it’s about all word’s

Mbak Ani Sri Mulyani

Posted on: August 23, 2009

Menepis anggapan wanita lemah

Indonesia boleh berbangga karena kembali menempatkan wakil yang sama dalam jajaran 100 perempuan paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes pada tahun ini.

Kendati peringkatnya menurun dari urutan ke-23 pada tahun lalu dan kini berada di posisi ke-71, setidaknya ini merupakan kado yang indah buat negeri di usianya yang ke-64.

Adalah Sri Mulyani Indrawati yang kembali mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Keberhasilannya meramu kebijakan fiskal dalam mengelola perekonomian Tanah Air, menjadi dasar kuat bagi Forbes untuk kembali mensejajarkan namanya dengan Kanselir Jerman Angela Markel, bahkan mengalahkan Hillary Rodham Clinton, Aung San Suu Kyi dan Oprah Winfrey.

Ketegasannya dalam menggiring reformasi birokrasi di Departemen Keuangan menjadi salah satu poin plus Sri Mulyani di mata Forbes.

Mantan Menteri Keuangan Terbaik Asia 2006 versi The Emerging Market
ini juga dianggap berhasil menciptakan iklim investasi yang bersahabat melalui beragam insentif pajak. Selain itu kepandaian diplomasinya di kancah internasional juga menjadi faktor pendukungnya untuk memperoleh predikat tersebut.

Sebagai pejabat Bu Ani juga jago menghadapi wartawan. Sebut saja saat dia cerdas menjawab soal tudingan neoliberlisme kepadanya sebagai mantan sosok penting di IMF.

“Dari segala subsidi yang kita berikan, Indonesia tidak mungkin neoliberal. Jadi, atas nama pemerintah karena Presiden dan Wakil Presidennya jadi capres dan juga dulu Megawati yang kirim saya ke IMF, jadi saya ngomong atas ketiga-tiganya,” katanya di Senayan pada 28 Mei.

Namun jangan salah. Selain pandai meramu fiskal, Sri Mulyani yang akrab disapa dengan Mbak Ani juga serba bisa. Getol menulis cerpen, dia juga piawai tarik suara. Tengok saja aksi panggungnya ketika menyanyikan lagu Di Bawah Sinar Bulan Purnama pada acara Harmoni Indonesia Ku, pekan lalu.

Tampaknya, wanita kelahiran Tanjung Karang, Lampung 26 Agustus 1962 ini semakin percaya diri setelah setahun yang lalu berduet dengan Kris Dayanti pada peluncuran ORI-004, dengan membawakan lagu Menghitung Hari.

Tidak hanya itu, Ph.D of Economics jebolan University of lllinois Urbana-Champaign, AS, ini juga satu-satunya pejabat wanita yang berhasil mematahkan dominasi laki-laki pada pertandingan voli yang digelar Departemen Keuangan dalam Peringatan HUT RI Ke-64, Selasa lalu.

Sore itu, Mbak Ani beda dari biasanya. Senyumnya yang merekah ditambah dengan perpaduan kaos polo merah, celana training hitam, dan topi putih terbalik, menutup sifat kesehariannya yang elegan, angkuh dan tegas.

Meski tahun ini kami yang tergabung dalam Forum Wartawan Ekonomi
keuangan dan Moneter (FORKEM) berhasil mengalahkan tim voli yang dipimpinnya, beberapa kali service dan sambaran Mbak Ani berhasil memperdayai kami para wartawan. Namun setidaknya, kami selaku jurnalis diberikan waktu sekali dalam setahun untuk bisa melawan birokrat tanpa sanksi dalam pertandingan persahabatan tersebut.

Suasana inilah yang bisa menjadi intermezo di tengah padatnya aktivitas Mbak Ani yang sering membuat kami kewalahan meliputnya. Jam kerja yang tidak tentu, ditambah dengan pembawaannya yang sering berubah-ubah sering kali membuat kami pulang dengan tangan hampa atau tanpa berita darinya.

Kalau sedang datang mood-nya bicaranya panjang, tapi kalau lagi apes jangan harap mau ngomong.

Jadi karakternya kerap berubah. Mungkin tergantung siapa yang dihadapinya. Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini akan sangat serius dan tegas ketika menghadapi para anggota dewan, tetapi berbanding terbalik ketika mengahadapi mahasiswanya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Dengan materi yang hampir sama, yakni makroekonomi, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ini tidak segan-segan menyisipkan humor dalam materi kuliah yang dibawakannya di kampus.

Kalau Sri Mulyani berhasil mengurus dapur negara, lalu bagaimana dengan dapur keluarganya? Tampaknya berjalan mulus, karena sejauh ini belum terdengar keluh kesah dari suaminya, Tony Sumartono dan tiga orang anaknya, Dewinta Illiana Sumartono, Adwin Haryo Indrawan Sumartono dan Luqman Indra Pambudi.

Jadi, kata siapa wanita itu lemah? Stereotip tersebut tampaknya sudah tidak lagi relevan untuk menggambarkan kondisi sosial saat ini. Eksistensi wanita kini kian hebat menyaingi bahkan boleh jadi melebihi laki-laki. Mari kita tunggu lahirnya Mbak Ani yang lain.

2 Responses to "Mbak Ani Sri Mulyani"

saya meneteskan air mata dikala banyak tudingan miring kepada menkeu atas bailout bank century yang sebenarnya tidak ada masalah, tolong DPR cerdas dalam bertindak jangan permalukan rakyat karna telah memilih mereka dan tidak menunjukan kapasitasnya,
namun kami tentunya pasti mendukung asal tidak berlebihan , lakukan hak angket secara profesional dan porposional.

@Harry fariyadi:sy termasuk orang yg geram bukan kepalang saat pansus century berlangsung, bagaimana bisa SMI divonis bersalah krn century scr politik, bukan melalui proses hukum??dgn adanya pansus, sy semakin sadar kalau negara ini sebenarnya ingin dijadikan negara mafia dan membusuk oleh pihak2 yg mempunyai jaringan kekuasaan dan politik( a.k.a DPR)..sy yakin orang2 banyak yg makin apatis negara ini, dan butuh pemimpin yg berani berantas mafia itu..dan sy yakin pemimpin itu adl SMI itu sendiri$$

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

August 2009
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: