it’s about all word’s

The World is Curved

Posted on: September 1, 2009

Judul: The World is Curved
Kiamat Ekonomi Global
Krisis Kredit 2007-2008 Barulah Awal
Penulis: David M. Smick
Penerbit: Daras Books
Tebal: 328 Halaman

Thomas L. Friedman memang luar biasa. Karyanya bertajuk The World is Flat sukses menyabet beragam penghargaan dan menjadi rujukan . Tentu saja muncul pengkritik Friedman, salah satunya Pankaj Ghemawat, professor dari Harvard Business School.

Uniknya justru bukan Ghemawat yang menulis buku sebagai antitesis dunia yang mendatar, justru seorang penasehat ekonomi para presiden AS, David M. Smick yang tampil.

Jika disebut sebagai pertandingan. Kedua buku ini bagai pertemuan total football Belanda melawan system pertahanan gerendel cattenacio Italia. Meski bertolak belakang namun tetap sama menawannya.

Jika Friedman membawa pembaca pada kesimpulan digitalisasi mempermudah hidup umat manusia, maka Smick justru membuat pembaca bertanya benarkah dunia yang terkoneksi sebuah berkat ataukah justru kiamat yang siap beraksi.

Apa yang terjadi setelah krisis kredit 2007-2008 yang didorong subprime? Apa yang akan Anda hadapi? Tidak pelak, krisis dan kemunduran ekonomi Amerika Serikat sebagai konsumen terbesar akan berdampak pada dunia, termasuk Indonesia.

Paman Sam sebagai lokomotif perekonomian dunia mulai kehabisan napas. Seluruh dunia cemas, karena konsekuensinya jelas: pemiskinan riil sebagian besar masyarakat dunia

Ekonomi global di ambang kiamat. Berbagai kebijakan salah kaprah mengancam sistem yang menopang kemakmuran dunia selama seperempat abad terakhir. Sampai seberapa jauh perekonomian dunia bakal terpuruk? Apa yang perlu dilakukan untuk mengantisipasinya, agar yang terburuk tidak terjadi?

Buku setebal 328 halaman ini dengan gaya yang memikat berusaha menjawabnya. Penulis sebagai salah satu pakar strategi pasar finansial paling terkemuka di dunia dengan apik menjelaskan hal yang selama ini menjadi rahasia umum.

Smick bahkan dengan berani menyatakan saat ini, dunia seperti mengalami de javu pada masa pasar terintegrasi dan kemakmuran besar yang dinikmati pada periode 1870-1914, yang dikatakan oleh ekonom John Maynan Keynes sebagai ‘episode luar biasa dalam kemajuan ekonomi manusia’.

Masa itu juga suatu masa yang ditandai oleh krisis finansial berkelanjutan—serta kemakmuran yang biasa. Ironisnya, saat ini kita mengakukan pertanyaan yang sama seperti yang dilontarkan pada masa 1914.

“Apa yang yang harus dilakukan untuk melanggengkan system ekonomi global yang sukses dan baru ini? Hambatan pengambilan keputusan apa yang bisa membalik penciptaan kekayaan ini? Stagflasi? Deflasi? Proteksionisme?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan cerdas dijawab Smick dengan lincah. Mulai dari bagaimana manuver-manuver China bisa memperburuk keadaan, bagaimana para bankir dan bankir investasi yang serakah memiskinkan banyak orang.

Termasuk diantaranya mennguliti mengapa bank-bank sentral di seluruh dunia tidak bisa berbuat banyak dan tentu saja bagaimana dana-dana kekayaan asing dari Rusia, China, Arab Saudi, dan Dubai bermanuver.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

September 2009
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d bloggers like this: