it’s about all word’s

Yang tersungkur dan tertawa versi Forbes

Posted on: March 12, 2009

Majalah prestisius Forbes kembali merilis data para hartawan. Hasil survei dan pesan penerbitan yang didirikan Bertie Charles Forbes ini gamblang. Hampir semua hartawan bernasib serupa. Likuiditas mengering karena krisis global.

Secara keseluruhan, bahkan orang-orang terkaya didunia mengalami pengurangan harta kekayaan. Tahun ini, para miliarder dunia memiliki tingkat rata-rata kekayaan bersih sekitar US$3 miliar, penurunan sebesar 23% dibandingkan tahun lalu.

Sekarang dunia memiliki 793 miliarder, turun dari 1.125 orang setahun lalu. 2 orang yang mengalami penurunan jumlah kekayaan terbesar berasal dari Asia.

Pengusaha real estate raksasa Ramesh Chandra, India tidak lagi menyandang gelar miliarder sedangkan keluarga Tsai dari Cathay Financial Holdings, Taiwan yang memiliki kekayaan bersama keempat saudaranya senilai US$3,3 miliar tidak lagi masuk hitungan.

Bill Gates kehilangan US$18 miliar memperoleh kembali titel sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaan bersihnya sekarang mencapai US$40 miliar. Peringkat orang terkaya kedua dipegang oleh Warren Buffet yang tahun lalu bertengger diposisi puncak dengan US$37 miliar.

Jumlah kekayaan Buffet berkurang sebesar US$25 miliar saat saham Berkshire Hathaway terjatuh hampir 50% dalam kurun 12 bulan terakhir. Raksasa telekomunikasi Meksiko Carlos Slim Helu tergelincir 1 peringkat dan sekarang berada pada peringkat ketiga dengan US$35 miliar alias US$25 lebih miskin dibanding tahun lalu.

Untuk kawasan Asia. Tahun ini terdapat 130 miliarder dari kawasan Asia-Pasifik dimana sangat jauh berbeda dengan jumlah tahun lalu yang mencapai 211 orang miliarder.

Dari 130 nama tersebut 7 diantaranya adalah pendatang baru dalam daftar yang dirancang Forbes sedangkan sisanya merupakan wajah-wajah lama dari tahun lalu. Jumlah kekayaan bersih dari para jutawan Asia tersebut juga mengalami penurunan – bahkan mencapai 55% menjadi US$357 miliar dari US$804 miliar pada 2008.

Dari para miliarder dari Asia Pasifik tersebut, 28 orang berasal dari China, 24 orang dari India, 19 orang dari Hong Kong, 17 orang dari Jepang, 10 orang dari Australia, 6 dari Malaysia dan masing-masing 5 orang dari Indonesia dan Taiwan, 4 dari Korsel, masing-masing 3 orang dari New Zealand dan Thailand, dan masing-masing 2 orang dari Kazakhstan, Phillipina dan Singapura.

Sosok terkaya di Asia dan merupakan orang terkaya no. 7 di dunia adalah miliarder asal India Mukesh Ambani, pemimpin Reliance Industries. Kekayaan bersihnya mengalami penurunan US$23,5 miliar menjadi US$19,5 miliar.

Ini membuatnya lebih unggul dari sosok terkaya tahun lalu untuk Asia Lakshmi Mittal, 58, yang kehilangan US$25,7 miliar berada pada posisi delapan dengan US$19,3 miliar.

Pada tingkat dunia anjloknya harta orang-orang terkaya tersebut tak lepas dari krisis global yang ikut menekan harga saham di lantai bursa hingga lebih dari separuh. Secara hiperbolis kini para hartawan itu makin miskin

Hal senada dialami para hartawan Merah Putih yang mesti mengetatkan ikat pinggang disebabkan anjloknya harga komoditas dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Sementara itu, bagi miliarder yang perusahaannya tidak diperdagangkan di lantai bursa, kekayaan mereka dinilai dengan membandingkan dengan perusahaan publik serupa.

Indonesia jelas tak ada apa-apanya dengan para pebisnis Asia lainnya, posisi hartawan Merah Putih bahkan terpuruk ke urutan 400-an. Generasi kedua Djarum, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono kini menempati 430, masing-masing memiliki harta US$1,7 miliar.

Padahal dua tahun lalu, Forbes mencatat Michael US$ 3,08 miliar sedangkan Hartono US$ 3,14 miliar. Jelas ini tantangan besar bagi generasi ketiga Oei Wie Gwan, Martin B Hartono.

Budi Hartono berusia 68 tahun dan memiliki 3 orang anak. Sedangkan Michael adalah kakak kandung Budi yang kini berusia 69 tahun dengan memiliki 4 orang anak. Kedua generasi orang kaya asal Kudus, Jawa Tengah ini sangat low profile.

Mereka jarang muncul di depan publik meski bisnis kelompok Djarum mengurita mulai bisnis inti rokok, bank hingga properti. Dominasi bisnis mereka cukup diwakili kencangnya sabetan para pebulu tangkis PB Djarum atau panasnya kompetisi Liga Djarum.

Namun dinasti Djarum punya peluang kembali melejit lewat perkawinan Martin dengan Grace L Katuari anak Katuari dari kelompok usaha Wings Group. Tahun lalu Eddy William Katuari tercatat memiliki kekayaan senilai US$ 1,04 miliar.

Kejutan kurang menyenangkan juga menghampiri Sukanto Tanoto, bos Raja Garuda Mas International yang mengawali kepak bisnisnya sebagai pengusaha toko onderdil mobil di Medan itu kini ada di peringkat 450 dengan harta US$ 1,6 miliar.

Forbes mencatat pendapatan pria dengan nama asli Tan Kang Hoo ini terus anjlok. Bos April Pulp & Paper serta Asian Agri sempat memiliki kekayaan US$4,7 miliar pada 2007 dan terus turun hingga hanya US$2 miliar di akhir 2008.

Nasib serupa dialami bos Rajawali Group yang eksis sejak 1984. Kekayaan Peter Sondakh juga tergerus cukup banyak. Hanya dalam tempo dua tahun, hartanya yang semula mencapai US$1,45 miliar kini hanya US$1 miliar.

Ayah tiga orang anak tersebut bergerak dalam bisnis di bidang telekomunikasi, barang-barang konsumen, retail, dan sektor transportasi setelah melepas sahamnya di Semen Gresik.

Namun tak semua hartawan bersedih. Masih ada taipan dalam negeri yang berkipas-kipas sembari tersenyum karena pundi-pundinya makin menggembung. Salah satunya Martua Sitorus alias Thio Seng Hap.

Martua nangkring di peringkat 522 dengan kekayaan US$1,4 miliar. Padahal akhir tahun lalu harta bos Wilmar International Ltd—hasil kongsi dengan taipan Kuok Khoon Hong sejak 1991 itu hanya sekitar US$ 475 juta.

Berdasarkan riset yang dilakukan perusahaan konsultan Belanda Profundo, Wilmar International Ltd yang berkedudukan di Virgin Islands, Inggris itu memiliki saham di Archer Daniels Midland Company.

Cakar bisnis Wilmar tertanam di perusahaan pengolah hasil pertanian terkemuka di China, bisnis alat-alat kesehatan milik Ezyhealth, bisnis minyak sawit di puluhan tempat di Tanah Air bahkan disebut sebagai produsen inti sawit terbesar di Indonesia.

2 Responses to "Yang tersungkur dan tertawa versi Forbes"

Tolong dibina dan dibimbing supaya bisnis pemula memiliki wawasan yang luas dan tangguh dgn segala situasi dan keadaan polotik yg tidak menentu. Mastus 085287616161

Tolong dibina dan dibimbing supaya bisnis pemula memiliki wawasan yang luas dan tangguh dgn segala situasi dan keadaan politik yg tidak menentu. Mastus 085287616161

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d bloggers like this: