it’s about all word’s

In Caddie we trust

Posted on: May 27, 2009

Pasca tewasnya Nasrudin Zulkarnaen, Dirut PT Putra Rajawali Banjaran, anak perusahaan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia yang diduga melibatkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar, melejitkan profesi caddie.

Maklum satu kasus kunci kasus ini adalah Rani Juliani, seorang caddie freelance yakni caddy yang hadir di lapangan golf atas permintaan pegolf..

Caddie, caddy atau cady ialah orang yang membantu pegolf. Tugas utamanya membawa stik. Umumnya caddie adalah pria. Ini tidak lepas dari asal usul istilah caddie dari bahasa Prancis le cadet atau pria termuda dalam keluarga.

Kata cadet menjadi caddie berkat peran Ratu Mary dari Skotlandia sekitar tarikh 1561. Lidah Skotlandia mengubah kata cadet menjadi caddie. Menurut Oxford Dictionary baru dua abad kemudian istilah caddie umum digunakan bagi orang yang membawa stik golf.

Bagi pegolf pro atau amatir peran caddie adalah vital. Informasi angin, jenis stik, kondisi green, termasuk meotivasi pegolf menjadi tugas caddie. Jika diibaratkan caddie adalah navigator bagi pereli.

Menurut Kenny S, seorang pialang saham di Semarang, kalau perlu justru caddie lebih pandai dari orang yang bermain golf sehingga bisa menjadi pemandu. Tidak heran kelompok bermainnya lebih suka ditemani coddo (sebutan caddie lelaki).

“Coddo lebih mengerti soal istilah dan tata cara bermain golf yang benar. Tak jarang mereka justru mengajari pegolf,” kata dia.

Caddie dan lobi

Memang tidak bisa dipungkiri banyak pegolf yang menjadikan paras cantik caddie sebagai kriteria penentu padang golf yang akan dipakai. Umumnya mereka pegolf yang menjadikan olahraga ini sebagai sarana melobi seseorang.

Tipe pemain golf seperti itu justru yang menjadi target pengelola padang golf tertentu, Karena itu, banyak pengelola padang golf yang menampilkan para caddie cantik dan seksi.

Biasanya tipe pemain seperti ini royal sehingga sangat menguntungkan pengelola padang golf termasuk caddie -nya yang sering kebanjiran uang tip.

Jika tip normal untuk caddie berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 untuk 18 hole, maka pegolf yang bertujuan untuk melobi bisa memberikan tip hingga dua kali lipat dari tip umum.

Joni, sebut saja demikian, seorang eksekutif perusahaan agribisnis raksasa yang berkantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan mengaku biasa memberikan tip Rp100.000 hingga Rp250.000.

“Kalau caddynya ngga cantik, kami ngga jadi main, kalau caddy nya ngga cakep main kami jadi jelek,” ujar pria berkulit sawo matang yang kerap mengayuh stik di Sumatra dan Jakarta sehingga paham benar sepak terjang caddie dan pegolf.

Menurut Kriminolog Adrianus Meliala fenomena penyimpangan yang dilakukan caddie dan pegolf tumbuh subur sejalan dengan semakin terdesaknya bisnis golf 3-4 tahun belakangan.

Ketika masyarakat dihadapkan ke lebih banyak pilihan olahraga baru yang menawarkan layanan relaksasi up-to-date yang mengimpit keberadaan bisnis golf. Bisnis golf pun menawarkan pemanis dengan menyediakan caddie plus-plus.

Kendati memprediksikan kasus yang menimpa kalangan terbatas seperti yang menimpa Antasari Azhar berjumlah cukup banyak. Dia berasumsi penyimpangan yang terjadi tidak lepas dari keterkaitan pihak pengelola lapangan golf.

Namun tudingan Joni dan asumsi Meilala dibantah sejumlah caddie dan pengelola lapangan golf. “Amit-amit deh, ngapain juga sama om-om. Peraturan di tempat saya amat ketat untuk hal kaya gitu,” kata perempuan yang lebih senang disebut Nani, caddie di Lapangan Golf Modernland, Tangerang.

Lajang yang tingga di rumah petak kontrakannya di kawasan Buaran, Tangerang ini sebal dengan sepak terjang seniornya Rani Juliani. Menurut gadis jebolan SMA ini kerja menjadi caddie itu melelahkan.

Minimal 5 jam sehari dia melayani pegolf yang ingin dipandu bermain. “Capek banget, tapi saya suka pekerjaan ini karena gampang dapat duitnya. Paling pelit player ngasih saya tip Rp50.000, banyak juga yang ngasih Rp100.000.”

Uang tip memang sandaran utama para caddie.“Setiap bulan saya bisa ngumpulin sejuta dari tip, lebih banyak duit tip daripada gaji pokok,” jelas dara berambut panjang ini.

Komisaris independen PT Modernland Realty Tbk Iwan Suryawijaya menegaskan pihaknya tak segan memberikan sanksi keras bila caddie terlibat asmara dengan pegolf.

Sementara Lani Probo Marketing Manager Klub Golf Senayan berani menjamin KGS bersih dari caddie plus-plus.

“Kami melakukan tugas kontrol kepada caddie master, dan sampai saat ini laporan mereka tidak pernah terjadi hal negatif,” tegas Lani.

Damai Indah Golf tak kalah ketatnya, menurut Executive Director Christine Wiradinata ada larangan caddie jadi langganan anggota klub untuk latihan termasuk caddie pesanan khusus dalam kejuaraan amatir atau profesional.

“Kecuali turnamen internasional karena peraturan internasional memperbolehkan hal itu, makanya Tigers Wood boleh bawa caddie-nya kemana-mana,” ujar Chrsitine.

Sementara itu Gombel Golf Semarang (GGS) lebih tegas. Menurut Golf Club Operation Manager GGS Rina Maharani, beberapa bulan lalu pihaknya mengeluarkan enam caddie wanita karena terindikasi melakukan kencan dengan pemain di luar lapangan.

“Kita ngga mau pertaruhkan nama baik perusahaan untuk itu langsung kita pecat,” tuturnya.

Manajemen GGS bertindak tegas karena kebijakan ini untuk melindungi caddie yang lain. Rata-rata caddie masih kuliah bahkan menjadi tulang punggung keluarga.

Ramadhan Nuhtada
‘Olahraga golf bisa jadi landasan hidup’

Olahraga golf dalam pandangan Ramadhan Nuhtada, menyimpan pesan-pesan positif bagi perjalanan hidup. Meski tujuan utama kompetisinya mencari kemenangan individu, tetapi olahraga ini bisa dijadikan landasan hidup bermasyarakat.

“Penilaian tersebut berdasarkan pengalaman saya sejak mulai mengayunkan stik sejak 1980 dengan predikat junior sampai dengan saat ini,” ujar Ramadhan, pria kelahiran Oktober 1972 ini saat ditemui di Klub Golf Senayan, Jakarta Selatan.

Salah satu momentum bahkan disaksikannya pada tahun lalu di Jakarta. Ketika itu pegolf putra manca negara menjuarai turnamen internasional. Tiba waktunya bagi juara naik podium, dia lalu memanggil caddy wanita yang mensuport selama bertanding.

Sang pemenang, tutur pria berdarah campuran Sumatera Utara tersebut, tersentuh oleh kesadaran golfer tersebut bahwa tanpa dukungan pendampingnya selama bertarung berhari-hari, dia tidak akan meraih sukses. Momentumn itu merupakan contoh profesionalitas

Masih banyak nilai positif yang bisa diberikan caddy saat menjalankan tugas pendampingan terhadap pegolf atau golfer. Caddy, kata Dani, juga memiliki peran penting ketika pegolf menghadapi kendala teknis permainan.

“Mereka tidak hanya menjadi pendamping untuk membawa perangkat permainan, namun mampu memberi solusi karena pada dasarnya mereka diberi pemahaman standar permainan golf.”

Terkait kehangatan isu bahwa ada caddy plus-plus di lapangan golf, pria kelahiran Oktober 1992 ini menegaskan penyimpangan tidak akan terjadi apabila pegolf berkonsentrasi pada permainan, bukan pada hal negatif.

Menurut Dani, hubungan lahiriah jelas tidak bisa dihindari kebersamaan antara pegolf dengan pendampingnya, caddy. Apalagi status ekonomi pegolf rata-rata dari kalangan menengah ke atas, sehingga industri golf bisa eksis.

“Hubungan antara pegolf dengan caddy biasanya menjadi lebih dekat saat terjadi pemberian tip. Tetapi menurut saya, tidak etis jika kasus seorang caddy, lalu diusung menjadi isu negatif terhadap seluruh caddy di Indonesia,” tandas Dani.

Dia menampik asumsi bahwa manajemen padang golf hanya memprioritaskan perekrutan caddy wanita berparas cantik. Sebaliknya Caddy harus memiliki fisik prima, karena menyelesaikan satu permainan 18 hole, minimal menempuh jarak 6 km.

Selain itu caddy juga wajib memiliki wawasan luas terhadap tugasnya mendampingi pegolf. Tidak jarang pegolf minta advis kepada caddy untuk meneruskan pukulan ketika kesulitan menentukan arah bola. (Mulia Ginting Munthe)

Reportase:
Endot Brilliantono
Noerma Komalasari
Mulia Ginting Munthe
Th.D.Wulandari
Natalina Kasih Wasiati

2 Responses to "In Caddie we trust"

padahal yang dicari justru tempat golf yang ada Caddy plus-plus ya…sambil menyelam minum air

wow..interes bgt..
Kebetulan sedang mengadakan penelitian mengenai penilaian pemain Golf terhadap Kinerja Caddy dan Perbedaan Gender Caddy yang tersedia di lapangan Golf???,,,
Mungkin ada relawan yang mau bersedia menjadi responden dan membantu saya?,

Terima kasih sebelumnya…

Salam

Contact to :
vote3sha.thesis@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: