it’s about all word’s

The end of RHCP?

Posted on: December 18, 2009

Bumbu pedas itu menjelang kandas?

Seperempat abad menghentak industri musik. Bumbu pedas Red Hot Chili Peppers (RHCP) yang menjanjikan album ke-10 justru membuat kejutan dengan keputusan mundur gitaris John Anthony Frusciante.

Personel termuda band asal California itu dalam situs resminya perihal keputusan mundurnya, sekaligus menjawab desas-desu yang beredar di laman internet penggemar musik funk.

“Saat saya mundur dari band setahun lalu, kami [RHCP] dalam status mati suri. Tidak ada konflik atau kemarahan dalam keputusan ini dan personil lain memaklumi keputusan saya,” tulis Frusciante.

Menurut pria berusia 39 tahun itu, para personil RHCP mendukung keputusannya. Salah satu alasannya karena keputusan itu diambil berdasarkan visi bermusik Frusciante yang mulai berbeda dengan RHCP.

“Tidak ada pilihan lain dalam keputusan ini. Ini semua karena saya pribadi dan saya harus lakukan [keputusan mundur] itu,” tegas gitaris yang masuk daftar 100 gitaris terbesar sepanjang masa versi majalah Rolling Stones pada 2003.

Keputusan Frusciante tentu sebuah berita mengejutkan karena pemain drum RHCP, Chad Smith pada Juli menyatakan mulai Oktober 2009 RHCP mempersiapkan album ke-10 atau album setelah Stadium Arcadium.

Sejak merilis album Stadium Arcadium (2005), personil RHCP berpencaran mengurus bisnis atau proyek album pribadi.

Frusciante mengurus solo album gitarnya di bawah label Record Collection. Sementara Chad Smith sibuk dengan Chickenfoot and Chad Smith’s Bombastic Meatbats. Pemain bas, Michael “Flea” Balzary sibuk dengan urusan bisnis dan vokalis Anthony Kiedis tenggelam dalam kegiatan keagamaan Kabbalah.

Menanggapi keputusan Frusciante, Chad Smith memilih berkomentar santai. “Anda tidak dapat memaksa siapapun untuk main jika dia tak mau. Kami hanya ingin kembali untuk alasan yang tepat, bermain musik bersama.”

Bukan sekali ini saja Frusciante memilih keluar dari RHCP. Gitaris muda jenius lulusan Musician Institute Hollywood itu sempat mundur dari RHCP pada 1992 usai merampungkan album Mother’s Milk (1989) dan Blood Sugar Sex Magik (1991).

Frusciante yang saat itu baru berumur 19 tahun frustasi dengan kehidupan rock star terjerat ketergantungan pada heroin dan harus masuk rehabilitasi. Dia kembali ke RHCP pada 1998 untuk menghasilkan album Californication (1999) yang sukses luar biasa.

Kebiasaan lama

RHCP sejak dibentuk pada 1983 memang dikenal kerap gonta-ganti personel. Sebagai sespuh musik funk rock, Red Hot Chili Peppers pada awalnya berisi Anthony Kiedis, Flea, Hillel Slovak (gitaris), dan drummer Jack Irons dengan nama Tony Flow and Miraculously Majestic Masters of Mayhem.

Tetapi sejak dikontrak EMI Amerika untuk delapan album, nama band tersebut diubah menjadi Red Hot Chili Peppers (RHCP). Yang menarik, awalnya band ini tidak sukses pada angka penjualan album.

RHCP lebih dikenal karena aksi panggungnya yang gendeng bin kontroversial. Misalnya tampil telanjang bulat dengan kaus kaki untuk menutupi perkakas genital mereka.

Usai mengeluarkan album mini The Abbey Road, RHCP kehilangan Slovak yang tewas overdosis pada 25 Juni 1988. Flea dan Kiedis kemudian merekrut Frusciante, sedangkan untuk mengganti Jack Irons yang bergabung dengan Pearl Jam, didapatlah si kekar Chad Smith.

Formasi Flea, Kiedis, Frusciante dan Smith ini mendapat sentuhan produser bertangan dingin Rick Rubin menghasilkan dua album dahsyat Mother’s Milk dan Blood Sugar Sex Magik yang berhasil mengimbangi gelombang grunge Nirvana dan Pearl Jam.

RHCP sempat tertatih dengan keluarnya Frusciante yang harus masuk rehabilitasi. Sejumlah gitaris hebat yang direkrut a.l. Arik Marshall, Jesse Tobias, sampai Dave Navarro.

Hadirnya Navarro meski dinilai gagal membaur dengan funk rock milik RHCP berhasil memberi sentuhan bagi album One Minute Hot (1995) sukses berkat tembang balada My Friends dan funk lembut Warped dan Aeroplane.

Untungnya, Frusciante bisa sembuh dan bergabung kembali. Reuni dahsyat ini kemudian menghadirkan tembang-tembang ampuh seperti Around The World, Otherside, dan Scar Tissue, By The Way.

Patut dicatat, meski gonta-ganti personil RHCP dikenal tahan banting dan kukuh dengan prinsip musik funk rock. Dengan dedikasi itu RHCP telah meraup tujuh penghargaan Grammy Awards.

Untuk urusan komersil, lima juta kopi berhasil mereka jual belum termasuk delapan tembang yang menguasai tangga lagu terbaik Top 40 Billboard Hot 100, termasuk tiga tembang di puncak Top 10.

Dengan kegilaan mereka pada September 2009, RHCP yang masuk urutan ke-30 Greatest Artists of Hard Rock versi televisi musik VH1 ini dinominasikan masuk Rock and Roll Hall of Fame 2010.

Jadi siapa tahu bumbu pedas California ini punya kejutan lain tahun depan.

3 Responses to "The end of RHCP?"

Kita tunggu warna baru RHCP minus Frusciante. Tapi gw gak setuju kalau Navaro dinilai gak masuk dengan RHCP, justru hasilnyas dahsyat kok.

Sekali2 dong Goth…ulas soal GIGI atau The Bakries??? hehehehehe

brad,,,,,klo ada info tentang RHCP ke indonesia,,,,kasih tau,,,hahha,,berharap bgt gw,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: