it’s about all word’s

Chrisjon: pensiun sebelum 35 tahun

Posted on: February 1, 2010

Petinju Chris John direncanakan akan kembali melakukan duel pada pekan pertama April 2010 di Bali. Jika tukang jotos berjuluk The Dragon itu dapat memenangkan pertandingan itu, maka dia akan mempertahankan juara dunianya yang ke-13.

Pria yang memiliki nama lengkap Yohannes Christian John ini merupakan petinju Indonesia ketiga yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical dan Nico Thomas.

September lalu Chris John berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas WBA, karena kemenangan mutlaknya melawan Rocky Juarez pada laga di MGM Grand Arena, Las Vegas.

Pria kelahiran 14 September 1979 memang merupakan petinju yang patut diperhitungan di Indonesia. Prestasi-prestasi di bidang tinju cukup menakjubkan. Kemenangan di Las Vegas tahun lalu itu merupakan gelar juara dunia ke-12 nya.

Walaupun sudah bertanding ke beberapa negara dan menyabet gelar juara dunia, Chris dikeal rendah hati. Dia tidak pernah memandang rendah kemampuan lawannya. Siapapun yang akan menjadi lawannya, Chris tetap mempersiapkan diri secara matang.

Chris sudah menggeluti dunia tinju profesional sejak 1998. Selama hampir 12 tahun ini tentu tidak semua pertandingan berjalan lancar. Ada kalanya dia menang, ada pula saat-saat dia mengalami kekalahan. Kecurigaan dicurangi juga sempat timbul, namun Chris selalu berupaya berpikir positif.

Ketika bermain di Texas, AS pada 2009, sempat ada kecurigaan kecurangan dalam pertandingan tinju yang diikuti Chris. Kubu Chris merasa dicurangi atas hasil pertandingan itu. para juri saat itu yang terdiri dari Raul Caiz, Levi Martinez, dan Tom Miller memberi penilaian imbang 114-114 bagi kedua petinju.

Hasil pertandingan ini menuai kontroversi dari kubu The Dragon, karena menurutnya berdasarkan statistik pertandingan, Chris seharusnya menang split decision dan mendapat nilai 116-112.

Saat itu Chris juga mendominasi jalannya pertarungan, walaupun sempat kecolongan di ronde terakhir. Namun, hal ini dijadikan pelajaran bagi Chris, bahwa ketika bermain kembali di Amerika Serikat, Chris harus menjatuhkan lawan hingga knock out (KO) atau menang technical knock out (TKO) untuk memastikan kemenangan.

Kesulitan sponsor

Chris merasa sangat senang dan optimistis ketika ada kesempatan untuk bertanding tinju di Indonesia, karena bisa meminimalkan resiko kecurangan. Selain itu, dari sisi cuaca tentunya Chris sudah tebiasa, tidak perlu lagi adaptasi.

Rasa dari asupan makanan pun sudah terbiasa di lidah suami dari atlit wushu Anna Maria ini. Dan yang terpenting adalah dukungan dari penontonya.

“Kalau bertanding di negeri sendiri, sudah dapat dipastikan dukungan penonton akan banyak ke saya, dan itu sangat membantu [membangkitkan semangat]” ujar bintang iklan Kuku Bima itu.

Dalam membagi keuntungan atau honor, Chris selalu mendiskusikannya kepada tim managemennya. Dan saat ini, pembagian keuntungan adalah 75% untuk Chris sebagai atlit dan 25% untuk manajer dan pelatihnya yang hingga saat ini dipegang oleh Craig Christian.

Bagi Chris, pembagian 75:25 adalah porsi yang adil pasalnya di ajang tinju, atlit sebagai pihak yang menanggung resiko pantas mendapat bagian yang lebih besar. “Ya kalau di Indonesia banyak petinju yang diakali manajer nya. Saya tidak mau itu.”

Craig mungkin pelatih sekaligus manajer yang paling mengerti saya, dia tidak mengincar uang karena sejatinya sumber pendapatannya bukan dari tinju tetapi dari Herry Gym`s Perth, Australia Barat.

Namun Chris sangat menyayangkan karena masih minimnya perhatian pemerintah bagi atlit tinju di negara ini. Masih diperlukan perbaikan di berbagai hal untuk mencetak atlit tinju yang berkualitas untuk kedepannya.

Dia mencontohkan perihal klasul alokasi asuransi dalam kontrak pertandingan yang tidak pernah jelas. “Setahu saya malah tidak ada itu asuransi bagi petinju, selain itu mana ada perusahaan asuransi yang mau menanggung.”

Sebagai tukang jotos yang sudah menjadi jawara di benua Australia, Asia dan Amerika, Chris mengaku prihatin dengan kondisi olahraga tinju di Tanah Air. Indikasi paling mudah adalah prestasi petinju Indonesia.

Menurut Chris, untuk mendongkrak itu kesempatan bertanding bagi atlit tinju nasional seharusnya lebih diperbanyak. Karena, bagaimana mau menjadikan seseorang itu handal dalam bertinju kalau kesempatan bertandingnya saja jarang.

Selain itu, menurut Chris, ajang promosi bagi para atlit masih kalah dan didominasi oleh artis dan penyanyi. Kalau di negara lainnya, mereka melakukan promosi atau pemasaran ajang pertandingan dengan baik.

Uniknya sebagai jawara dunia Chris bahkan mengaku kesulitan mendapatkan sponsor. Dalam pengalamannya pemerintah cenderung cuek, bahkan BUMN seperti Mandiri hanya datang dengan janji, belum bukti.

Meski kesulitan merangkul sponsor, Chris berkeras hati untuk tidak menerima sponsor rokok. “Saya tahu uang mereka banyak, tetapi sebagai olahragawan masa saya memamerkan gaya hidup tidak sehat?”

Pria yang sering juga dipanggil sebagai motivator dalam acara pertandingan tinju ini mengaku menyerahkan urusan bisnis kedepannya pada istrinya. Chris juga belum berniat untuk mebuka sasana tinju sendiri.

Menurutnya sasana hanyalah untuk kesenangan atau menularkan ilmu dan pengalaman bukan untuk berbisnis karena tidak menghasilkan pemasukan yang terlalu besar.

“Saya harus memikirkan masa tua. Target saya, saya pensiun sebelum umur 35 tahun. Bisa Anda hitung sendiri pertandingan yang akan saya jalani sebelum pensiun,” ujarnya. Berjuang Chris.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
%d bloggers like this: