it’s about all word’s

Vikas ‘Slumdog’ Swarup

Posted on: February 18, 2009

Diplomat pencerita dari India

Ajang penghargaan Golden Globe ke-66 yang digelar di The Beverly Hilton Minggu 11 Januari 2009 menjadi surga bagi Slumdog Millionaire, film yang bercerita tentang pemenang kuis Who Wants to Be Millionaire versi India.

Namun sebetulnya aktor di balik sukses film yang diproduksi dengan latar belakang kehdupan masyarakat Hindi itu adalah penulis jempolan Vikas Swarup.

Dilahirkan di Allahabad India pada 1963, Swarup adalah seorang novelis sekaligus birokrat di tanah kelahirannya. Dia adalah diplomat yang pernah bertugas di Turki, Amerika Serikat, Ethiopia, dan Inggris Raya. Saat ini dia ditugaskan sebagai Komisioner Deputi India untuk Afrika Selatan.

Novel perdananya yang dia buat adalah Q and A yang menceritakan tentang pelayan restoran miskin di Mumbai yang menjadi pemenang kuis berhadiah bombastis sepanjang sejarah.

Meski mendapat kritikan dari banyak pihak Q and A laku keras hingga ke mancanegara bahkan sudah diterjemahkan ke 36 bahasa.

Buku ini juga masuk nominasi Best First Book di penghargaan Commonwealth Writes’ Prize dan memenangkan Exclusive Books Boeke Prize di Afrika Selatan pada 2006.

Setahun kemudian di ajang Prix Grand Public di Paris Book Fair juga berhasil menggondol gelar jawara.

Karena ceritanya yang dianggap menarik, BBC Radio juga mengangkat cerita buku pemenang Gold Award untuk Best Drama itu dalam ajang Sony Radio Academy Awards 2008 dan IVCA Clarion Award 2008.

Harper Collins mengangkat cerita itu dalam bentuk audio dan dituturkan oleh Kerry Shale, pemenang penghargaan kategori Audie untuk suara fiksi terbaik sepanjang tahun.

Ke layar kaca

Di Inggris, Q and A akhirnya terpilih untuk difilmkan dengan judul Slumdog Millionaire dengan sutradara Danny Boyle. Tidak disangka, publik Amerika Serikat mengatakan bahwa film itu merupakan karya terbaik.

Hingga akhirnya penghargaan People’s Choice Award diberikan kepada Slumdog Millionaire dari ajang Toronto Film Festival.

Selain itu tiga piala berhasil diperoleh dari British Independent Film Award 2008 untuk tiga kategori penghargaan yaitu Best Film, Best Director, dan Most Promising Newcomer.

The National Board of Review juga menyebutkan Slumdog Millionaire sebagai film terbaik 2008.

Prestasi yang tidak kalah menawan adalah perolehan enam piala sekaligus dalam ajang penghargaan Critics’ Choice Award, dan terakhir dalam ajang penghargaan Golden Globe Awards yang menominasikan Slumdog Millionaire dalam kategori penyutradaraan terbaik, gambar terbaik, naskah terbaik, dan rating tertinggi.

Film ini mulai rilis di Inggris pada 9 Januari 2009 dan mulai disebarkan ke penonton dunia pada awal 2009.

Sementara itu Swarup telah menyelesaikan novel keduanya berjudul Six Suspects dan telah dipublikasi oleh Transworld pada 28 Juli 2008 dan telah dipublikasikan dalam beberapa bahasa. Novel yang satu ini juga telah diusulkan untuk difilmkan.

Selain novel, Swarup juga membuat cerpen berjudul A Great Event yang dipublikasikan dalam The Children’s Hours: Stories of Childhood, antologi kisah kehidupan anak-anak yang diprakarsai LSM Save the Children dan menjadi bagian dari kampanye anti kekerasan dan perkelahian anak-anak.

Beberapa festival yang pernah dia ikuti antara lain Oxford Literary Festival, Turin International Book Fair, the Auckland Writers’ Conference, Sydney Writers’ Festival, Kitab Festival in New Delhi, St. Malo International Book & Film Festival di Perancis, dan Words on Water Literary Festival di Universitas Witwatersrand Johannesburg.

Novel Slumdog Millionaire sendiri berkisah tentang seorang pemuda bernama Ram Mohammed Thomas yang hidup di kawasan kumuh Mumbai yang memenangkan sebuah permainan dalam tayangan televisi.

Dalam penokohan itu Swarup seakan membawa tiga kepercayaan dalam satu tokoh pemenang Who Wants to Be A Millionaire karena dia yakin anak yang tidak sekolah itu tidak akan bisa menjawab semua pertanyaan dalam kuis tanpa bantuan Tuhan-nya.

Namun dalam satu babak cerita yang dikemas dalam bahasa lucu, lugu, dan sangat berwarna, Swarup menceritakan kehidupan Ram yang di dalamnya ada alur cerita bagaimana dia bisa dapat pengetahuan sebagai modal ikut kuis.

Hanya saja eperti halnya banyak orang mengatakan jika hasil film akan jauh berbeda dengan buku aslinya, sang sutradara Danny Boyle berusaha membangun aura buku ke dalam film.

Apalagi ada kritikan pedas dari aktor gaek India Amithabachan yang mengatakan film ini justru bernada satir, seakan ingin menonjolkan sisi kemiskinan masyarakat India kepada dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
%d bloggers like this: