it’s about all word’s

Race in north pole

Posted on: September 24, 2010

Suku Inuit bagai pelanduk di tengah gajah

Kutub Utara. Kediaman Sinterklas yang sunyi dan membeku, kini gerah menjadi rebutan Rusia, Norwegia, Kanada, Denmark, dan Amerika Serikat karena kekayaan minyak dan gas yang luar biasa besar.

Sejak kemarin di Moskow, PBB menjadi wasit atas klaim kelima negara memperebutkan sedikitnya 90 miliar barel minyak dan 47 triliun meter kubik gas, setara seperempat cadangan total migas dunia dipercaya ada di kawasan pegunungan dasar laut Bukit Lomonosov.

Pada 2001, Moskow mengajukan klaim atas wilayah itu kepada PBB tetapi kemudian ditolak karena tidak cukup bukti. Tiga tahun lalu sebuah ekspedisi Rusia, dimpin penjelajah Artur Chilingarov menempatkan bendera titanium di dasar laut di bawah Kutub Utara sebagai langkah simbolis.

Langkah Rusia, termasuk rencana mengucurkan biaya senilai US$64 juta untuk membuktikan klaim mereka menuai protes keras Kanada dan Denmark, keduanya berencana mengajukan dokumen mereka ke PBB.

Namun, pekan lalu menteri luar negeri Kanada bertemu mitranya dari Rusia di Moskow untuk merundingkan klaim negara masing-masing, 2 hari kemudian Rusia menandatangani traktat dengan Norwegia.

Menlu Norwegia, Jonas Gahr Stoere setuju mengakhiri pertikaian 40 tahun tentang perbatasan di Laut Barents dan Laut Kutub Utara. Pihak yang masih bersitegang tentu saja Kanada dan Denmark yang berebut wilayah Hans Islet.

Sementara Amerika Serikat menjadi negara paling serakah karena secara memaksakan diri terlibat dalam kepemilikan wilayah Lomonosov. Demi niat ini, Presiden Barack Obama merestui rencana pembuktian Lomonosov terhubung dengan Alaska.

Maklum beberapa raksasa migas bermain di Alaska a.l. Shell, StatoilHydro, Chevron, Gazprom, BP, dan ConocoPhillips. Demi potensi itu, Amerika yang selalu haus energi bisa berbuat apa saja.

Melihat tetangganya yang rakus itu ngotot, Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin secara jelas menyatakan Moskow membuka kemungkinan eksplorasi minyak dan gas cukup signifikan di perbatasan masing-masing.

“Kami berpendapat wilayah Kutub Utara seharusnya adalah tempat yang damai. Kami tahu sulit untuk tinggal sendirian di Kutub Utara,” ujarnya pada Forum Kutub Utara yang diikuti 300 wakil.

Meski membuka kemungkinan kerjasama, seperti dikutip dari gizmodo.com Rusia tidak menunda rencana mereka membangun pembangkit listrik bertenaga nuklir yang akan beroperasi 2012.

Negara mini Denmark tak mau kalah, di bawah Departemen ilmu pengetahuan Helge Sander sedikitnya US$25 juta sudah dikucurkan untuk membuktikan kepemilikan sah mereka atas Lomonosov.

Hal yang menentukan bagi negara-negara yang terlibat dalam pertikaian wilayah adalah bukti ilmiah bahwa Bukit Lomonosov adalah perpanjangan lempeng benua dasar laut mereka.

Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut yang diratifikasi 51 negara, kecuali Amerika Serikat menyebutkan negara pantai dapat menyatakan hak ekonomi eksklusif terhadap sumber daya alam pada atau di bawah dasar laut sampai 370 kilometer dari wilayah darat.

Tetapi jika lempeng benua melampaui jarak tersebut, negara yang bersangkutan harus memberikan bukti kepada dewan PBB yang kemudian akan mengusulkan penetapan batas luar.

Nasib Inuit

Sementara itu, di luar Forum Kutub Utara, di Nuuk, Greenland atau di Iqaluit, Nunavut digelar konfrensi tingkat tinggi kaum Eskimo, disebut juga suku Inuit, atau biasa disebut sebagai ICC. Sementara Nunavut adalah wilayah diantara selat Davis dan teluk Baffin

Pertemuan yang dihadiri suku Inuit yang tinggal di Kanada, Alaska, Rusia dan Greenland ini dilakukan untuk membahas pengembangan minyak, gas dan mineral di kawasan Kutub Utara tersebut.

Lynge, salah satau pemuka adat suku Inuit yang dahulu seringkali menunjukkan keberatanya terhadap pengembangan minyak dan gas menyatakan bahwa kaum Eskimo yang tersebar di Kanada, Alaska, Rusia dan Greenland sangat dibutuhkan kehadiranya untuk membahas pengalaman mereka mengenai pengembangan sumber daya mineral dalam konferensi ini.

“Kita tidak bisa mencapai kemajuan tanpa kerja sama dan saling belajar satu sama lain,” ungkap Lynge seperti dikutip dari montrealgazette.com.

Lynge menambahkan bahwa dewan eksekutif ICC yang baru akan menentukan tanggal dan lokasi pertemuan ketika mereka mengadakan pertemuan di Nuuk, pekan depan.

Ide mengenai diselenggarakanya pertemuan minyak dan gas Inuit pertama kali tercetus pada sidang umum ICC Juli lalu. Sidang ini terasa semakin mendesak setelah Selasa lalu, Cairn Energy melaporkan bahwa salah satu lubang pengeboran mereka di bagian barat Greenland ternyata merupakan ladang minyak.

“Semua mata tertuju pada Greenland sekarang. Ini adalah sebuah tantangan besar,”ujar Lynge.
.
Konferensi suku Inuit nanti akan penting untuk memastikan bahwa segala jenis pengembangan harus menghargai hak dari kaum yang tinggal di wilayah yang kaya akan emas, uranium dan sumber mineral langka yang terkandung di kawasan tersebut.

Inuit di wilayah Greenland, sebagai suku peramu mengalami masalah sosial terkait industrialisasi yang terjadi di wilayah tersebut. Banyak diantara mereka yang menjadi pengangguran terjerat ketergantungan alcohol dan terjangkit HIV/AIDS.

Tercatat Amerika sebagai negara pejuang HAM, justru menjadi salah satu negara yang membuat masyarakat Inuit terpinggirkan, demi pembangunan pangkalan radar di Thule, di utara Greenland.

Namun melihat, kerasnya perebutan sumber daya di Kutub Utara, nampaknya nasib Inuit bakal semakin terpinggirkan.

“[Sayangnya] saya tidak pernah melihat ada penduduk yang bahagia tinggal di kawasan kaya minyak, ini sebuah fakta yang tak terbantahkan,” ujar Lynge.

*Dibantu Ananda ‘montok’ Teresia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

September 2010
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
%d bloggers like this: