it’s about all word’s

talk about Soho

Posted on: July 2, 2009

Dunia farmasi di Tanah Air tentunya tak asing dengan nama satu perusahaan obat ini, Soho. Ratusan jenis obat, mulai dari jenis ethical (obat dengan resep dokter) hingga obat-obatan bebas (over the counter/ OTC) telah dihasilkan dari perusahaan ini.

Perusahaan yang mulai berdiri pada 1946 ini tak serta merta bertumbuh besar seperti saat ini. Dimulai dari berdirinya PT Ethica Industri Farmasi yang memproduksi obat-obatan injeksi pada 30 November 1946, perusahaan ini perlahan mulai menapaki jalur bisnis di bidang farmasi.

Hingga pada 1951, PT Soho Industri Pharmasi (SIP) berdiri. Saat kelahirannya, perusahaan ini tidak terlalu banyak dikenal luas. Namun, nama perusahaan Soho mulai mengorbit seiring dengan kesuksesan meluncurkan obat-obatan OTC.

Ditambah lagi besarnya permintaan serta munculnya trend obat-obatan herbal di pasaran membuat nama perusahaan ini semakin dikenal luas oleh para konsumen. Dan tentunya, menjadi salah satu perusahaan yang cukup diperhitungkan bagi perusahaan lainnya yang memiliki lini bisnis yang sama.

Sebelum lebih jauh membahas mengenai kesuksesan Soho di kancah industri farmasi, perlu sejenak merunut kelahiran perusahaan ini awal berdirinya. Ya, lahirnya Soho tidak lepas dari peran dari pendirinya, yaitu Tan Tjhoen Lim.

Lahir di Bangka, Tan Tjhoen Lim dikenal punya spirit enterpreneur yang kuat. Hal ini pula yang menyebabkan perusahaan yang baru didirikannya, Ethical, bisa berkembang cepat.

Baru pada 1951, perusahaan baru kembali didirikan dengan nama Soho Industri Pharmasi. Tak butuh waktu lama perusahaan ini dikenal sebagai salah satu produsen obat-obatan skala nasional.

Saat perusahaan ini mulai berkembang, pendiri perseroan meninggal, dan digantikan oleh penerusnya, Tan Eng Liang. Di bawah kepemimpinan generasi kedua inilah, Soho bisa bergerak lebih cepat dan diakui memiliki reputasi nasional.

“Soho sendiri sebenarnya sebuah singkatan yang diambil dari bahasa latin, yang artinya kumpulan orang-orang yang terhormat. Hal ini yang mendasari kami dalam menjalankan bisnis, sehingga kami bisa memberi kontribusi bagi masyarakat luas,” ujar Presiden Direktur Sogo Group Andreas Halim saat membuka perbincangan.

Menurut Andreas, filosofi itulah yang menjadi pegangan bagi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.Yaitu institusi akan menjadi terhormat apabila mampu berkontribusi bagi masyarakat di sekitarnya.

Inilah yang membuat Soho tidak puas dengan setiap pencapaian yang diperoleh untuk bisa memberikan yang terbaik. Selain memproduksi obat-obatan ethical dan OTC, perusahaan ini juga memiliki perusahaan pendukung untuk kegiatan distribusi, yaitu PT Parit Padang.

Parit Padang tak hanya menjual obat-obatan yang diproduksi perseroan, namun juga mendistribusikan berbagai produk prinsipal, yang hingga saat ini mencapai sekitar 39 perusahaan.

Layaknya sebuah simfoni, yang masing-masing bagian memainkan peranannya sendiri dan pada akhirnya berhasil memunculkan irama yang dinamis. Demikian pula yang terjadi pada Soho.

Sampai saat ini terdapat tiga lini bisnis yang berbeda, yang dijalankan oleh perusahaan, yaitu segmen obat-obatan resep yang dijalankan oleh Ethical, OTC yang dijalankan oleh PT Soho Industrial Pharmacy, serta distribusi obat-obatan oleh PT Parit Padang.

Masing-masing entitas bisnis itu memainkan peran masing-masing, dan muaranya tentu saja memberi nilai tambah bagi perusahaan.

Ethica masih merupakan pabrik injeksi dan antibiotik bernama Cephalospurin (tablet dan kapsul). Berbeda dengan Ethica saat awal pendiriannya, saat iniperusahaan tersebut beroperasi dengan peralatan yang jauh lebih modern serta menerapkan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Pada awal mulanya, Ethica berada di kawasan Jl. Gunung Sahari, Jakarta dengan peralatan yang terbilang sederhana. Namun sejak 1996, pabrik baru yang dibangun di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta telah dilengkapi dengan peralatan yang mutakhir dan memperoleh sertifikasi ISO.

Menurut Andreas, produk obat yang dihasilkan Ethica lebih dari 100 jenis, dan rata-rata sudah dikenal oleh komunitas rumah sakit dan kedokteran di Indonesia. Beberapa produk antibiotik cukup populer di kalangan kedokteran, seperti halnya Ethicef.

Khusus untuk Ethica, saat ini tak kurang dari 400 orang terserap sebagai tenaga kerja di perusahaan tersebut. Khusus untuk tenaga pemasaran, tak kurang dari 200 orang dipekerjakan sebagai ujung tombang perseroan.

“Untuk bisa besar, kami juga membangun kerjasama dengan perusahaan lain, termasukperusahaan farmasi asing,” lanjut Andreas.

Seperti halnya yang diungkapkan Andreas, sejumlah perusahaan asing lantas memilih bermitra dengan perusahaan ini. Sebut saja salah satunya Pfizer hingga sekarang tertarik membangun aliansi bisnis dengan Ethica.

Obat Herbal
Bagi masyarakat yang akrab dengan televisi, radio maupunkoran, produk obat sakit perut merek Diapet serta multivitamin untuk anak-anak Curcuma Plus begitu familiar di telinga.

Ya, dua merek itu adalah bagian dari sekian banyak obat herbal yang diproduksi oleh Soho. Dituturkan Andreas, obat herbal ini ke depannya akan menjadi lokomotif bagi berjalannya bisnis obat-obatan yang dijalankan perseroan.

“Kami akan lebih fokus pada obat-oatan herbal. Hal ini juga mengikuti trend yang ada dalam pasar farmasi. Namun demikian, kami tidak akan meninggalkan produk obat jenis ethical,” kata Andreas.

Berdiri sejak 1951, PT Soho Industri Pharmasi hingga sekarang telah memproduksi obat-obatan herbal. Hal ini sesuai dengan trend permintaan di pasar dunia kesehatan global yang lebih banyak menggunakan bahan-bahan herbal sebagai bahan obat.

Produk herbal yang dihasilkan SIP terbilang cukup komplet. Selain memproduksi obat-obatan padat seperti kapsul dan tablet, perusahaan ini juga memproduksi obat jenis sirup, serta obat tradisional.

Soho Industri menggunakan bahan berupa ekstrak dari bahan alami yang kemudian dibuat menjadi produk obat-obatan. Berbagai inovasi yang dikembangkan itulah, Soho Industri tercatat sebagai salah satu perusahaan farmasi dengan pertumbuhan tercepat.

Tak dimungkiri, fokus yang dipilih oleh perseroan untuk fokus ke bisnis obat-obatan herbal telah banyak berkontribusi ke perseroan. Sejumlah data menyebutkan 65% dari total penjualan disumbang oleh produk herbal, baik jenis OTC maupun ethical.

Herbal ethical yang dimaksud di sini adalah produk herbal yang dipromosikan ke dokter dan dikategorikan sebagai obat, seperti Curvit.

Selain itu produk herbal yang berbasis temulawak (curcuma) merupakan andalan dan bahkan sudah menjadi ikonnya. Produk-produk berbasis temulawak ini menyumbang tak kurang dari 30% dari total produksi.

“Produk curcuma telah kami kembangkan sejak era ’90-an. Namun kami baru memasarkan dan mengiklankan produk tersebut secara besar-besaran setelah memasuki era 2000-an,” ujar Andreas.

Ada sekitar 1.500 karyawan, termasuk 600 tenaga penjualan yang tergabung dalam Soho Industri Pharmasi. Kendati identik sebagai perusahaan keluarga dan belum melantai di bursa efek, namun perusahaan ini yang sangat adaptif terhadap praktek manajemen modern.

Berbagai pendekatan bisnis modern diimplementasikan dengan tidak tanggung-tanggung. Lagi-lagi, dengan menggunakan pendekatan manajemen seperti ini, perusahaan farmasi asing seperti Sanofi Winthrope dari Prancis, hingga Angelini Francesco Italia berkepentingan untuk menjalin kontrak produksi dengan Soho Industri.

“Ini merupakan salah satu strategi kami untuk berkembang, yaitu membuka diri dengan perusahaan asing dan menjalin kerjasama denagnnya,” kata Andreas.

Di lini bisnis distribusi obat-obatan, perusahaan ini memiliki pemain yang juga disegani, PT Parit Padang.

Melalui perusahaan ini, hampir 100% produk-produk Grup Soho dijual melaluinya. Di samping itu, perusahaan distribusi ini juga menjual berbagai produk yang dihasilkan perusahaan farmasi lainnya.

Dari hasil penelusuran diketahui selama 2008, pendapatan Parit Padang mencapai Rp 2 triliun. Jumlah yang tidak kecil tentunya bagi perusahaan distributor obat-obatan.

Hingga saat ini Parit Padang memiliki cabang lebih dari 20 buah yang tersebar di kota-kota besar Indonesia. Selain itu perusahaan ini juga punya 8 kantor pemasaran dan 16 subdistributor.

Dengan dukungan jaringan yang cukup luas, anak usaha Soho ini mampu mendistribusikan produknya di 126 ribu titik ritel farmasi, baik itu apotek, toko obat, rumah sakit, care center, toko kosmetik klinik maupun toko tradisional dan modern.

Dengan dukungan masing-masing entitas bisnis tersebut, perusahaan ini konsisten mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 25% per tahunnya mulai 2004.

Go Internasional
Tidak puas dengan capaian dari dalam negeri, Soho kemudian memilih mengepakkan sayap bisnis ke luar negeri, yang dimulai pada 2006.

Sejumlah negara yang menjadi sasaran investasi perseroan adalah Mongolia, Lebanon, Malaysia, Myanmar, dan Nigeria. Selain itu Soho juga mengembangkan bisnis ke ke negara-negara di kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa Timur, dan Afrika.

Ini sesuai dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan farmasi dan produk perawatan di dunia pada 2015.

Untuk mempersiapkan visi mereka sebagai perusahaan yang siap go global di 2015, Soho Group menitikberatkan pada kesiapan sumber daya manusia sebagai ujung tombak keberhasilan visi dan misi perusahan tersebut.

Melalui program Strengthening the Leadership of Soho Group, perusahaan ini bekerja sama dengan Palladium Group dan Monash University Australia menggelar pelatihan kepemimpinan kepada karyawan berdasarkan metode balance score card (BSC).

Metode BSC bagi Soho Group merupakan cara yang dilakukan seorang pemimpin untuk dapat mengeksekusi suatu kebijakan perusahaan secara baik sehingga secara keseluruhan perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lain.

Melalui metode yang diperkenalkan oleh Robert Kaplan dan David Norton itu, Soho Group mengambil kesimpulan bahwa kesuksesan suatu perusahaan dipengaruhi oleh lima komponen utama, yaitu sistem keuangan perusahaan, organisasi perusahaan, budaya perusahaan, teknologi informasi, dan sumber daya manusia.

“We have been investing heavily in Product Development, Human Capital and Information,” tulis manajemen Soho dalam situsnya.

Dalam hubungannya dengan para karyawan, perusahaan ini berprinsip bahwa karyawan bukan sekadar sumber daya manusia, tetapi menjadi modal kesuksesan perusahaan sehingga pelatihan ini dilakukan untuk mempersiapkan karyawan menjadi sumber daya manusia unggul bagi perusahaan.

Soho berupaya agar karyawan memiliki sense of belonging, atau rasa memiliki terhadap perusahaan.

Pernah pada suatu acara gathering dengan karyawan, perusahaan membagi-bagikan uang sebesar Rp1 juta langsung kepada karyawan. Kendati hanya sebesar itu, namun langkah itu menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap karyawan.

Di samping itu, melalui cara itu karyawan juga merasa diperhatikan dan dihargai seluruh pengabdiannya kepada perusahaan.

Dengan meramu seluruh aspek potensi yang dimiliki perusahaan, Soho berhasil membukukan kinerja keuangan yang signifikan. Dan hingga akhir tahun ini, Soho berambisi meraih pertumbuhan penjualan lebih dari 20%, dengan memperkuat penetrasi pasar produk yang menjadi andalan perseroan, di antaranya Curcuma Plus dan Fitkom Tablet (suplemen untuk anak-anak).

Saat ini, utilisasi pabrik untuk produk obat-obat cair (liquid) sudah mencapai 100%, sedangkan pabrik obat-obatan solid/tablet kurang dari 60%.

Terkait dengan pasar ekspor, kontribusi penjualan produk ke sejumlah negara saat ini masih kurang dari 1% terhadap total pendapatan perusahaan. Dalam kurun waktu 2 tahun hingga 3 tahun mendatang, kontribusi ekspor diharapkan naik menjadi 5%.

Dengan berbagai pencapaian saat ini, Soho mempersiapkan visi 2015 yakni, distribusi serta menyediakan produk dan pelayanan kesehatan. Salah satu tahap yang dipersiapkan adalah pada 2010 mendatang, perusahaan diharapkan sudah memasarkan produk-produknya di beberapa negara maju.

Membentuk Holding
Seiring dengan membesarnya bisnis farmasi yang dijalankan perseroan, ke depan Soho akan mempersiapkan pembentukan perusahaan induk (holding).

Andreas menuturkan saat ini belum ada holding, dan ke depan pembentukan perusahaan induk dinilai mampu mengelola perjalanan bisnis Soho yang dirintis sejak 63 tahun lalu.

“Kami membuat rencana untuk membentuk holding atau perusahaan induk. Saat ini kami masih mempersiapkannya,” ujar Andreas.

Ya, dengan menganggap semua bagian perusahaan menjadi entitas yang penting bagi kinerja perseroan, Soho telah berhasil menciptakan harmonisasi bisnis yang apik dan memberi imbal hasil yang besar bagi perseroan.

1 Response to "talk about Soho"

Might be this blog’s greatest piece I have seen!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: