it’s about all word’s

Felicia Nugroho

Posted on: August 10, 2010

Kesulitan menjaga jarak

Awal Agustus, keluarga besar waralaba kuliner Es Teler 77 dan menggelar hajatan besar. Bertepatan dengan ulang tahun almarhum Hoo Tjoe Kiat atau Sukyatno Nugroho ke-62, diluncurkan buku biografi bertajuk Di sini Senang, Di Sana Senang yang ditulis putri sulung Sukyatno, Felicia Nugroho.

Menurut perempuan kelahiran 25 Nopember 1972 itu di balik peluncuran buku yang diterbitkan PT Elex Media Komputindo tersebut ternyata terdapat kisah dalam penciptaan buku setebal 307 halaman itu.

“Butuh waktu hampir dua tahun untuk menyusun buku ini. Faktor pertama, papi [Sukyatno] sudah menyusun sebagian materi buku, yang kedua, saya bukan penulis,” ujar ibu dari Lucas Ong itu.

Istri dari mantan wartawan, Ong Hock Chuan ini harus mengubah format penulisn buku karena sebelumnya Sukyatno Nugroho sudah menulis naskah saat menunggu kelahiran cucu ketiganya..

Setiap pagi-siang-malam, Sukyanto menulis naskah perjalanan bisnis Es Teler 77 secara manual dan sempat diteruskan oleh Felicia pada 2008, namun akhirnya diubah menjadi format biografi.

Tentu saja untuk mengubah format tersebut, Felicia harus melakukan riset ke kota asal Sukyatno yang lahir dari pasangan Hoo Ie Kheng Lee Kien Nio di Pekalongan, Jawa Tengah.

Berkali-kali Felicia harus ke kota psisisr itu untuk mewawancarai sejumlah rekan dekat, tetangga hingga guru sekolah menengah pertama sang ayah.

Setelah sejumlah bahan terkumpul tantangan masih menghadang, lama hidup di negeri Australia membuat tata bahasa Indonesia Felicia tidak sebaik dalam berbahasa Inggris.

Pasangan Sukyatno Nugroho dan Yenny Setia Widjaja memang mengirim anak-anak mereka sejak untuk menimba ilmu ke negeri Kangguru sejak di bangku sekolah menengah.

Felicia bahkan baru kembali dari Sydney, Australia pada 2003 setelah menyelesaikan pendidikan dan bekerja di negara tersebut selama sembilan tahun. “Jadi saya betul-betul harus berjuang dalam menulis buku ini.”

Kesulitan bahasa bahkan sempat membuat Felicia berpikir untuk mengubah format penulisan menjadi bahasa Inggris untuk diterjemahkan ke bahasa Indonesia, namun proses terjemahan membuatnya berpikir ulang.

“Yah dibantu banyak rekan yang mengoreksi tata bahasa saya. Tetapi lewat menyusun buku ini saya juga belajar bahasa Indonesia lebih baik lagi,” tutur Felicia tidak menutup kemungkinan lahirnya edisi bahasa Inggris biografi Sukyatno Nugroho.

Namun Felicia tidak menampik, sebagai anak, dirinya mengalami kesulitan menjaga jarak dengan sosok sang ayah sehingga naskah yang dihasilkan harus direvisi beberapa kali agar lebih menarik.

Tentu saja hal lain yang dia temukan adalah langkah bisnis sang ayah dengan pendidikan rendah dengan naluri dan belajar dari kegagalan ternyata dari sisi bisnis sangat maju dibandingkan jamannya. “Papi melakukan langkah yang kini baru akan dilakukan pebisnis.”

1 Response to "Felicia Nugroho"

Thank you Algooth!
Bisa link we blog khusus untuk buku ini http://www.disinisenangdisanasenang.com

Kita bisa mulai bedah buku:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

August 2010
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d bloggers like this: