it’s about all word’s

Olivia ‘The Predator’ Gerula

Posted on: February 12, 2010

Mimpi sang Predator terbentur kesepakatan

Pupus sudah mimpi Olivia ‘The Predator’ Gerula, jawara featherweight (57 kg) dan lightweight (59 kg) tinju wanita versi WBC setelah manajer Olivia, Butch Gottlieb (Infinity Boxing LLC) dalam perundingan penentuan tempat bertanding dengan Kina Malpartida tidak menemui kata sepakat.

Olivia ogah bertarung di Peru dan mengajukan Winnipeg, Kanada sementara Kina, jawara lightweight versi WBA berdarah Peru-Australia itu ngotot beradu jotos di luar kampung halamannya.

“Tawaran bertarung dilakukan Peru, tapi saya harus bertarung dengan minimnya dukungan penggemar. Saya California bisa menjadi pilihan. Toh pendukung Kini banyak di di sini [California],” ujar Olivia seperti dikutip dari laman LivinginPeru.com, kemarin.

Kepada Winnipeg Free Press seperti disitat dari laman wban.org Olivia menyatakan kesempatan mengawinkan gelar memang menarik terutama karena besarnya uang yang akan diterima.

“Aku ingin mempertahankan sabuk juaraku di kampung halamanku [Winnipeg],” ujarnya.

Keras kepala kedua petinju perempuan perkasa ini cukup beralasan, bagi Kina ini untuk ketiga kalinya dia mempertahankan gelar juaranya. Sementara bagi Olivia, di Peru dia minim dukungan penggemar.

Dalam industri tinju kaum hawa saat ini, petinju kelahiran Brampton, Ontario, Canada pada 1 Mei, 1979 ini dikenal sebagai ratu panggung olahraga adu pukul. Dia buas dan memiliki stamina bagus untuk melontarkan jotosan cepat kepada lawan-lawannya.

Dengan alotnya perundingan antara kedua macan betina di panggung dunia tinju dunia itu target Olivia mengawinkan gelar pada Maret jelas batal. Perundingan baru akan dibuka akhir 2010.

Jika tarung penyatuan gelar tersebut diundur, usia Olivia yang tahun ini akan mencapai 31 tahun jelas menjadi faktor yang wajib diperhitungan untuk menghadapi Kina yang akan menginjak usia 30 tahun.

Padahal saat ini Olivia ada di puncak karir. Sepanjang 2009, semua seteru dibuat jatuh bangun bermandikan darah lewat gebukan mautnya.

Pada 3 Maret 2009, Korakuen Hall di Tokyo, Jepang membuat muka mulus pendekar tuan rumah, Fujin Raika penuh dengan lebam dan dipaksa menangis di pojok ring setelah wasit memberi angka mutlak bagi Olivia.

Tidak sampai 3 pekan, Olivia kembali berdiri pongah di Shaw Conference Centre, Edmonton, Alberta, Kanada. Lagi-lagi dia menang angka atas Jelena Mrdjenovich dalam perebutan mahkota juara WBC.

Olivia kembali tampil dominan kala melibas petinju tuan rumah sekaligus jawara lightweight WBC Myriam Chomaz di Halle Carpentier in Paris, Prancis pada 17 Desember 2009.

Sengatan jab dan hook Olivia yang bertubi-tubi membuat mata kiri Chomaz bocor sementara hidung mancungnya patah.

Dengan tiga kemenangan beruntun di luar kandang, Olivia Gerula dianugerahi gelar Petinju terbaik versi Women Boxing Archive Network (WBAN) dan Petinju terbaik Januari 2010 karena sukses menyatukan gelar jawara di dua kelas berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
%d bloggers like this: