it’s about all word’s

Widi Nugroho on interview

Posted on: June 21, 2010

‘Telkom akan memperkaya aplikasi’

Pekan lalu PT Telkom Indonesia dan J-Spot Mobile di pameran CommunicAsia, Singapore Expo, Expo Drive Singapore meneken MoU pengembangan media informasi IndonesiaInYourHand bagi jaringan dan infrastruktur yang dimiliki Telkom Group.

Untuk mengetahui strategi Telkom di masa datang, Saya berbincang dengan Widi Nugroho Pjs Executive General Manager Divisi Multimedia Telkom. Berikut petikannya:

Bisa dijelaskan alasan Telkom turun langsung menggarap aplikasi bersama J-Spot?

Kita melihat sekarang kita tidak bisa bekerja sendiri dan melihat tren saat ini yang menjadi bintang adalah content provider. Selama ini kita sebagai penyedia jaringan hanya menjadi tempat lalu lintas berbagai aplikasi.

Sebagai contoh. Setiap hari orang mengakses Facebook. Makin hari makin dibutuhkan bandwidth yang besar. Kalau ada masalah kita yang kena keluhan, tetapi tidak mendapat apa-apa. Dari sini kita melihat kenapa kita tidak menyediakan aplikasi.

Apa yang sudah dilakukan Telkom sebelumnya?

Kami jualan content premium pesan pendek (SMS), jualan Ring Back Tone (RBT). Nah di situ ada keuntungan yang kita bagi dengan content provider.

Tren sekarang adalah memberikan layanan semakin lengkap. Istilahnya, sekarang kalau jualan telepon genggam kosong semakin tidak menarik. Kalau ada aplikasi yang diikutkan biasanya laris.

Telkom turun langsung, apa ini artinya program ini wajib dijalankan Telkomsel?

Telkom adalah grup. Punya beragam usaha. Kita kini mengarah ke menjadi telecommunication, information, media dan edutaintment bahkan anak usaha yang bergerak di televisi kabel, industri keuangan bahkan kesehatan. Intinya apa yang kita lakukan adalah untuk memperkaya jaringan grup Telkom.

Jika kita persempet antara Telkomsel dan Flexi apakah yang dilakukan Telkom adalah sinergi?

Iya, betul. Jika Telkomsel dan Flexi bisa bersinergi kenapa tidak. Bahkan kita jualan HP dengan nomor Telkomsel dan Flexi. Termasuk sebentar lagi kita akan integrasikan jaringan internet tetap dan mobile. Intinya, kemudahan bagi pelanggan.

Kenapa yang digandeng J.Spot dan mengapa pasar pariwisata yang digarap?

J.Spot sudah teruji. Sementara mengapa pariwisata, Indonesia ini yang bisa dibanggakan hanya budaya, kalau industri itu China, pertanian Thailand, nah Indonesia apa yang dibanggakan? Budaya.

Kalau keuntungan bagaimana?

Kita belum bicara sampai detail. Bisnis ini modelnya seperti apa, apakah kita akan mendapatkan revenue, apakah dari pengiklan atau konsumen. Tetapi kalau ada sesuatu, pasti dua-duanya mendapat keuntungan.

Saya diuntungkan karena pelanggan mendapat service tambahan, sementara J.Spot mendapat tempat menjangkau calon pengguna aplikasi ciptaan mereka. Kebetulan Menteri Kebudayaan Pariwisata Jero Wacik antusias dengan program ini.

Bagaimana dengan telepon tetap?

Selama ini agak kurang terurus tetapi akan kita kembangkan. Saya lihat di India, telpon kabel bisa untuk jasa beli musik. Jadi orang pesan putar musik.

Sebetulnya kita sudah pernah menjalankan jasa cerita anak dan tausiyah. Sayangnya sempet tercemarnya karena penggunaan nomor 0809 untuk layanan telepon seks

Jadi kemungkinan nomer itu ganti?

Sepertinya harus

Tahun ini atau tahun depan?

Tahun ini. Kalau untuk telkomsel dan flexi sudah jalan. Sudah lumayan, adalah duitnya. Meski tidak sekecang RBT tetapi ada. Nah untuk telepon rumah ini kita kembangkan. Karena telepon rumah sekarang tidak banyak dipakai.

Bagaimana nasib telepon umum?

Harus dikembangkan. Jadi misalnya begitu angkat langsung tersambung ke layanan buku telepon, ke hotel atau tempat pariwisata. Tetapi ini belum, masih dalam bayangan saya saja ya.

Karena kalau kita tidak melakukan terobosan, Telepon umum ya akan banyak menganggurnya. Ada biaya perawatan yang harus terus dikucurkan.
Artinya Telkom mulai mengurangi jumlah telpon umum?

Di beberapa tempat sudah kita hapus. Saat ini kami lebih banyak perawatan saja. Tetapi, alasan mengapa ada telepon umum adalah ketentuan internasional. Dulu Telkom memang milik pemerintah, sekarang mulai harus dipikirkan karena Telkom adalah entitas bisnis.

Idelanya, layanan telepon umum masuk dalam USO [universal service obligation]. Jika ini terjadi, jika diperlukan maka pemerintah yang menyediakan.

*Bareng Merlinda Agustina
Kontributor Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

June 2010
M T W T F S S
« May   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d bloggers like this: