it’s about all word’s

Man behind Festival Sinema Prancis: Frederic Alliod

Posted on: May 19, 2009

Festival Sinema Prancis tahun ini telah memasuki penyelenggaraan yang ke-14. Kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkenalkan kebudayaan Prancis yang sangat beragam dan berbeda-beda.

Melalui film-film yang diputar pada 17-26 April di Jakarta itu diharapkan terjalin hubungan baik antara kedua negara, serta menginspirasi publik lewat film-film buatan Prancis.

“Sebanyak 20 film yang akan diputar di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya merupakan representasi dari Prancis sekaligus kami ingin mempromosikan kebudayaan negeri kami yang beragam,” kata Atase Audio-Visual Kedutaan Prancis, Frederic Alliod.

Festival Sinema Prancis diselenggarakan Kedutaan Besar Prancis di bawah Bagian Kebudayaan dan Kerjasama. Sebanyak 20 film yang diputar tersebut telah dipilihkan yang terbaik selama kurun waktu produksi 2007-2008.

“Prancis biasanya diidentikkan dengan sesuatu yang romantis karena itu film-film yang dipilih banyak yang berjenis drama percintaan, tapi selain itu juga ada beberapa film yang berjenis thriller, komedi, sejarah, aksi laga, spionase, dan drama,” ujarnya.

Menurut penggemar buku karya Bret Easton Ellis, Honoré de Balzac, Victor Hugo dan Jules Vernes itu, untuk memenuhi permintaan akan diputar film-film a.l. Un baiser s`il vous plait, Ce soir je dors chez toi, Je crois que jel`aime, dan Modern Love.

Selain itu yang istimewa dari festival ini adalah hadirnya dua film yang telah memenangkan berbagai penghargaan pada festival film internasional yaitu Entres les murs yang meraih Palme d`Or di Cannes Film Festival 2008.

Sedangkan film lainnya yang juga istimewa adalah Tout est pardome, merupakan salah satu film Directors` Fortnight di Cannes 2007.

Di Jakarta, seluruh film akan diputar di bioskop Blitzmegaplex Grand Indonesia dan Studio XXI FX Plaza. Tiket dijual seharga Rp15.000 khusus untuk pemutaran film di Jakarta, sedangkan untuk pemutaran di daerah meliputi Balikpapan, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Denpasar, semuanya digratiskan.

Bintang film Marsha Timothy dan Nicholas Saputra diangkat menjadi Duta Festival. Mereka diharapkan dapat mengajak publik untuk menyaksikan film-film Prancis.

“Mereka dipilih karena merupakan aktor dan aktris muda Indonesia yang sangat berbakat. Mereka telah menandai perfilman Indonesia dan menginspirasi jutaan penonton,” kata Alliod yang suka mengamati film-film Indonesia dan sejumlah penulis Tanah Air.

Menurut pria jebolan Sciences Po Toulouse dan Institut Francais du Press ini, dia tidak bisa membawa penulis naskah film pada tahun ini yang dijadwalkan untuk memberi pelatihan bekerja sama dengan Metro TV Juni mendatang.

Penggemar Richard Oh dan Djenar Maesa Ayu itu menyatakan, krisis ekonomi memang membuat kuantitas film Festival Film Prancis menurun, namun dia memastikan kualitasnya tetap terjaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: