it’s about all word’s

hasta luego senor Paredes

Posted on: February 1, 2010

Juan Eugenio Sebastian Paredes Muirragui hari Senin, 24 Januari besar kemungkinan mengumumkan secara resmi mengucapkan ya me despido (ini saatnya berpisah) alias pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Sebuah sumber menyatakan, surat pengunduran itu dilayangkan pria kelahiran Quito, Ekuador pada 28 April 1961 itu pada Jumat, 22 Januari. “Surat pengunduran sudah diserahkan, mungkin pengumuman kepada publik Senin [hari ini].”

Keputusan Paredes bagi saya yang orang umum mengejutkan. Kalau sepakbola, barangkali keputusan mundur sang mantan pemain sepakbola timnas U-21 Ekuador—ini kata Direktur Kompetisi BLI Djoko Driyono–ini sama mengagetkannya dengan keputusan si kijang, Hendrik Johannes Cruijff dari timnas Belanda pada Oktober 1977.

Maklum dengan jabatan kapten, Paredes memimpin Danamon membukukan kinerja perseroan tersebut. Dari catatan keuangan mereka, kinerja perseroan itu terus membaik hingga kuartal III-2009.

Perseroan mencatatkan kenaikan tipis laba bersih pada kuartal III-2009 sebesar 4% atau senilai Rp495 miliar jika dibandingkan laba bersih pada kuartal II-2009. Sementara laba bersih perseroan sejak Januari-September 2009 mencapai Rp1,37 triliun.

Sejak Mei 2005, bapak dua anak ini dipercaya Konsorsium Asia Financial milik Fullerton Financial Holdings Pte Ltd anak perusahaan Temasek-holding badan usaha milik Singapura- sebagai dirut Bank Danamon.

Sebelum ke Danamon, Paredes yang Master di bidang International Business Administration dari Instituo de Empresa, Madrid dan Bachelor of Science dari California State University, Amerika Serikat adalah Managing Director & Chief Country Office Citigroup untuk Afrika Selatan.

Karir Paredes di dunia perbankan khususnya Citigroup mencapai 20 tahun, Dia pernah menjadi Country Head of Citigroup di Honduras selama 2 tahun dan Country Head of Citigroup di kampungnya, Ekuador juga selama 2 tahun.

Setelah itu dia melanglang buana ke Eropa dan Timur Tengah karena dipercaya sebagai CEO Citigroup di Turki dan Regional Head untuk Turki dan Israel untuk kemudian jadi penguasa Afrika karena dipercaya sebagai Managing Director dan CEO Citigroup Afrika Selatan dan Regional Head yang bertanggung jawab untuk bisnis Citigroup di Afrika Selatan dan Sub-Sahara Afrika.

Soal kejutan? Paredes memang kaya kejutan dalam karir, sebelum ke Citigroup dia pernah mengurus pabrik permen terbesar di Ekuador, Confiteca. Di luar urusan kerja? Siapa sih yang tidak kenal gosip soal kedekatan Paredes dan Shanty, penyanyi bahenol berkulit eksotis alias keling yang ternyata tidak berujung.

Kalau mau—lagi-lagi–bercermin ke lapangan hijau Ekuador, silahkan melihat sosok pesepak bola sekota Paredes, Alex Aguinaga. Pemain penting Ekuador di kualifikasi Piala Dunia 2002 ini ngeyel berkarir di Amerika Latin khususnya tim Nexaca, Meksiko dan menolak pinangan klub-klub kaya Eropa termasuk Inter Milan dan Real Madrid.

Nah soal keputusan Paredes? Siapa tahu dia punya kejutan lain atau malah baru akan dikatakan dengan jujur bertahun-tahun kemudian seperti halnya Cruijff. Hanya Paredes yang tahu.

Saya hanya bisa mengucapkan gracias por todo senor Paredes. Terima kasih untuk semuanya tuan Paredes. Hasta Luego senor. Sampai jumpa lagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
%d bloggers like this: