it’s about all word’s

Hirohide Hamashima

Posted on: April 17, 2010

Formula One dan MotoGP adalah laga penuh gengsi pabrikan. Segala daya upaya dipertaruhkan untuk menyuguhkan performa terbaik dari produk yang dipakai di lintasan balap bertabur uang ini.

Setelah pabrikan-pabrikan Jepang memilih berstatus pecundang, hanya pabrikan ban Bridgestone yang paling disorot karena sejak 2006 menjadi satu-satunya pemasok bagi balapan F1 dan MotoGP.

Hanya saja tahun ini Bridgstone kembali jadi sorotan setelah banyak pebalap Formula One mengeluhkan kualitas produk mereka. Mulai dari yang terlalu keras hingga yang terakhir terlalu awet.

Setiap kali muncul kritikan maka orang yang akan maju ke depan untuk mengambil alih tanggung jawab adalah Hirohide Hamashima.

Pria berusia 48 tahun asal Tokyo akan dengan sabar menjelaskan semua hingga tuntas ketika jawaban Manajer Pengembangan Ban Bridgestone Motorsport, Tohru Ubukat kurang didengar pebalap dan tim yang berlaga.

Pria yang akrab disapa Hammy ini adalah Direktur Pengembangan Ban Balap Bridgestone. Soal karet hitam buatan Matahari Terbit ini, Hirohide paham luar dalam.

Maklum begitu bergelar ahli makro molekuler dari dari Universitas Teknologi dan Pertanian Tokyo pada 1977, Hammy langsung terlibat dengan pengembangan ban Bridgestone.

Hingga 1981, Hammy terlibat pengembangan ban balap. Dari ban Formula Two, DTM, Indianapolis 500 dan Formula One. Tidak heran ketika Bridgestone mulai masuk ke Formula One, Hammy yang terpilih untuk mengembangkan ban tersebut.

Pengetahuannya yang mumpuni soal ban membuatnya menjadi komentator bagi Fuji TV untuk program Formula One. Apalagi kalau bukan untuk mengomentari ban jet darat tersebut.

Hammy pula yang harus meredakan amarah semua tim yang menginginkan perubahan compound pada ban yang dipasok Bridgstone.

“Kami hanya ingin memberikan ban terbaik di setiap grand prix. Inilah misi kami,” kata Hamashima kepada Autosport.

Hamashima juga khawatir jika perubahan komponen ban dipaksakan justru akan berisiko buat pembalap. Pasalnya, persaingan bakal makin ketat pada seri-seri berikutnya.

“Kami sudah memproduksi ban siap pakai hingga pertengahan musim. Sirkuit-sirkuit di seri sisa akan sangat ketat, contohnya adalah Monza dan Suzuka. Jika kami menggunakan ban lunak justru akan sangat berisiko. Ini tak bagus untuk F1,” ujarnya.

Sosok Hammy kembali dicari-cari setelah Bridgestone Corp berencana menghentikan distribusi ban produksinya untuk kebutuhan kejuaraan balap mobil seri Formula 1 (F-1) pada November 2009.

Langkah itu dilakukan Bridgestone demi mengurangi biaya penelitian dan pengembangan produk yang dalam setahun bisa menghabiskan biaya lebih dari US$100 juta. Namun untuk kali ini Hammy lebih sering diam atau menolak menjawab pertanyaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
%d bloggers like this: