it’s about all word’s

The most controversial Courtney Love

Posted on: May 26, 2010

Janda Cobain di simpang jalan

Kitab Suci yang romantis menggambarkan perempuan diciptakan dari tulang rusuk pria. Dia tidak diciptakan dari tulang kepala untuk disembah, tidak pula tercipta dari tulang kaki sehingga harus dipijak pria.

Setiap musisi pria yang tenar, selalu memiliki perempuan pendamping yang tidak kalah tegar dan perkasa. Masa 1970-an hingga 1980-an, industri musik pop dunia tercabik oleh Yoko Ono, seniman perempuan yang mencuri hati vokalis The Beatles, John Lennon sehingga semakin kreatif dan memilih meninggalkan The Fab Four.

Courtney Michelle Harrison atau biasa disapa Courtney Love Cobain. Janda musisi Kurt Cobain, nabi dari musik grunge yang mati bunuh diri ini terus menjadi perbincangan berkat kesetiaan dan sikap eksentriknya.

Musisi sekaligus bintang film kelahiran San Francisco, California ini bersikukuh berhenti membuat kecut penggemar band mendiang suaminya, Nirvana. Pada usia 45 tahun, Courtney memilih untuk tetap setia pada pria yang memberinya seorang putri, Frances Bean Cobain.

Dia bahkan menolak tegas penawaran Evergreen Capital senilai Rp1,5 triliun untuk pembelian hak katalog musik Nirvana. Hingga saat ini, Courtney mewarisi 75% hak kepemilikan hak publishing lagu-lagu Nirvana.

Keras kepala Courtney memang membuat, dua personil Nirvana lain, pemain bas Krist Novoselic dan pemain drum Dave Grohl harus gigit jari untuk bisa menggangsir duit dari Kurt Cobain yang meninggal pada 1994.

“Courtney berpikir katalog itu menyimpan terlalu banyak kenangan. Semua kenangan itu masih membayanginya,” ujar sumber dekat Courtney dilansir Showbiz Spy, pekan ini.

Courtney memang eksentrik, sebagian penggila musik punk bahkan menilai seharusnya peran Nancy Spungen, sang kekasih Sid Vicious (Gary Oldman) dalam film biopic Sid and Nancy.

Saat itu peran Nancy yang berperan menjerumuskan Vicious diperankan dengan sangat apik olek artis Chloe Webb, sementara Courtney berperan sebagai sahabat Nancy, sesama groupies bernama Gretchen.

Bahkan di akhir era 1990-an, pasca Seattle sound mencengkam dunia, Courtney disebut bagai Madonna di persimpangan jalan. Keduanya sama cantiknya, musisi dengan karya yang jenial, aktris peraih Golden Globe sekaligus memilih hidup liar.

Wanita kuat

Namun, tahun ini Courtney benar-benar ada di persimpangan jalan. Setelah ditinggalkan sang suami dalam depresi, putri satu-satunya terpaksa meninggalkan dirinya. Pengadilan secara resmi mencabut hak asuh Courtney atas Frances Bean.

Berdasarkan keputusan resmi, hakim telah menunjuk ibu Kurt Cobain yaitu Wendy O’Connor dan putrinya Kimberly Cobain sebagai wali yang sah atas Frances Bean. Ketetapan ini segera dimulai pada 10 Februari 2010.

Pengadilan menilai vokalis band Hole ini sosok gagal menjadi ibu yang baik. Dia terlalu sibuk berkutat dengan dunia malam dan narkoba yang mengantarkannya selangkah ke liang lahat.

Patah hati dan kesepian membuat Courtney bangkit dan kembali menulis lagu. Dengan bantuan Billy Corgan (The Smashing Pumpkins), musisi folk-song Linda Perry dan gitaris asal Inggris, Micko Larrikin, Courtney merilis Nobody’s Daughter di bawah payung label Mercury Records.

Koran prestisius Amerika Serikat, New York Times dan koran besar Inggris, London Times memuji tingkat penulisan lirik dan musik Courtney mengalami peningkatan yang signifikan sejak Courtney bersama Hole pada 1998 merilis Celebrity Skin yang menuai banyak pujian media dan tentu saja laku secara komersil.

Dibandingkan Celebrity Skin, album Nobody’s Daughter lebih romantis. Nuansa soft-rock hadir dalam beberapa nomor dalam album tersebut. Namun, lirik dan suara Love membuat album ini terasa lebih mengigit dari yang digambarkan.

Kepada reporter musik BBC, Mark Savage, Courtney mengaku puas dengan Nobody’s Daughter karena berhasil memnuhi hasratnya mengasosiaskan dirinya dengan para wanita kuat, sulit dimengerti dan memiliki akhir yang menakutkan al. Marie Antoinette, Anne Boleyn dan Lady Jane Grey.

Bisa jadi lewat album ini Courtney ingin menegaskan rasa cintanya pada sang putri melebihi apapun yang ada di dunia ini. Tentu saja dengan cara Courtney yang sama anehnya ketika dia mengasihi Kurt Cobain untuk menggeluti narkoba.

Dengan segala kegilaannya, pantas saja jika majalah Rolling Stone mempersembahkan julukan bagi Courtney sebagai perempuan paling kontroversial dalam sejarah musik rock.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

May 2010
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: