it’s about all word’s

Happy ‘Siti Nurbaya’ Salma

Posted on: July 29, 2009

Penyuka Pram yang jadi Siti Nurbaya

Akhir pekan lalu lobby Lounge Hotel Aryaduta – Patung Tani, Jakarta sungguh riuh. Tawa kerap terdengar disela-sela diskusi serius soal sastra klasik Siti Nurbaya karya Marah Rusli yang digelar Balai Pustaka.

Happy Salma yang cantik dengan balutan baju keemasan berhadapan dengan sastrawan Taufiq Ismail, moderatornya tak kalah heboh, kolumnis dan perancang baju bergelar dokter, Samuel Mulia.

Aktris kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 4 Januari 1980 ini oleh Balai Pustaka terpilih menjadi ikon Siti Nurbaya dengan alasan karakter Happy dianggap memili banyak kesamaan dengan karakter utama buku tersebut, salah satunya dalam pemilihan jodoh.

Perbit Balai Pustaka memang sedang giat kembali ke ranah penerbitan sastra yang cukup lama ditinggalkan karena lebih berkonsentrasi pada buku-buku proyek pemerintah. Langkah awal mereka adalah dengan menerbitkan ulang delapan novel sastra Indonesia dengan tema ‘Indonesian Cultural Heritage.’

Setiap buku diwakili satu ikon a.l. Yuni Shara, Lukman Sardi, Cornelis Agatha, Tio Pakusadewo, Maudy Koesnadi, Andrei Aksana. Selain ikon, balai Pustaka menunjuk duta buku a.l. Roy Sembel, Sandiaga S. Uno dan Becky Tumewu.

Pemilihan sosok Happy memang tidak salah. Dia terlihat percaya diri membawakan risalah berjudul ‘Siti Nurbaya dalam distorsi.’ Happy tidak belebotan menganalisis kartya Marah Rusli dalam perspektif gender dan kekinian.

Menurut penggila karya-karya sastrawan pejuang Pramoedya Ananta Toer ini, Siti Nurbaya sudah menjadi mitos dari budaya tutur lisan karena karya cetaknya semakin jarang disentuh.

“Bahkan [band] Dewa 19 pernah membuat lagu yang judulnya ‘Cukup Siti Nurbaya’ yang kalau dikaitkan dengan novel Siti Nurbaya juga tidak tepat,” ujar Happy berapi-api sembari melempar senyumnya yang membuat Samuel Mulia iri.

Perhatian hadirin memang terus lekat ke panggung. Kedua panelis memang menyajikan paparan yang menarik. Hujan deras yang mengguyur Jakarta disertai petir menggelegar tidak membuat diskusi terganggu.

Bintang diskusi hari itu memang Happy Salma yang tidak saja cantik tetapi juga cerdas dan memang cinta membaca dan menulis. Personalitas Happy emmang kuat. tokoh dalam novel tetralogi Pramoedya Ananta Toer, Nyai Ontosoroh yang pernah diperankannya.

Menurut Happy menulis dan membaca di samping sebagai pelarian dalam mengatasi kejenuhan, juga merupakan kebiasaannya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Soal menulis, dia malah bisa menghabiskan waktu seharian untuk menulis.

Menulis bisa menjadi obat bagi pengaruh dunia selebritas yang penuh dengan sensasi sebab setiap artis membutuhkan kepribadian yang kuat. Dengan menulis, dia bisa mengatasi kejenuhan jika suatu saat mengalaminya.

Dia mengaku kini gemar menulis artikel dan cerita pendek di beberapa surat kabar nasional. Dalam sehari bisa Happy bisa menghabiskan waktu hanya untuk menulis. “Bisa seharian kalau sudah nulis.”

Happy mengaku sudah menulis sekitar 100 cerita pendek dan 25 artikel dengan panjang tulisan bisa mencapai 20 halaman yang terinspirasi dari segala sesuatu yang dilihat dan dirasakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: