it’s about all word’s

Persembahan Jiffest bagi si batu karang

Posted on: December 3, 2009

Sebuah serangan jantung yang menghentikan napas seorang Yasmin binti Ahmad tidak cukup untuk menghentikan kekerasan hati seorang sineas asal Kampung Bukit Treh,
Muar, Johor, Malaysia ini.

Yasmin yang lahir 7 Januari 1958 memang sudah tiada pada 25 Juli lalu. Namun karya-karyanya tetap mencuri perhatian dengan kecerdasan tema.

Tidak heran jika Jakarta International Film Festival (JIFFest) ke-11 yang digelar 4 hingga 12 Desember mendedikasikan Tribute to Yasmin Ahmad sebagai bagian dari program A View From the SEA yang berisi film-film kontemporer dari Asia Tenggara.

JIFFest akan memutar film-film Yasmin a.l. Rabun, Sepet, Gubra. Talentime dan film kontroversial Muallaf. Selain itu akan digelar peluncuran buku bertajuk Yasmin Ahmad’s Film oleh Amir Muhammad.

Jebolan Universitas Newcastle, Inggris ini tidak saja tenar di kalangan penggila film-film alternatif tetapi juga di kalangan iklan televisi. Putri Ahmad Hashim dan Inom Yon ini adalah executive creative director di Leo Burnett Kuala Lumpur.

Yasmin yang selalu menampilkan perenungan makna hidup dan cinta dikenal gemar menyelipkan humor dalam setiap karyanya. Tidak sedikit karyanya menuai protes dari penonton.

Latar belakang kehidupan Yasmin memang unik. Lulus dari kampus berkelas, dia nyaris ‘terjerumus’ ke dunia perbankan dan penjualan komputer, Yasmin mejadi pianis dan penyanyi blues di malam hari dan kemudian menjadi penulis di Ogilvy & Mather.

Sinema perdana Yasmin, Rabun (2002) merajai berbagai festival film. Berlin, San Francisco, Singapura, Cannes, Tokyo, Honolulu memuja nama istri Abdullah Tan Yew Leong ini.

Sayang, nasib berkata lain. Jelang akhir penggarapan film Go, Thaddeus! yang terinspirasi buku Running the full distance: Thaddeus Cheong karya Belinda Wee tentang atlet thriathlon Singapura berusia 17 tahun yang tewas usai menyelesaikan lomba
thriathlon SEA Games 2007.

Pada 23 Juli, Yasmin mendapat serangan stroke setelah pertemuan dengan diva Malaysia Siti Nurhaliza, suaminya, Khalid Mohamad Jiwa dan Media Prima untuk sebuah proyek Sri Pentas, stasiun TV3.

Bedah otak untuk mengurai gumpalan darah beku yang dilakukan Damansara Specialist Hospital gagal menyelamatkan Yasmin. Pada 25 Juli, dokter menyatakan yasmin pergi untuk selama-lamanya.

1 Response to "Persembahan Jiffest bagi si batu karang"

JiFFEST emang selalu penuh dengan kejutan. Ayo dong ulasan lagi tentang festival yang sempet dicuekin pemerintah ini!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: