it’s about all word’s

Gonorrhea makin sakti

Posted on: June 24, 2009

Boleh jadi para pria ‘penikmat sate kambing’ dan perempuan penjaja ‘sate kambing’ akan semakin waspada dengan hasil penelitian di sejumlah negara mengenai obat penyakit kelamin gonorrhea yang semakin tidak mempan.

Analisa yang lebih menyeluruh diterbitkan pada Journal of Antimicrobial Chemotherapy yang memperlihatkan perlawanan terhadap antibiotik merupakan hal yang umum terjadi dalam beberapa tahun belakang.

Gonorrhea atau biasa disebut sebagai GO adalah penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, bakteri diplokokkus gram negatif yang menjadikan manusia sebagai perantaranya.

Gejala awal dari infeksi tersebut terkadang tidak disadari oleh mereka yang mengidapnya. Tetapi jika penyakit ini tidak mendapat perawatan yang tepat dan dibiarkan begitu saja maka dapat berdampak sangat serius, khususnya pada perempuan.

Perempuan penderita pada stadium akhir dapat terkena sindrom pelvic inflammatory yang merusak tuba falopi, akhirnya menyebabkan kemandulan (infertilitas).

Para peneliti dari Lembaga Perlindungan Kesehatan (HPA) Inggris seperti dikutip BBC menemukan uji coba terhadap sampel dari penyakit yang menyebar lewat hubungan seksual itu di Inggris dan Wales memperlihatkan GO kini makin sakti.

Menurut peneliti HPA, Dr. Stephanie Chisholm daya tahan penyakit ini cukup tinggi terhadap antibiotik yang umum digunakan, azithromycin. Temuan ini melengkapi kiprah GO yang sudah lama memusinkan para dokter dan ahli farmakologi karena kecepatan penyakit ini melakukan aktualisasi.

Sejak jaman Hipocrates GO seakan memiliki sistem kekebalan diri yang membuat mutasi genetik yang terjadl senantiasa menjadi jawaban terhadap antibiotik. Berbagai jenis antibiotik telah ditaklukkannya.

Sebut saja penisilin, tetracycline, cephalosporin, ciprofloxacin, ofloxacin, levofloxacin hingga ceftriaxone yang dalam hitungan kurang dari satu dasawarsa sudah berhasil ditekuk GO.

Pantas jika kemudian penyakit yang bakteri penyebabnya ditemukan Albert Neisser kini disebut sebagai T-Rex, mengacu pada dinosaurus karnivora paling ganas dan paling berbahaya.

Pengamatan peneliti kesehatan di Amerika Serikat dan Skotlandia memperlihatkan indikasi yang sama terkait daya tahan penyakit terhadap antibiotik jenis azithromycin.

Hal ini membuat tidak disarankan sebagai pilihan utama terapi bagi mereka yang mengidap gonorhae tetapi seharusnya dilakukan penarikan obat jika jenis yang standar digunakan tidak lagi bekerja.

Para peneliti mengatakan daya tahan tersebut dapat terjadi karena antibiotik digunakan tidak sesuai dengan yang disarankan dokter.

“Hanya saja meski GO mampu bertahan dari antibiotik, perawatan dan dosis yang tepat akan dapat menyembuhkan infeksi gonococcal yang sesungguhnya tidak rumit untuk ditangani,” ujar Chisholm pekan ini.

Hasil penelitian ini jelas membuat para ilmuwan seperti kembali ke medan tempur yang pernah mempecundangi para tentara Amerika Serikat di medan tempur Vietnam dan perbatasan Korea Utara-Selatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: