it’s about all word’s

Jejak tragedi di kamp Galang

Posted on: March 14, 2009

Lengang. Sunyi yang aneh. Siapapun akan terusik dengan getar perasaan miris yang muncul saat berkunjung ke Pulau Galang, kamp pengungsian tempat pelarian ribuan manusia perahu korban perang Vietnam.

Seperti umumnya tempat wisata bersejarah, cerita dan jejak peninggalan di Pulau Galang, Kepri seolah menjadi mesin waktu yang melayangkan pikiran setiap pengunjung ke masa 3 dekade lalu.

Waktu itu, ribuan warga Vietnam memilih mengungsi dengan perahu karena perang. Pelarian tanpa tujuan jelas mengombang-ambingkan mereka di perairan Laut Cina Selatan hingga menarik perhatian Komisi Tinggi Pengungsian PBB (United Nation High Commission for Refugee/UNHCR).

UNHCR dan Pemerintah Indonesia akhirnya menyepakati Pulau Galang menjadi tempat penampungan sementara. Kawasan seluas 80 hektare itu dikonsentrasikan bagi para pengungsi dan terisolasi dari dunia luar untuk menghindari penyebaran penyakit kelamin, Vietnam Rose.

Galang dibangun dengan fasilitas standar pemukiman, seperti barak, tempat ibadah, rumah sakit, dan sekolah. Sekitar 250.000 pengungsi meneruskan hidupnya selama 1979-1996 di tempat itu sampai akhirnya mendapat suaka atau dipulangkan ke Vietnam.

Kesan peristiwa yang terjadi 30 tahun lalu masih terasa meski kamp pengungsian itu sudah berubah.

Untuk menemukan lokasi ini tidak sulit. Pulau Galang terletak sekitar 50 km di tenggara Batam. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau menumpang angkutan umum Metro Trans dari Jodoh tujuan Galang dengan tarif Rp3.000-Rp5.000 per orang.

Ingin lebih mudah? Sewa taksi memang akan lebih mahal, mencapai Rp400.000-Rp 500.000 per hari. Namun, Anda akan lebih bebas merekam jejak tragedi kemanusiaan di lokasi itu.

Setelah melewati jembatan Barelang dan beberapa pulau kecil yang terhubung pulau, kamp pengungsian Galang ditandai dengan papan baliho besar yang lengkap dengan peta situs.

Terawat

Jejak fasilitas yang dibangun UNHCR masih bagus dan terawat. Tata ruang lokasi kamp sejak awal sudah teratur dengan jalan utama yang beraspal halus. Saluran pipa air bersih juga masih terpasang sempurna.

Dua bangunan permanen yang pernah difungsikan sebagai puskesmas masih berdiri kokoh. Begitu juga dengan bekas rumah sakit yang mampu menampung lebih dari 100 orang.

Situs terpenting di lokasi ini adalah monumen perahu. Dua perahu kayu besar yang pernah menjadi alat transportasi manusia perahu itu diangkat ke darat sebagai penanda perjalanan memprihatinkan pengungsi asal Vietnam ini.

Tak jauh dari monumen perahu, bangunan permanen yang dulu menjadi kantor UNHCR kini difungsikan sebagai pusat informasi. Berhadapan dengan bangunan itu adalah fasilitas penjara yang digunakan untuk menghukum pengungsi yang melakukan tindakan kriminal maupun melarikan diri.

Bukti-bukti tragedi kejahatan yang pernah terjadi juga tampak pada Patung Taman Humanity atau Patung Kemanusiaan. Patung ini menggambarkan sosok wanita yang bernama Tinhn Han Loai yang bunuh diri karena malu setelah diperkosa oleh sesama pengungsi.

Di dekat Patung Taman Humanity, areal pemakaman bernama Ngha Trang menjadi peristirahan sekitar 503 pengungsi Vietnam yang meninggal di Galang karena penyakit yang mereka derita selama berlayar berbulan-bulan di laut lepas.

Karena pemakaman itu, para kerabat yang kini telah kembali ke Vietnam maupun bermukim di negara lain yang memberikan suaka masih kerap datang ke Galang untuk berziarah ke pemakaman itu.

Selain beberapa situs itu, tempat ibadah yang dulu dibangun untuk memfasilitasi pengungsi juga masih ada seperti Vihara Quan Am Tu, Gereja Katolik Nha Tho Nhiem, gereja protestan, kuil dan mushola.

Vihara Quan Am Tu adalah tempat ibadah utama dan terbesar. Vihara ini sudah direnovasi dengan cat mencolok sehingga tampak seperti bangunan baru. Tiga patung besar menjadi simbol vihara.

Salah satu patung yang penting adalah patung Dewi Guang Shi Pu Sha. Dewi ini dianggap dapat memberikan hoki, jodoh, keharmonisan dalam rumah tangga, memberi kepintaran dan mengabulkan cita-cita bagi anak-anak.

Untuk mendapat berkat Dewi Guang Shi Pu Sha, pengunjung dapat berdoa dan memohon agar sang dewi mengabulkan permintaan setelah melemparkan koin ke kaki patung tersebut. Penasaran? Silahkan buktikan di kamp pengungsi Vietnam Pulau Galang.

‘Mawar merah Vietnam’

Jika dialihkan dalam bahasa Indonesia, tidak ada kesan mengerikan pada istilah Vietnam rose. Padahal, itu menjadi alasan paling kuat mengapa kamp pengungsian manusia perahu di Galang diisolasi dari dunia luar.

Pada masanya, aparat yang diterjunkan untuk mengawasi kamp tak segan menembak dan memenjarakan pengungsi yang mencoba melarikan diri dari kawasan di pulau kecil itu.

Vietnam rose memang bukan nama spesies baru bunga mawar. Ini adalah sebutan untuk penyakit kelamin yang marak pada masa perang Vietnam. Dengan gejala bercak-bercak merah pada alat kelamin, penyakit ini dianalogikan dengan sebutan Vietnam rose.

Disebabkan kuman sifilis atau treponema pallidum, penyakit ini memiliki gejala yang relatif sama. Untuk menangkalnya, pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik. Namun pada Vietnam rose, kuman tersebut bermutasi menjadi strain baru yang kebal terhadap antibiotik dengan dosis tertentu. Hasilnya lebih ganas menyerang.

Mutasi kuman ini membuat Vietnam rose menjadi penyakit paling menjijikan pada masa itu. Tak heran, pengungsi Vietnam yang berakhir di Galang dilarang keras keluar dari kamp agar tidak menjadi sumber penyebaran penyakit tersebut.

AMSUS – Association of Military Surgeons of the U.S. pasca perang Vietnam bahkan sampai membuat kajian khusus yang dilaporkan kepada kongres untuk membentuk program perawatan khusus bagi veteran yang terjangkit penyakit ini.

*Aprika R. Hernanda

2 Responses to "Jejak tragedi di kamp Galang"

harusnya pas kemaren ke Batam mampir ke sini yah???

jadi penasaran niyy mas,,hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d bloggers like this: