it’s about all word’s

Toxic Employee

Posted on: May 7, 2009

Judul: Toxic Employee
Cara Ampuh Untuk Mengenali dan Menghadapi
Para Karyawan Bermasalah
Penulis: Anthony Dio Martin
Penerbit: HR Exellency, April 2009
Tebal: 185 halaman

Beberapa waktu lalu Anthony Dio Martin lewat surat elektronik menyatakan sedang menyelesaikan buku terbarunya. Ternyata hanya dalam hitungan tidak sampai dua pekan buku yang direncanakan beredar pada Juni 2009 telah sampai di meja saya.

Judul dan desain sampulnya yang provokatif langsung membuat saya tertarik dan membetot ingatan perihal tulisan Anthony dua tahun lalu di Bisnis yang kemudian menjadi perbicangan hangat ketika mengudara.

Toxic employee? Karyawan beracun? Apa pula ini? Menurut Anthony istilah ini tidak ada kaitannya dengan karyawan yang malas atau karyawan yang berulangkali lalai dengan tugasnya atau tukang onar di tempat kerja.

Justru sebaliknya, mereka yang dimaksud dalam istilah ini, bisa jadi karyawan yang paling rajin, paling taat pada aturan dan atasan, tetapi mempunyai mentalitas dan cara pikir yang tidak membangun, melainkan merusak sekelilingnya, alias menyebarkan racun ke sekelilingnya.

Dengan sifatnya yang destruktif bagi lingkungan, eksistensi toxic employee harus segera diantisipasi sedini mungkin. Dia tidak ubahnya sel kanker atau virus HIV yang pelan tapi pasti akan menggerogoti seluruh fungsi dan kinerja tubuh organisasi atau perusahaan.

Tentu saja hal tersulit adalah memindai siapa toxic employee itu. Hal ini sama sulitnya mendeteksi simptom yang mulai ditimbulkan pada lingkungannya. Karena toxic employee bukanlah karyawan yang tergolong bodoh.

IQ- toxic employee bahkan bisa sangat cerdas dan jenius. Kemampuan kerja mereka juga tidak buruk. Beberapa malah tergolong karyawan yang memberikan hasil kerja fantastis. Mereka juga bisa sangat patuh aturan dan produktif.

Hal yang membuat seorang karyawan masuk dalam golongan toxic employee adalah karakternya. Mereka cenderung selalu berpikir negatif dan pesimistis, menjadi duri dalam daging bagi tim karena lebih banyak menjadi masalah ketimbang memberikan solusi.

Toxic employee juga sangat egosentris dan emosional. Repotnya mereka suka menyebarkan gosip dan tidak pernah bersyukur. Karena toxic employee adalah masalah pada mental, mereka bisa meracuni orang-orang yang ada disekitarnya. Akibatnya moralitas kerja karyawan bisa menurun.

Lugas dan tegas

Lalu harus bagaimana mengatasi mereka? Anthony Dio Martin menjelaskan diperlukannya kejelian untuk melakukan terapi dalam berbagai tingkatan sebab tidak jarang, toxic employee lahir karena kekecewaan yang menumpuk dan tidak ada saluran ekspresinya.

Penulis menyarankan dialog menjadi lebih penting dan sikap dewasa untuk melakukan pendekatan pada karyawan jenis ini. Beberapa kali perbicangan dari hati ke hati bisa menyembuhkan.

Agar mereka tidak semakin menjalar maka batasilah pengaruhnya. Tingkah polah toxic employee harus selalu dipantau. karena mereka ini biasa selalu selangkah lebih maju dalam hal up date.

Untuk kondisi kronis seperti toxic employee yang memiliki kharisma karena senioritas, perusahaan justru perlu peka untuk mempersempit ruang gerak dan pengaruh negatif dari mereka.

Batasi juga akses si toxic employee ini dengan rekan lain yang positif agar tidak terjangkit virusnya. Namun sebenarnya sebelum toxic employee ini semakin menyebar, seharusnya bimbingan harus segera dilakukan agar nantinya mereka tidak berulah.

Pada akhirnya, jika memang segala upaya dicoba dan mereka juga tidak sembuh, lebih baik kehilangan satu atau beberapa karyawan yang toxic daripada seluruh organisasi rusak. Namun untuk itu penulis lagi-lagi berpesan. Berlakulah secara bijak!

Karena pada beberapa kondisi, toxic employee adalah senior yang berpengaruh sehingga sering menimbulkan masalah komunikasi antara staf manajemen dan atasan. Jika atasan tidak percaya berikanlah konsekuensi yang jelas padanya.

5 Responses to "Toxic Employee"

bila mau beli buku berjudul toxic employee dimana????
Terima kasih

di semua toko buku pak…tapi mesti tunggu sampai juni

Bisa kontak langusng ke kantor HR Excellency tempat pak Anthony Dio MArtin pak,.. hub 021 3518505

semoga bermanfaat

sorry , I wanita …….

Lah kok lama baru dipasarkan ya?????

ooh…mungkin langsung disambung dengan toxic boss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: