it’s about all word’s

Hendrik Sutjiatmadja: Mr Safety

Posted on: September 22, 2010

Karir, melayani dan keluarga

Bagi industri konstruksi dan properti kelas elit, nama anchor Fischer adalah kepastian produk bermutu. Tidak heran jika 80-90% proyek bangunan tinggi atau properti elit di Jakarta menggunakan produk ini.

Bicara tentang anchor, tidak banyak orang yang akan mengerti. Bentuknya kecil dan tertanam di dinding membuatnya tidak banyak orang yang peduli. Pendek kata dibilang penting, tidak terlalu. Disebut tidak penting, ternyata penting.

Satu contoh sebuah lukisan mahal bisa hilang harganya jika tiba-tiba jatuh dan robek karena benda penggantungnya copot dari tembok. Begitu juga jika lemari dapurnya di sebuah apartemen mewah tiba-tiba jebol karena tidak mampu melekat erat di dinding bangunan.

Sosok di balik peredaran benda mungil berfungsi unik ini adalah Hendrik Sutjiatmadja. Bos Mr Safety Group yang membawahi PT Bersama Bangun Persada dan PT Bersama Bangun Karya.

PT Bersama Bangun Persada adalah perusahaan distribusi material bangunan dan alat keselamatan, menjadi distributor anchor merek Fischer asal Jerman. Sementara PT Bersama Bangun Karya merupakan penyedia jasa instalasi dan aplikasi.

Selain menjual anchor, Mr Safety Group memasarkan beberapa jenis produk seperti: bahan kimia untuk konstruksi, peralatan pemadam kebakaran, berbagai peralatan bangunan, dan perlengkapan keselamatan.

Uniknya, Hendrik tidak sekadar berjualan mencari untung, lewat salah satu anak perusahaan PT. Bersama Bangun Persada, PT. Sinergi Bisnis Pratama, Hendrik memberi edukasi bagi calon pembeli dan pengguna jasanya.

Maklum saja, perkembangan teknologi membuat material bangunan semakin beragam dan menuntut pengetahuan dari pengguna bangunan tersebut, Mr Safety memberikan jasa konsultasi bagi pelanggannya.

“Saya punya prinsip, nama baik perusahaan adalah harga mati. Pebisnis kalau tidak bisa menjaga reputasinya, umur bisnis pendek!” tegas Hendrik yang sangat mengagumi pendiri grup Astra, William Soeryadjaya.

Menurutnya bisnis konstruksi adalah bisnis reputasi. Bermain dengan kualitas bisa membuat pengguna jasa cedera atau bahkan nyawa melayang karena tertimba benda yang menggunakan produknya.

Tidak heran produk-produk yang dipasarkan Hendrik telah digunakan dalam pembangunan beberapa gedung tinggi a.l. Ritz Carlton-Pacific Place, Kuningan City, Kemang Village, Belagio Residence, Lapangan terbang Timika, Lapangan Terbang Hasanuddin Makassar dan sebagainya.

Dengan kiprah tersebut, tidak heran jika mulai bulan ini, Hendrik dipercaya pihak Jerman untuk merambah negeri jiran. Agustus lalu, PT. Bersama Bangun Persada mengakuisisi salah satu perusahaan distribusi material bangunan dan alat keselamatan yang beroperasi di wilayah Malaysia Barat.

Kepercayaan pihak Jerman tentu sebuah hal yang mengejutkan mengingat volume penjualan di Indonesia sejak 2004 hingga 2009, Indonesia selalu di nomor satu Asia Tenggara padahal dari sisi pasar, Indonesia hanya nomor empat di wilayah ini.

Membagi waktu

Bagi Hendrik seluruh perjalanan karirnya tidak bisa dilepaskan dari pilihannya di masa muda untuk bekerja secara mandiri. Sejak kuliah, kondisi ekonomi keluarga memaksanya menyingsingkan lengan demi uang saku.

“Kerja macam-macam. Saya pernah jualan buku Piala Dunia. Delivery kemasan. Hingga kemudian kerja sebagai akuntan paruh waktu. Intinya mau cari uang saku, capek memang dan hasilnya kuliah selesai setelah enam tahun,” kenang Hendrik yang semasa kuliah aktif beroganisasi.

Rupanya bekerja semasa kuliah membuatnya ingin berwiraswasta. Alhasil saat krisis mendera, Hendrik memutuskan keluar dari pekerjaanya untuk memulai usaha sendiri. Usaha pertama yang dia buka adalah toko dan distributor buku impor.

Hingga pada 2001, Hendrik dan kakaknya mendirikan PT Bersama Bangun Persada yang memasarkan produk dari produsen anchor dari Jerman. Tidak mudah memasarkan produk yang secara harga ada di pasar premium.

“Secara nama produk Ficher sudah terkenal, tetapi banyak yang salah kaprah. Ya harus perlahan-lahan. Sekaligus edukasi itu tantangannya,” kata Hendrik yang percaya edukasi membuat pelanggan menjadi fanatik pada produk.

Menurut Hendrik bisnis propreti pada dasarnya adalah kepercayaan. Setelah kepercayaan ditanamkan, uang akan datang. “Saya yakin menanamkan kepercayaan adalah uang di masa depan.”

Di luar kesibukannya, Hendrik tidak melupakan keluarga dan kecintaannya pada traveling. Bahkan, untuk urusan yang ini, Hendrik menggabung antara keseimbangan kerja, keluarga dan traveling.

Salah satu contohnya jika karena harus berada ke luar kota bahkan ke luar negeri sekalipun selama jangka waktu yang lama, Hendrik akan memboyong istri dan dua anaknya.

“Saya pria yang tidak bisa jauh-jauh dari anak dan istri. Yah diakal-akalin lah. Apalagi untuk anak. Awal tahun ajaran baru, pembagian rapot, pentas, saya sempatkan diri hadir,” ujar pria yang punya hobi menonton film.

Di luar kesibukan karir dan keluarga, Hendrik yang sangat religius masih menyempatkan diri melayani lingkungannya sebagai konseling bagi pasangan yang akan melangkah ke mahligai perkawinan tiap akhir pekan.

“Ya kalau dibilang sibuk. Waktu itu terbatas. Tinggal bagaimana kita memberikan prioritas. Sejak dulu saya tidak percaya, orang yang suka lembur lebih sukses. Justru saya bertanya jangan-jangan dia tidak membagi waktu,” tegas Hendrik.

Biodata

Nama: Hendrik Sutjiatmadja
Tempat/ tgl lahir : Jakarta, 8 Mei 1974
Nama Istri : Sintha Dewi

Anak:
Nathaniel Sutjiatmadja
Benedict Sutjiatmadja

Pendidikan : SMU Santo Antonius Jakarta (1989-1992)
S1 Akuntansi Universitas Trisakti (1992-1998)
Hobi : traveling, nonton.

Pengalaman Kerja
President Director PT. Sinergi Bisnis Pratama Marketing and Training Consultant, Jakarta (2007 – sekarang)
President Director PT. Bersama Bangun Karya, Sub Contractor and Professional
Applicator, Jakarta (2003 – sekarang)
Director PT Bersama Bangun Karya, Sub Contractor and Professional Applicator, Jakarta (2004 – 2008)
Director PT. Bersama Bangun Persada Exclusive Distributor for Construction Material. Jakarta & Surabaya (Mr. Safety Group) (2001 – sekarang)
Director PT. Mitra Lestari Pustaka, Imported Bookstore Jakarta (Mei – July 2001)
Independent Tax and Administration Consultant (Apr 2000 – 2006)
Internal Auditor – (Inc. Tax Division) Pondok Indah Group, PT. Metropolitan Kencana, Property and Real Estate Company, Jakarta (Okt 1996 – Maret 2000)
Junior Auditor – Tax KAP Drs. Eddy Mulia, Public Accountant, Jakarta (Jun 1995 – Agt 1996)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

September 2010
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
%d bloggers like this: