it’s about all word’s

Si Nautile yang sangkil dan mangkus

Posted on: June 24, 2009

Kapal selam mini Nautile dibuat oleh Institut Riset Ekploitasi Laut Prancis (Ifremer) pada 1984. Meski mini mesin penyelam ini adalah penguasa samudera bagai Satria Antareja putra Bima. Nautile dirancang untuk mampu menyelam sedalam 6.000 meter.

Maklum saja untuk bisa bekerja sangkil dan mangkus, kendaraan air yang dioperasikan tiga orang ini dijejali beragam teknologi canggih dari belasan lembaga riset dan produsen senjata Prancis.

Seperti dikutip dari situs Ifremer untuk membuat rangka titaniumnya terlibat produsen kapal DCN di Toulon yang dibantu Emerson & Cumming dengan teknologi busa sintetis, kemudian Ametek/ Straza untuk teknologi sonar.

Sementara Hytec terlibat dalam teknologi kamera digital, lampu flash buatan Benthos, baterai buatan Ceac/Fulmen, dan sejumlah teknologi buatan Pyromeca, Ugine hingga teknologi radar bawah laut Posidona buatan Thales, Ixsea Oceano.

Nautile memiliki dua lengan sepanjang delapan meter bernama Robin. Lengan robotik ini membawa kamera foto, kamera video dan sejumlah lampu. Sekali nyemplung, Nautile bisa beroperasi untuk durasi delapan jam.

Sebelum diterjunkan dalam misi ini, Nautile telah berpengalaman mencari perangkat makan perak dari kapal Titanic dan tanker minyak yang tenggelam.

Kapal ini pernah dilibatkan untuk meneliti tingkat pencemaran tumpahan minyak dan sekaligus juga mencari cara untuk memblokir rembesan minyak dari retakan-retakan di kapal tanker Prestige di perairan Spanyol 19 November 2002.

Saat itu Prestige yang tenggelam pada kedalaman 3500 meter, retak 14 bagian menumpahkan 125 ton minyak mentah yang mencemari laut yang baru selesai mengucur pada Maret 2006.

Sementara prestasi Nautile untuk mencari kotak hitam pesawat cukup mumpuni. Sejak pertama kali menyelam, kapal selam sepanjang delapan meter itu telah berhasil menemukan dan mengangkat 10 kotak hitam.

Untuk menemukan kotak hitam Air France, pihak Amerika Serikat membantu dengan meminjamkan peralatan canggih bernama Towed Pinger Locator yang dapat mendeteksi sinyal darurat sampai kedalaman 6.100 meter.

Angkatan Laut Amerika Serikat telah mengirimkan dua peralatan berteknologi tinggi ke kapal Prancis. Dua alat itu diharapkan bisa membantu Prancis menemukan lokasi kotak hitam pesawat tersebut.

Pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang menolak disebut identitasnya menyatakan alat itu diterbangkan ke Brasilia pada 8 Juni bersama satu tim prajurit Angkatan Laut Amerika.

Tim tersebut akan membawa alat pelacak itu ke kapal tunda Prancis, yang akan menggunakannya untuk mendengarkan transmisi yang dipancarkan kotak hitam.

Alat pendeteksi gema sonar yang dipancarkan kotak hitam itu juga pernah digunakan untuk mencari lokasi kotak hitam pesawat Adam Air KI-574, yang jatuh di perairan Majene, Sulawesi Barat, pada Januari 2007.

Alat itu digunakan oleh USNS Mary Sears, kapal survei oseanografi Amerika Serikat, untuk menemukan kotak hitam pesawat Boeing 737-400 yang berada pada kedalaman 2.000 meter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: