it’s about all word’s

Antiklimaks sikap keras AS di ARF, Hanoi

Posted on: July 23, 2010

Seperti sudah diduga, Asean Regional Forum yang diikuti 27 negara Asean dan sejumlah negara besar seperti China, Rusia, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Australia akhirnya berakhir antiklimaks.

Dua isu utama di ajang ini, pengembangan senjata nuklir Myanmar dan sengketa tenggelamnya kapal perang Korea Selatan yang diduga ditembak terpedo Korea Utara pada 26 Maret tetap menjadi pembahasan di bawah meja.

Amerika Serikat diwakili Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, di Seoul sebelum kunjungan ke ARF telah mengindikasikan akan bersikap keras bagi kedua hal tersebut namun akhirnya saat hadir di Hanoi memilih hanya bisa memberikan saran.

Paman Sam yang memposisikan diri sebagai polisi dunia itu kehilangan kata-kata saat Menlu Myanmar, Nyan Win pulang lebih cepat dari ajang ini setelah secara resmi membantah pengembangan senjata nuklir lewat uang dari raksasa energi Chevron, Total bersama perusahaan Thailand PTTEP yang dituduhkan kepada mereka.

Selain itu, negara junta militer ini memastikan pada Oktober akan menggelar pemilu yang demokratis, jujur dan adil. Tercatat sedikitnya 44 partai akan mengikuti pemilu di negara tersebut.

Pertemuan bilateral Menlu RI, Marty M. Natalegawa dan Menlu Myanmar, Nyan Win memberikan arah positif karena Indonesia siap membantu Myanmar menggelar pemilu pertama negara tersebut.

Asean menilai Indonesia sebagai mitra yang tepat bagi Myanmar karena keberhasilan menyelenggarakan pemilu 1999 yang dinilai paling jujur dan adil pasca pemerintahan Orde Baru.

Meski demikian langkah Myanmar menuju demokratisasi dan keterbukaan masih mendapat sedikit ganjalan karena Amerika dan Uni Eropa tetap menolak mencabut atau mengendurkan embargo ekonomi bagi Myanmar.

Menlu Hungaria sekaligus wakil Uni Eropa bagi persoalan luar negeri dan politik, Janos Martonyi saat dikonfirmasi usai bertemu delegasi Rusia, memilih untuk menolak menjawab pertanyaan tersebut dan berlalu.
AS dan Uni Eropa secara tegas melihat pembebasan aktivis Aung San Suu Kyi sebagai isyarat utama komitmen junta militer terhadap demokratisasi di negara tersebut.

Yang menarik, negara-negara Asean secara konsensus menyerahkan persoalan Myanmar pada rakyat Myanmar. “Hanya orang Myanmar yang mengerti kebutuhan mereka. Pemilu bisa menjadi satu usaha Myanmar membuktikan keinginan mengubah diri,” ujar Sekjen Asean, Surin Pitsuwan.

Korsel luluh

Sementara itu Korea Selatan yang sangat berkepentingan dengan kondisi semenanjung Korea akhirnya sepakat untuk mengembalikan persoalan korvet Cheonan mereka ke skema pembicaraan enam pihak, Rusia, China, Amerika Serikat, Korsel, Korut, Jepang dan Uni Eropa.

Melunaknya sikap Korsel, besar kemungkinan hasil lobi pihak Jepang, China dan negara Asean yang dipimpin Indonesia. Delegasi Merah Putih sebelum ARF digelar rajin melakukan diplomasi dengan sejumlah negara.

Bisnis mencatat, satu pertemuan penting di sela Pertemuan Tingkat Menteri Asean ke-43 yang digelar sebagai ajang pra ARF adalah saat Menlu Indonesia, Marty M. Natalegawa bertemu Menlu China Yang Jiechi.

Negeri Tirai Bambu beserta Rusia adalah dua negara raksasa di PBB yang secara tidak langsung mengganjal pernyataan Dewan Keamanan PBB pada 9 Juli lalu.

Usai pertemuan singkat di ruang 217 gedung National Conventional Center tersebut, Marty menuturkan Jienchi sepakat dengan usulan Indonesia untuk mendorong pembicaraan enam pihak.

“Dalam pembicaraan kami, mereka [China] mendorong dilakukan pembicaraan enam pihak untuk menjaga tensi di Semenanjung Korea tetap terjaga,” ujarnya menjelang pembukaan ARF.

Hal mengejutkan tentu saja saat Korea Utara menunjuk Indonesia sebagai satu dari tiga negara Asean untuk menjadi mediator persoalan peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea.

Menurut Sekjen Asean, Surin Pitsuwan penunjukan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri Korut, Pak Ui-Chun dalam forum bilateral di ajang pertemuan bilateral Menteri Asean ke–43.

Mengejutkan karena Indonesia menjadi salah satu negara yang secara resmi mengutuk dengan keras tindakan Korut dalam penenggelaman kapal perang Korsel.

Tindakan yang disebut sebagai tindakan agresi paling serius yang dilakukan Pyongyang sejak perang Korea 60 tahun lalu.

Kedua negara Korea itu tidak pernah mencapai sebuah perjanjian pedamaian sejak perang 1950-1953 dan hanya bergantung pada gencatan senjata era Perang Dingin.

Indonesia menjadi negara yang sangat peduli dengan kasus ini karena terdapat dua pelaut warga negara Indonesia, Lambang Nurcahyo (36) dan Yusuf Harefa (35) yang tewas saat melakukan evakuasi Cheonan.

Lambang dan Yusuf adalah pelaut yang bekerja bagi kapal ikan Geumyang No. 98, milik usaha penangkapan ikan lokal, yang tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal kargo Kamboja saat melakukan evakuasi.

Dipercaya sikap Pyongyang dengan menunjuk Indonesia sebagai negara yang dipercaya Korut merupakan hasil hubungan diplomatik tradisional kedua negara tersebut.

“Indonesia juga berharap dalam kunjungan Korut ke Jakarta, 2 Agustus mereka bisa memberikan penjelasan. Begitu juga saat Indonesia melakukan kunjungan ke Seoul dan Pyongyang pada akhir Agustus,” papar Marty.

Usai perhelatan di Hanoi ini, Indonesia memang mendapat tugas penting. Selain mendampingi Myanmar dan Korut, secara konsensus mulai tahun depan terpilih sebagai ketua baru pertemuan tingkat Menteri yang membahas Perjanjian Zona Bebas Persenjataan Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ).

Dengan kepercayaan ini, Indonesia yang mengusulkan keterbukaan muatan senjata nuklir bagi seluruh kapal perang atau port visit and transit right akan memimpin pertemuan aturan pelarangan tes senjata nuklir (CTBT). Pendulum bergerak kembali ke Nusantara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

July 2010
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: