it’s about all word’s

Semangat berpikir berbeda

Posted on: December 14, 2009

Denmark. Tim dinamit, permainan Lego, bisnis sperma dan negeri babi. Hanya itu yang melintas di kepala saya saat Indonesia Climate Change Foundation memberi kesempatan meliput sesi ke-15 Konferensi Para Pihak Konferensi Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim PBB (COP 15 UNFCCC) yang digelar di Kopenhagen.

Rudy Wahyono, Ketua Pengurus Harian Indonesia Climate Change Foundation sejak awal mengatakan peliputan di Denmark tidak akan fokus pada COP 15 UNFCCC. Justru tim yang berangkat akan diajak melihat aplikasi teknologi ramah lingkungan yang telah diterapkan Denmark termasuk bisnis yang mereka ciptakan di balik ajang besar tersebut.

Jadi sejak awal saya tidak diminta nongkrong dan memelototi Bella Center tempat COP 15 UNFCCC menggelar adu mulut dikotomi negara penghasil emisi gas rumah kaca dan negara miskin yang terus menjadi kambing hitam isu pemanasan global.

Saya justru diminta melihat Denmark dalam perspektif lain. Negara dengan penduduk tidak lebih dari 5 juta-an manusia—populasi babi mencapai 12,195 juta– ini kental dengan semangat berpikir berbeda dan kerja kolektif.

Penulis Steve Strid dan Claes Andereasson dalam The Viking Manifesto bahkan menyatakan darah pejuang Viking yang diwariskan ke bangsa Denmark tidak mengenal istilah kalah dalam peperangan, termasuk dalam hal bisnis.

Beberapa contoh semangat itu adalah permainan Lego karya Ole Kirk Christiansen yang memacu kreatifitas hingga yang sensasional, Cyros International Sperm Bank yang didirikan pebisnis Denmark Ole Schou.

Permainan lego ditemukan pada 1932. Permainan yang telah menglobal ini lahir dari ide bagaimana memacu kreatifitas para penggunanya melalui kemampuan menyusun balok-balok kecil menjadi struktur yang sederhana hingga kompleks.

Sementara Cyros International Sperm Bank adalah bank tempat penampungan sperma yang melayani 60 negara alias terbesar di dunia. Sedikitnya 200 hingga 250 laki-laki yang unggul secara genetis menjual sperma mereka. Sebuah bisnis yang mungkin orang tidak mau berpikir untuk menjalani.

Bisnis lingkungan

Tidak seperti Indonesia yang tekor dalam penyelenggaraan COP 13 UNFCCC di Nusa Dua, Bali karena tidak menghasilkan deal bisnis, Denmark dalam menggelar COP 15 UNFCCC memiliki rencana bisnis yang matang. Selain menyediakan tempat adu urat leher—yang tentu saja menjadi promosi wisata gratis dan memberikan income bagi sektor perjalanan dan hotel–mereka juga mengincar duit dalam jumlah besar yang bakal mengalir dari bisnis lingkungan.

Wujud menjaring uang itu mereka bungkus dalam ajang bertajuk Forum Bright Green. Ini adalah pameran teknologi ramah lingkungan. Perhelatan ini diikuti ratusan industri dan universitas kenamaan penyedia teknologi ramah lingkungan siap pakai bernilai miliaran dollar.

Menteri ilmu pengetahuan dan inovasi Denmark Helge Sander, Putri kerajaan Swedia, Victoria Ingrid Alice Desiree, Pangeran Norwegia Haakoen Magnus, Pangeran Kerajaan Denmark Frederik Andre Hendrik Christian hadir dalam perhelatan tersebut.

Saya cukup beruntung untuk memilih mengenakan kaos provokasi rancangan Indonesia Bergerak, dengan tulisan Travel Warning Indonesia sehingga Helge Sander mau melayani pertanyaan yang saya layangkan secara mendadak.

Menurut Sander ajang yang tidak saja diikuti pebisnis lingkungan Denmark ini secara langsung memang dimaksudkan menangkap peluang yang dibuka Uni Eropa. Diketahui 27 negara Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa sejak awal telah memastikan untuk menambah komitmen mengurangi emisi gas rumah kacanya hingga 30% pada 2020, dari janji sebelumnya hanya 20%. Pengurangan diukur dari level emisi tahun 1990 sesuai dengan Protokol Kyoto.

Selain itu Uni Eropa menjanjikan bantuan finansial senilai US$10,6 miliar untuk periode 3 tahun bagi negara-negara berkembang untuk mendukung langkah pengurangan emisi gas kaca. Pada dasarnya, bantuan tersebut akan berupa bantuan teknis atau teknologi yang sebagian besar menggunakan teknologi dan sumber daya ahli dari Eropa.

“Jadi dalam jangka pendek Anda bisa bayangkan sebetulnya ada peluang bisnis yang bisa diambil dari isu pemanasan global. Kami melihat isu pemanasan global dengan cara skeptis. Bukan pesimis,” ujarnya.

Sander jelas tidak asal ngomong. Riset yang dilakukan perusahaan konsultasi bisnis Roland Berger pada 2007 menyatakan sampai tahun 2020 sektor teknologi lingkungan justru akan mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja daripada cabang industri konstruksi mesin dan pabrik mobil yang sekarang masih banyak menyerap tenaga kerja.

Sekilas pendapat Sander terlihat mudah. Namun ada komitmen jangka panjang nyata dari pemerintah Denmark dalam hal pengembangan teknologi ramah lingkungan. Mulai dari sistem perpajakan, hubungan industri dan perguruan tinggi hingga tentu saja perhatian pemerintah terhadap ekspor teknologi ini.

Lihat saja hasil dari komitmen lingkungan hidup yang dibuat Denmark pada 1970-an. Salah satu hasilnya adalah fakta Denmark kini terkenal dalam produksi dan penggunaan turbin angin. Lebih dari 20% listriknya dihasilkan oleh turbin angin.

Tentu saja ilmuwan Denmark tidak melulu mengurus turbin angin. Sejumlah teknologi penghematan energi dan pemanfaatkan limbah dikembangkan. Pembangkit listrik tenaga surya, purifikasi gas karbondioksida, pompa minyak bumi hemat energi hingga purifikasi air limbah sehingga menjadi minuman siap konsumsi yang mereka ujicoba diam-diam saat tsunami melanda Aceh.

Jadi mirip strategi perang Viking yang diadopsi timnas sepakbola Denmark. Visi permainan Denmark mengandalkan kolektivitas. Lini tengah membuat lawan sulit leluasa melancarkan strateginya.

Saat menyerang, Denmark punya banyak pilihan ketika merangsek ke wilayah pertahanan lawan karena melancarkan serangan dari sayap kanan dan kiri, sehingga arah serangan bisa muncul dari sektor mana saja.

Jadi Anda jangan kaget jika kemudian sejumlah teknologi Denmark justru yang akan mendominasi industri lingkungan di Indonesia dalam jangka 10-20 tahun ke ke depan. Sama kagetnya saya mendapati fakta sumbangan terbesar sekolah anti teroris milik Polri di Semarang, Jawa Tengah ternyata ya dari Denmark ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: