it’s about all word’s

Rahm Israel Emanuel

Posted on: January 16, 2009

Rahmbo si penguasa Gedung Putih

Majalah terkemuka The Economist edisi 17 Agustus 2006 tentu punya alasan kuat ketika merilis laporan perihal Rahm Israel Emanuel.

Judulnya menggelitik ‘Rahmbo’s Plan’ lengkap dengan kartun politisi Illinois bergaya ala Rambo.

Rambo? Serdadu penghancur Baret Hijau, diperankan Sylvester Gardenzio Stallone, kebanggaan AS yang melibas semua musuhnya! Tentu saja! Rambo—maaf-Rahmbo kini jadi Kepala Staf Gedung Putih di kabinet Barack Obama.

Publik AS mengenal pria yang jago balet di masa SMA ini sebagai orang nomor empat dijajaran Partai Demokrat. Rahm ada di belakang jubir Nancy Pelosi, Leader Steny Hoyer dan Whip Jim Clyburn.

Namun jangan salah, bagi Bill Clinton, Rahm, pria keturunan Yahudi kelahiran 29 November 1959 ini dikenal sebagi politisi dan tukang pengumpul duit terhebat Partai Demokrat.

Bagi Clinton begitu juga Hillary, selalu yakin dengan sepak terjang Rahm. Kerjanya efektif dan sukses bagai Rambo tanpa pandang bulu melibas serdadu Vietcong, Uni Sovyet dan Burma.

Terpilihnya sahabat manajer kampanye Obama, David Axelrod sebagai orang terpenting di Gedung Putih tentu menarik. Dia Yahudi dan kini Israel tengah menciptakan hujan kematian bagi penduduk Palestina di jalur Gaza.

Pantas pula jika Obama tergagap ketika media bertanya bagaimana sikap AS sebagai induk semang Israel untuk menghentikan serangan yang lebih banyak memakan koran sipil tersebut.

Maklum saja sejak dua tahun lalu Rahm menjual ide membentuk AS yang keras di masa dinasti George Bush menjadi mesin pembunuh ala Rambo. Sebut saja penambahan 100.000 tentara tambahan.

Dia juga mengusulkan agar Paman Sam segera membentuk badan khusus di bawah presiden serupa MI5 milik Inggris, yang bertugas mengenyahkan teroris dari bumi AS.

Yang lebih heboh, Rahm mengusulkan tiap tiga bulan wajib militer atau dilakukan pelatihan rutin menghadapi ancaman teroris bagi warga AS berusia 18-25. “Agar anak-anak muda tak turun ke jalan!” ujarnya saat itu.

Kontan, saat itu, media di AS yang menyuarakan demokrasi menjadi tertampar dengan sikap fasisme Rahm. Mereka begitu ketakutan jika Rahm menempati Gedung Putih. Toh akhirnya itu terjadi.

Yahudi tulen
Gerak Rahm yang cergas dan lugas bisa jadi sudah turunan. Ibunya, Martha Smulevitz yang anak gaul dan aktivis jalanan. Sementara dari sang ayah, Benjamin M. Emanuel mengalir darah pejuang Israel.

Bapaknya adalah anggota paramiliter HaIrgun HaTzva’i HaLe’umi BeEretz Yisra’el (Irgun) sedangkan Paman Rahm, Emanuel Auerbach adalah anggota gerombolan garis keras Zionis, Lohamei Herut Israel (Lehi).

Lehi biasa dikenal sebagai faksi teroris Stern Gang tewas dalam konflik penjajahan ke tanah Palestina. Tak hanya melibas perlawanan Arab lewat teror, aksi mereka juga menyasar aparat dan individu Inggris penentang berdirinya Israel.

Sosok Rahm mulai muncul ketika dia menjadi anggota Kongres dari partai Demokrat untuk masa 2003-2009. Rahm menempati posisi ke-5 distrik Illinois. Dia mencuat saat menjabat anggota Komite Kampanye Kongres Demokrat untuk pemilu 2006.

Rahm semakin mencuri perhatian ketika menjadi ketua Kaukus Demokrat dan mengusulkan pembentukan Koalisi Demokrat Baru dan mendukung liberalisasi ekonomi.

Anak Chicago ini sejatinya anak terkecil dari tiga anak laki-laki keluarga Emanuel. Dua kakaknya adalah Ezekiel J. Emanuel dan Ari Emanuel. Satu adik mereka, anak angkat bernama Shoshanna.

Pendidikan Rahm dimulai di Bernard Zell Anshe Emet Day School, sebuah sekolah konservatif Yahudi. Setelah pindah ke Wilmette, dia belajar di Romona School, SMP Wilmette dan SMU New Trier West.

Rahm dan kedua kakaknya ikut serta dalam kemah musim panas bagi anak-anak muda Yahudi di Israel yang digelar pasca Perang Enam Hari 1967. Dalam kegiatan ini indoktrinasi Zionis terjadi.

Rahm juga punya sejarah pernah menjadi tenaga sukarela yang membantu Tentara Pertahanan Israel (IDF) selama Perang Teluk 1991. Bukan mengangkat senjata tetapi sebagai mekanik truk di Sar-El , Israel Utara.

Bagi para sahabatnya, Rahm yang kini hidup dengan jari tengahnya putus itu, dikenal keras. Dalam jamuan makan malam di tahun 1996, dia menggebrak meja dengan gagang pisau dan menancapkannya ke kertas berisi daftar nama-nama para penantang Clinton.

Namun yang lebih heboh. Dengan serius, itu dilakukannya sembari berteriak garang “mati…mati,…mati!” Sebuah sejarah yang cukup menyeramkan bagi orang penting di Gedung Putih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: