it’s about all word’s

Eunice Elizabeth Olsen

Posted on: February 1, 2009

Karir dan laki-laki di antara Eunice

Cerita artis atau presenter yang terjun ke dunia politik sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Dari tanah Paman Sam ada Ronald Reagan atau Arnold Schwarzenegger yang punya reputasi politik hebat.

Untuk klas Tanah Air banyak artis yang hanya berbekal ketenaran atau kemolekan tubuh, sebagian dari mereka nekad mengincar posisi penting di pemerintahan, mulai dari bupati, gubernur, anggota legislatif, hingga Presiden.

Sebagian dari mereka gagal namun tidak sedikit pula yang berhasil mencapai tujuan.
Tahun ini ada Primus Yustisio yang mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Subang meski gagal, Marrisa Haque untuk Wagub Banten, dan Helmy Yahya untuk Wagub Sumatera Selatan. Sementara aktor kawakan Anwar Fuadi pernah ngimpi jadi Presiden pada 2004.

Jika sederetan artis itu gagal, ada juga yang sukses jadi politikus. Adjie Massaid dan Angelina Sondakh sudah sejak lama jadi anggota legislatif. Rano Karno jadi Wakil Bupati Tangerang dan Dede Yusuf saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.

Fenomena artis berpolitik, juga ditemukan di jiran kita yakni Singapura. Eunice Elizabeth Olsen seorang model sekaligus presenter cantik menjadi anggota parlemen..

Sebagai seorang perempuan berparas cantik dan seksi kelahiran 24 Oktober 1977, Eunice lebih dikenal sebagai entertain di negara Singa Putih itu.

Namun di samping bergelut dengan dunia hiburan, diam-diam pehobi musik dan piano ini banyak melakukan beragam kegiatan pelayanan sosial. Dia adalah konselor di Toa Payoh Girls’ Home dan pengelola rumah singgah Andrew and Grace. Belakangan dia juga aktif di Eurasian Association of Singapore.

Untuk memuluskan kerja sosialnya itu, Miss Singapore Universe 2000 ini lalu mencalonkan diri sebagai anggota parlemen pada 2006.

Berbeda dengan proses pemilihan anggota legislatif di Indonesia, pemilihan anggota parlemen di Singapura bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui keterwakilan di partai dan independen melalui seleksi ketat lengkap dengan wawacara.

Eunice adalah salah satu anggota parlemen yang dipilih secara independen. Kini 2,5 tahun lamanya jabatan sebagai anggota parlemen sudah disandangnya hingga Juni 2009, bersamaan dengan karir suksesnya di dunia hiburan.

Wajahnya yang ayu bisa disaksikan dalam program acara The Duke yang disiarkan setiap Senin di saluran AXN. Dalam progran tersebut pemirsa disuguhi 13 pria sukses dan berkuasa dari seluruh Asia.

“Keterlibatan saya di dunia politik sangat istimewa karena bisa berkontribusi dengan energi saya untuk negara ini dan menjadi pembawa acara Duke juga merupakan suatu pencapaian,” ujar perempuan lulusan Anglo-Chinese Junior College ini.

Berkarir di dunia hiburan dan politik sudah menjadi bagian dalam kehidupannya. Jika sebagai anggota parlemen dia bisa menyuarkan berbagai isu sosial, maka sebagai presenter The Duke, Eunice beruntung bisa mengetahui beragam topik kehidupan banyak orang.

Bahkan dari dua dunia itu Eunice bisa mengenal orang dan belajar karakter kehidupan dari mereka yang bermanfaat bagi karirnya di masa mendatang.

Masih jomblo

Tapi, sst!!! Siapa sangka perempuan berwajah cantik, tubuh seksi, pintar, dan penggiat dunia hiburan dan politik ini ternyata jomblo. Dua presenter pria di The Duke yaitu Rovilson Fernandez dan Marc Nelson tidak juga memikat hatinya.

Memang, diakui Eunice, berkat keduanya dia merasa nyaman dan bersyukur bisa bekerjasama dengan kedua pria ganteng itu.

Lalu, pria seperti apakah idaman hatimu neng geulies Eunice?

”Lelaki yang bisa memperlakukan saya dengan baik, yang bisa dipercaya, mendukung saya, dan dapat berkomunikasi. Dari latar belakang apa pun!” ujar perempuan yang mengaku diri sebagai sosok peramah, suka tertawa, enerjik, dan pecinta musik ini.

Yang pasti, saat ini dia tengah mengagumi Michelle Yeoh, sosok yang dia definisikan sebagai perempuan seksi karena percaya diri dan berkarisma.

Tak heran dia gembira dipercaya menangani The Duke. Dari acara ini Eunice bisa mengetahui lebih jauh tentang gaya hidup para pria.

Selain itu dia juga diberi kesempatan untuk melihat tempat-tempat di Asia yang menurutnya penuh tantangan karena keterlibatannya sebagai presenter dan kru.

”Peranan telah berubah, laki-laki harus mengerti dengan perubahan itu. Laki-laki di tahun 2009 harus bisa menerima peranan wanita,” ramalannya tentang posisi pria dan wanita 2009.

Yang asyik, sejak kedatangannya pertamakali ke Indonesia, Eunice mengaku tertarik untuk mengulanginya. Apalagi sang ayah yang pernah empat tahun bekerja di Batam sangat lancar berbahasa Indonesia.

Dan ketertarikannya untuk bertandang lagi ke Indonesia salah satnya untuk mengobati rasa penasaran dengan para pria di sini.

”Saya tidak begitu tahu laki-laki Indonesia. Dan saya ingin tahu mengenai mereka. Kalian bisa undang saya lagi supaya bisa tahu tentang lelaki Indonesia,” ujarnya dengan tertawa.

Bareng: Th.D.Wulandari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
%d bloggers like this: