musik terkenal asal Jepang Kenji Kawai untuk membuat score yang megah bagi film yang dibintangi aktor Matahari Terbit, Hiroyuki Ikeuchi dan aktris cantik Mallika Sherawat asal India.

Sosok Yip adalah fenomena ilmu beladiri kung fu. Murid terakhir dari mahaguru Chan Wah-shun kelahiran 1 Oktober 1893 ini menyeberang dari Foshan ke Hong Kong untuk melanjutkan sekolah di St. Stephen’s College.

Sebuah perkelahian membuat murid Ng Chung-sok itu kembali ke Foshan untuk memperdalam Wing Chun. Sebuah pilihan yang sulit karena saat itu Balatentara Jepang masuk ke wilayah itu.

Dengan kemampuan membunuhnya yang efektif. Yip menjadi guru beladiri tentara Jepang selain mentransfer ilmunya pad sejumlah murid asli China meski tak resmi. Tahun 1949, Yip yang benci pemerintah Komunis membelot ke Hong Kong.

Yip bermodal kemampuan Wing Chun membuka kelas kung fu. Tempatnya berpindah-pindah karena dia miskin sebut saja di jalan Hoi Tan di daerah Sham Shui Po kemudian bilangan Lee Tat di Yau Ma Tei.

Semua tempat ini masih bisa ditemui dengan kondisi mirip dengan aslinya karena pemerintah Hong Kong, kemudian China memelihara tempat yang menjadi bagian sejarah kung fu Bruce Lee saat dia berlatih di tempat ini tahun 1954-1957.

Sama halnya dengan Bruce Lee. Yip berpendapat bahwa keterbukaan akan membuat Kung Fu semakin besar dan membuat dunia semakin paham tentang kebudayaan China.

Tanpa Yip yang mendoktrin Bruce Lee. Bisa jadi kung fu masih akan menjadi ilmu rahasia yang dilatih di balik tembok tebal dan tak berkembang sedemikian agresif ke seluruh sudut dunia.

Proyek sulit

Ip Man termasuk film yang penggarapannya sulit. Butuh satu dekade mewujudkan film ini sejak Jeffrey Lau dan Corey Yuen berharap bisa melayarlebarkan kisah hidup Yip pada pertengahan 1998.

Salah satu sosok pertama yang dipilih mereka untuk memerankan Bruce Lee adalah Stephen Chow. Sayang Chow lebih memilih menggarap Kung Fu Hustle yang sukses berat. Sementara Donnie Yen bersikukuh pada perannya sebagai Yip meski proyek ini terkatung-katung.

Akhir 2007 proyek Yip Man berlanjut dengan keterlibatan Collin Chou dan produser Raymond Wong Bak-Ming. Demi film ini Wong berkelana ke Foshan untuk melakukan riset tentang kehidupan Yip.

Berutung putra tertua Yip, Ip Chun bersemangat membantu pembuatan naskah film berbujet HK$40 juta. Alhasil pengambilan gambar sudah bisa dilakukan pada Maret hingga Agustus 2008 di Shanghai.

Fokus cerita dititikberatkan pada masa hidup Yip ketika berada di Foshan di era 1930-1940. Justru karena hal ini muncul ide untuk melakukan pengambilan gambar di Shanghai.

Pasalnya arsitektur kota Foshan sudah berubah drastis. Sementara Shanghai masih memiliki banyak situs lama. Meski demikian demi mendapatkan suasana tahun 1930-an, mereka harus membangun Pabrik Pemintalan Katun Zhen Hua yang didirikan sahabat Yip Man, Chow Ching-Chuen (dalam film diperankan Simon Yam).

Tempat ini penting karena menjadi lokasi pertama Yip Man diketahui memiliki kemampuan Wing Chun.

Sebagai film laga, Sammo Hung banyak mengarahkan aksi para pemeran termasuk tentu saja Donnie Yen yang harus banyak melatih kecepatan tangan dan diet makanan berlemak.

Toh meski sudah berlatih keras, Yen harus menderita memar di mata kiri saat berlatih dengan orang-orangan kayu yang menyambar liar. Dia juga harus diurut karena lengannya bengkak karena berlatih keras.

Sementara aktor Jepang, Hiroyuki Ikeuchi yang bergelar sabuk hitam Judo harus muntah-muntah setelah kena sodok seperti yang diperintahkan Sammo Hung yang terbiasa mengarahkan Jackie Chan.

Toh meski telah sukses diproduksi. Film ini sempat menuai kontroversi karena sutradara Wong Kar-wai juga menggarap film tentang Yip Man dengan aktor Tony Leung Chiu-Wai dengan judul The Great Master.

Demi menghindari keributan, Raymond Wong mengganti judul film yang sebenarnya yaitu Grandmaster Yip Man. Maklum Jet Tone Films, perusahaan Wong Kar-wai sudah siap menggugat.

Belakangan setelah meraup sukses di edisi perdananya, Raymon Wong menyatakan bakal membuat lanjutan film ini dan akan mengambil kisah migrasi Yip ke Hong Kong.

Demi sekuel yang akan memasukkan sosok Bruce Lee, Donnie Yen dan sutradara Wilson Yip akan menggelar ajang pencarian bakat untuk mencari sosok pemeran Lee. Direncanakan proyek kedua ini akan mulai diproduksi April 2009.

7 Responses to "Ip Man: Story of Yip Man"

[…] Ip Man: Story of Yip Man « it’s about all word’s […]

Yip Man is the best boy!!

Ada beberapa koreksi nih:

1. Ada Malika Serawat main di film Ip Man? Perasaan nggak liat satu adeganpun deh.
2. “Dengan kemampuan membunuhnya yang efektif. Yip menjadi guru beladiri tentara Jepang selain mentransfer ilmunya pad sejumlah murid asli China meski tak resmi.”
Setauku Ip Man tak pernah melatih tentara jepang, malah menolak semua undangan pemerintah jepang untuk melatih tentaranya.

gw juga bingung…nonton ampe akhir—ampe beli bajakannya–kok tampang seksinya ga muncul-muncul….apa kelewatan…

YIP MAN ADALAH FILM YANG SANGAT FENOMENAL DAN MENARIK.

wow yip man itu bela diri nya apaan sich??
apakah thifan??

IP man,,,,
is the best,,,vaforit g,,
he,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: