it’s about all word’s

Firmanzah on interview

Posted on: February 12, 2010

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) tahun ini berusa 6 dekade sejak berdiri di Salemba, 18 September 1950 dengan dipimpin R. Soenario Kolopaking.

Untuk menjawab globalisasi pendidikan, FE UI menggenjot kelas internasional. Bisnis berbincang dengan Dekan FE UI termuda Firmanzah, berikut petikannya:

Kelas internasional bukan hal baru, apa nilai tambah yang diltawarkan FE UI?

Kami menawarkan dua alternatif single dan double degree. Bekerjasama dengan universitas terkemuka di luar negeri. Ada 12 universitas terkemuka di luar negeri yang menjadi rekan program kami.

Untuk program sarjana kami bekerjasama dengan sejumlah universitas di Eropa dan Australia a.l. University of Melbourne, University of Queensland, University of Amsterdam dan Tilburg University.

Sementara untuk pascasarjana a.l. Austalian National University, Adelaide University, Vrije Universiteit, Universiteit van Amsterdam, Tilburg University, Institute of Social Studies, Kobe University, Hiroshima University, Yokohama National University, International University of Japan (UIJ), Keio University dan Ritsumeikan University, University of Nanterre.

Bagaimana infrastruktur FE UI untuk mendukung itu?

Kami memperkuat tiga infrastruktur untuk itu al. soft infrastruktur yaitu kurikulum, kualitas belajar mengajar, metode pengajaran kemudian hard infrastruktur seperti fisik bangunan, buku, hingga lab dan tentu saja network infrastruktur.

Bagaimanapun program internasional memiliki standar internasional. Untuk itu kita bekerjasama dengan fakultas dan universitas di luar negeri. Kita saling menilai. Satu kerjasama yang tidak bisa dilupakan adalah network dengan industri.

Sementara dengan dunia industri, kerjasama itu kita lakukan untuk menjawab soal link and match atau keterkaitan dunia industri dengan dunia pendidikan.

Sejauh ini bagaimana?

Kami siap. Karena untuk program sarjana sudah berjalan hampir 7 tahun, sementara pascasarjana malah ada yang sudah berjalan 15 tahun. Kami diuntungkan oleh peringkat UI dalam daftar Times Higher Education-QS World University Ranking atau THESS.

Bagaimana prestasi mahasiswa Indonesia yang dikirim ke universitas rekanan?
UI menjamin. Sebagai contoh karena mahasiswa tingkat sarjana yang kita kirim kemudian mendapat beasiswa pascasarjana karena mendapat nilai tertinggi di sana. Rata-rata anak Indonesia itu pintar.

Apa itu berkat seleksi yang dilakukan?

Seleksi di kelas internasional memang ketat dan harus mengikuti standar internasional.

Bagaimana yang mendapat pemagangan di industri di luar negeri?

Mereka menjadi lebih dewasa dengan perspektif yang lebih mengglobal. Dengan pengalaman tersebut mereka lebih profesional.

Apakah tidak terjadi kejutan budaya dengan pengajar lokal?

Praktis tidak karena pengajar kelas internasional sudah dipersiapkan. Jadi mahasiswa sudah dibekali kemampuan untuk terjun ke budaya industri di Barat yang rpfesional dan mendukung keterbukaan.

Bagaimana dengan calon mahasiswa berlatar ekonomi kurang mampu?

Kita mencarikan sponsor untuk mereka. Kami juga menjalin kerjasama dengan pihak Departemen Perdagangan dan Perindustrian. Kita harus proaktif karena program ini non subsidi.

Bagaimana kuantitas mahasiswa program internasional?

Kalau tingkat sarjana sudah menghasilkan dua angkatan atau sekitar 40 siswa. Semuanya sudah terserap ke pascasarjana atau bekerja sementara yang pascasarjana rata-rata menjadi profesional. Kami terus menjalin komunikasi dengan para alumni.

Dari asal mahasiswa?

Masih lebih banyak dari Indonesia. Dari asing ada mahasiswa asal Korea dan Pakistan. Harapannya ke depan bisa semakin banyak dari negara lain.

Dari jiran Indonesia?

Belum ada

Apakah itu karena posisi UI yang berada di luar Jakarta?

[kampus] Salemba [Jakarta] sudah terlalu padat. Malah mahasiswa tingkat sarjana lebih suka ke Depok karena lebih hijau dan tenang. Bagi mahasiswa internasional kami bisa membantu pemondokan bagi mereka.

2 Responses to "Firmanzah on interview"

wah hebat juga UI ya yang punya ambisi besar
tapi menurut saya lebih baik sih kalau para mahahasiswa itu jangan dipaksa untuk kuliah
biarkan mereka memilih yang baik untuk dirinya sendiri
ini juga terkait dengan masalah industri
yang diharapkan malah mahasiswa khususnya lulusan sarjana teknik bisa menciptakan lapangan kerja di bidang teknik.

hakekat kampus seharusnya begitu…membebaskan dan mencerahkan…bukan sekedar mencekoki…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
%d bloggers like this: