it’s about all word’s

AS batalkan proyek bulan

Posted on: February 1, 2010

Dana NASA tiga kali kerugian proyek Donggi-Senoro

Mimpi Amerika Serikat untuk menduduki bulan pada 2020 besar kemungkinan dibatalkan Presiden Barack Obama dengan alasan efisiensi dana lembaga antariksa AS, NASA.

Kebijakan Obama untuk menyunat dana NASA yang akan diajukan ke kongres hari ini ramai dibicarakan di banyak situs penggemar kegiatan eksplorasi angkasa luar.

Sebelumnya untuk tahun anggaran pemerintahan Obama pada 2011 telah meminta bos NASA Charlie Bolden untuk melakukan efisiensi sebelum diajukan ke sidang dengar pendapat kongres.

Satu program yang diminta untuk dihentikan adalah program roket Ares I-X senilai hampir Rp4,2 triliun. Roket Ares direncanakan menjadi kendaraan utama transportasi antariksa masa depan begitu program pesawat ulang-alik dihentikan pada 2010.

Pihak NASA diketahui untuk menjalankan program Constellation atau invasi bulan sebagai dunia baru tempat sumber bahan bakar dan pusat koloni baru meminta tambahan anggaran hingga mencapai Rp60 triliun, setara dengan perhitungan rugi yang menimpa kas negara dalam kasus Donggi-Senoro, Sulawesi.

Selain membiayai program Ares, NASA akan melakukan riset sistem pengangkut kru angkasa luar Falcon 9, Elon Musk (SpaceX) hingga Orion. Hal ini dilakukan untuk mendukung rencana AS terlibat pengoperasian Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 2015 hingga 2020.

Presiden Federasi Pesawat Angkasa Luar Komersil NASA, Bretton Alexander berharap Presiden Obama bisa mempertimbangkan proyek NASA yang membuka banyak lapangan kerja.

“Jika program NASA berjalan, tentu akan banyak lapangan kerja baru. Ini tentu kerjasama yang bagu antara negara dan pihak swasta,” ujar dia.

Negeri Paman Sam serius pada program ini karena Bulan menjadi incaran banyak negara pemilik teknologi antariksa karena diperkirakan kaya kandungan Helium 3, sumber energi alternatif potensial.

Selain AS, negara lain yang berlomba mengeksplorasi bulan a.l. Jerman, Inggris, Rusia, Jepang, dan China.

Badan antariksa AS, NASA berambisi mampu mendaratkan astronot di Bulan dan menyelesaikan pembangunan pos Bulan pada 2010. Sementara penerbangan NASA ke Bulan dijadwalkan berlangsung pada 2020.

Selain desain alat transportasi, NASA mempersiapkan sistem komunikasi, serta pembangkit listrik untuk mendukung operasi di bulan.

Sebagai misi pendahuluan pada Juni 2009, NASA mengirim misi pengamat orbit bulan (LRO) dan Satelit Pengindera dan Pengamatan Kawah Bulan (LCROSS) dengan menggunakan roket Atlas V.

LCROSS adalah mencari sumber air dan tempat pendaratan bagi satelit bumi. Secara keseluruhan, NASA menyatakan, kedua misi itu akan menggali sebanyak 500 ton meter benda bulan dan mulai mencari tanda kemungkinan sumber air yang telah lama membeku dan mengkaji susunan mineral yang tak pernah disaksikan di dunia.

Sementara LRO yang mengitari Bulan dari jarak 50 kilometer selama setahun penuh dirancang untuk memberi NASA peta mengenai ketepatan yang tak pernah terjadi sebelumnya, yang akan penting dalam memetakan tempat yang mungkin bagi pendaratan.

Kedua misi tersebut, kata May, akan membantu NASA membuat contoh nuansa pencahayaan bulan dan temperatur, dan memberi orang yang pada masa depan mendatangi bulan keterangan mengenai radiasi kosmik yang membuat bulan terpajan akibat kurangnya atmosfir.

Sementara Inggris melalui badan antariksa BNSC menggelar misi MoonLITE (Moon Lightweight Interior and Telecoms Experiment), sebuah paket satelit, komunikasi, dan robot yang akan diluncurkan pada 2012.

Misi seharga 100 juta pound sterling digarap oleh Surrey Satellite Technology (SSTL), anak usaha University of Surrey. Target MoonLITE a.l. wilayah kutub bulan dan sisi bulan yang gelap.

Seteru setia AS sejak misi Apollo, Rusia tak mau kalah. Kepala badan antariksa Rusia ROSKOMOS Anatoly Perminov mengungkapkan Rusia menargetkan mengirim kosmonot ke bulan pada 2020.

Sementara itu, Jerman menargetkan untuk menjalankan misi pendaratan wahana nirawak ke bulan pada 2015. Untuk misi ini, menurut Menteri Perekonomian dan Teknologi Peter Hintze, Jerman menganggarkan US$2,2 miliar.

Asia bergegas

Tidak mau kalah dengan Barat, China, usai meluncurkan satelit Chang’e 1 pada 2007, badan antariksa China (CNSA) yang dikelola angkatan bersenjata mempersiapkan diri menuju bulan.

Juru bicara CNSA Li Guoping menyatakan Beijing sudah memerintahkan agar swasta terlibat dalam proyek mendaratkan manusia ke bulan yang direncanakan terwujud 15 tahun mendatang.

Sama seperti AS, Negeri Tirai Bambu menurut ilmuwan roket China Long Lehao didukung Direktur CNSA Ji Wu menargetkan mampu membangun pangkalan di bulan pada 2020.

Naga lain, Jepang setelah sukses dengan satelit pemantau bulan Kaguya pada 2007 tak mau kalah mematok 2020 sebagai tahun pendaratan manusia Negeri Matahari Terbit di bulan.

Badan antariksa Jepang JAXA mengungkapkan, tugas Kaguya antara lain meneliti medan gravitasi bulan untuk memudahkan pendaratan manusia dan tentu saja memetakan potensi energi di bulan.

Macan-Singa Asia, India tak mau kalah. Kesuksesan peluncuran Chandrayaan-I membuat badan antariksa Bollywood, ISRO optimistis untuk memenuhi target memiliki wahana robotik di bulan pada 2012 dan mendaratkan manusia pada 2025.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
%d bloggers like this: