it’s about all word’s

Hanoman dalam tafsir multidimensi

Posted on: October 28, 2009

Jatayu terbang melesat. Cakarnya mencengram erat pundak Rahwana, paruh tajamnya mencabik mata sang raja Alengka yang memondong Dewi Sinta, darah segar sang detya, muncrat membasahi angkasa.

Melihat Rahwana tak berdaya, sahabat Raja Dasarata itu tak mengendurkan serangan. Sinta, puteri Prabu Janaka, harus diselamatkan. Cakar dan paruh setajam silet milik Jatayu mencabik cepat.

Sayang, putera dari Sang Aruna harus terkejut. Rahwana, sang pemilik ilmu keabadian dari kera Subali, Rawarontek kembali bangkit sembari menjatuhkan kepalan tangan yang dilambari aji Pancasona menderu menghajar keponakan dari Sang Garuda.

Pedang tajam raja danawa menebas Jatayu yang kepayahan. Dentum staccato gamelan mendadak mengalun pelan, andante mengiringi Jatayu berdebum ke Bumi dengan sayap patah, Rahwana sang Dasamuka tertawa di ketinggian membawa pergi Shinta.

Kisah pun berpindah ke layar geber. Visualisasi Jatayu bercakap dengan kedua Brahmacarya, Rama dan Laksmana yang kebingungan mencari Shinta di pelosok Hutan Dandaka, terpampang lewat pita seluloid.

Setelah itu cerita kembali diambil alih sang dalang wayang kulit, Ki Rohmad Hadiwijoyo, kisah Duta Wanara Seta, carangan dari epos Ramayana karya Walmiki berpindah pada persoalan penentuan siapa duta yang akan dikirim Sang Rama ke Alengka.

Hanggada, putra Subali berebut peran dengan kera putih Hanoman. Dari misi intelijen pencarian informasi berdurasi setahun, ditawar menjadi triwulan, kemudian sebulan, lalu 10 hari dan terakhir Hanoman mematok menjadi misi sehari.

Hanggada berang dan menerjang Hanoman. Visualisasi kembali berpindah pada sendratari. Cepat, berubah dan terus menghentak. Ending kisah malam itu adalah kebakaran besar di metropol Alengka.

Revolusi seni

Praktis. Begitulah pertunjukan wayang multidimensi yang digelar Universitas Diponegoro untuk Dies Natalies ke-52, pekan lalu. Durasi pertunjukan hanya 2,5 jam, setara dengan pertunjukan film Hollywood.

Ki Rohmad Hadiwijoyo membuka pergelaran dengan menampilkan versi wayang kulit dua dimensi di depan kelir atau layar, dilanjutkan dengan penampilan sendratari, dan suguhkan tayangan video yang merupakan kelanjutan lakon Duta Wanara Seta.

Sebagai sebuah tafsir multimedia, perjuangan kera putih Anoman berpindah-pindah dari panggung tempat sendratari, layar yang menampilkan siluet wayang dan rekaman video adegan dibantu pencahayaan di kiri dan kanan.

“Meskipun cerita pewayangan itu disuguhkan melalui tiga unsur pertunjukan yang berbeda, namun tidak sampai memutus alur cerita, karena ketiganya saling berkaitan dan dimainkan secara silih berganti,” kata Ki Rohmad.

Pergelaran wayang multidimensi merupakan gabungan antara seni wayang kulit dengan penampilan grup sendratari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Undip, dan video rekaman adegan yang ditayangkan melalui layar berukuran besar.

Sebagai sebuah kolaborasi pertunjukkan, banyak kepala dan tangan yang terlibat a.l. dalang edan Ki Djoko Hadiwijaya, peneliti komunikasi strategis Djoko Setyabudi, mantan dalang cilik M Bayu Widagdo, seniman tari Wiyono, pegiat entertainment Nono Adhi Nugroho.

Mayoritas penampil malam itu adalah para mahasiswa dan alumni Undip. Mulai dari sang dalang, Rohmad Hadiwijoyo yang merupakan mahasiswa doctoral Ilmu Lingkungan hingga pelantun tembang Cucak Rowo, Direktur Pengawasan PT Bank Rakyat Indonesia, Bambang Supeno.

Pemrakarsa pergelaran wayang Djoko Setyabudi mengatakan, wayang multidimensi adalah revolusi seni untuk kembali mengangkat kebudayaan lokal. Karena pada dasarnya budaya unik Indonesia kerap dikemas kurang menarik.

Menurut Rohmad yang menjabat ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) DKI, model wayang berdurasi pendek bisa menjadi alternatif memperkenalkan wayang kepada khalayak muda yang kerap tidak tahan berlama-lama dengan pertunjukkan wayang yang berdurasi hingga 6-8 jam.

“Bagian yang saya hilangkan adalah jejeran, perang kembang dan suluk. Yang penting pakemnya tidak melenceng dan pesan atau nilai-nilai yang terkandung dalam cerita tersampaikan,” ujar dia.

terbit di bisnis indonesia 24/10/09

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

October 2009
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: