it’s about all word’s

Teliti di Denmark III

Posted on: January 8, 2010

Diksi teliti ini bagian terakhir dari perjalanan di Denmark saya. Ini gara-gara kebiasaan saya untuk menjajal semua makanan tradisional di tempat yang saya kunjungi. Yahhh itung-itung biar bisa ditulis gitu kaya pak Bondan.

Ceritanya ini malam pertama saya berkunjung ke Denmark. Dari Copenhagen rombongan kami langsung berkereta menuju ke Middlefart. Kota imut di wilayah Region Syddanmark ini berpenduduk kurang dari 38.000 jiwa.

Nama Middelfart berarti pusat perlintasan, mirip Semarang lah kalo berkereta dari Jakarta ke Surabaya. Karena letaknya di tengah dan kami ini baru pertama kali ke Denmark. Jadi dengan clingak-clinguk kami mengintip kota-kota yang kami lewati.

Yang menguntungkan Middelfart ada di pulau yang terpisah dengan Denmark. Jadi kami wajib waspada usai melewati—bawah–jembatan Little Belt. Ada kota Odense sebelum Middelfart.

Sebagai kota pesisir, Middelfart memang ada di tengah-tengah jalur kapal antar pulau Funen dengan teluk Jutland atau menjadi titik persinggahan perdagangan antara Strib dan Fons.

Middelfart menurut Liber Census Daniæ tahun 1231 disebut Mæthelfar. Ini disesuaikan oleh dialek lokal yang disebut Melfar. Istilah ini dengan bangga dipertahankan oleh penduduk di tempat itu termasuk oleh penerbitan lokal, mingguan Melfar-Posten

Secara tradisional sejak abad 19, tempat ini adalah persinggahan para nelayan pemburu paus Harbour Purpoise di musim dingin. Soal dingin jangan tanya. Wilayah ini hanya sepelemparan rudal dengan Rusia.

Pihak Union, Michael Mortensen, Asbjorn Schwert dan Henrik Lyhne sudah menanti kami. “Dingin mas?” tanya Michael. “Yo jelas tho mas!” jawab saya dengan bahasa Inggris tentu saja dalam perjalanan menuju hotel.

Sampai di hotel berkunjung ke pabrik Union kami bersiap makan malam. Kami akan malam di sebuah restoran tradisional di tepi sebuah danau. Sejatinya restoran itu adalah rumah petani setempat.

Singkat kata kami sampai di tempat tersebut. Untuk menuju restoiran kami harus melalui jembatan. Sang petani membangun kincir air untuk mengolah gandum yang mereka tanam.

Ada tiga bangunan berwarna putih di tempat itu. Semuanya besar-besar. Terbuat dari rangka kayu yang diplester. Hawa hangat langsung menyambut kami begitu masuk ke ruangan tersebut.

Soal makan malam resmi ah itu biasa. Jadi saya pesan bir lokal. Asbjorn (baca: Aspion) memesankan untuk saya bir Julius. Ini bir bikinin mbah Julius Wedell sejak tahun 1923 di daerah Wedellsborg, Frijsenborg. Soal rasa ya pasti bir lahhhh.

Nah untuk makanan penutup. Karena ngebet, atas saran Asbjorn saya pesan Risallemande. “Ini makanan tradisional Denmark setiap Natal. Pagi hari sebelum Natal kami wajib menyantap ini” Saya girang tentu saja. Akhirnya!.

Begitu makanan datang. jeprat-jepret makanan saya lakukan. Hidangan ini mirip adonan cream putih diublek-ublek dengan baluran merah muda stroberi. Benar-benar mengundang selera makan yang manis-manis.

Begitu menjajal. Lho kok nasi belum mateng? pikir saya. “Gimana enak tho? Mantep Tho?” tanya Asbjorn sementara Michael dan Hendrik mesam-mesem. “Lho ini sego? Nasi? Bubur?” tanya saya.

“Lho iya mister! Ini terbuat dari beras. Makanya nama depannya Risa. Kalo kata tetangga yang Inggris itu disebutnya Rice!” Sejak embah dari kakek-kakek canggah kami ya kalau Natalan ya makan ini!”

Wooo damput!! Jadi saya panggil itu si koki restoran, Jesper Norgoard. “Lho iki kepriye mas? Sampean kan Viking! mosok makanan tradsional kok beras? Bubur? Gimana bisa menang perang? Lagian dimana sampean punya sawah? Ayo ngaku!””

Jesper atau biasa disapa Jezkey cuma bisa nyengir dan mengangkat bahunya. “Yahhhh bisa jadi mereka habis berperang dimana trus dapat beras. Dimasak, campur bumbu sana sini yahhh jadilah Risallemande ini!”

Walah…jebule

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: