it’s about all word’s

Merajut mimpi di jalur balap

Posted on: October 10, 2010

Aksi pemuda tanggung yang duduk di bangku SMA Global Islamic School, Condet, itu lugas. Tiada keraguan saat melibas tikungan demi tikungan. Di tangannya, pantat Nissan Cefiro penggerak roda belakang itu melenggok mempesona.

Muhammad Rulli Armando, 17, mempunyai prestasi lengkap di tingkat nasional. Jawara gokar, turing hingga drifting. Uniknya, di tengah gemerlap dunia balap, Dido pernah terpaksa pensiun sementara waktu. Ketika ingin turun di medan laga gokar 2009, dia kekurangan dana!

Biaya yang mahal karena mencapai angka puluhan juta rupiah, membuatnya harus bekerja keras untuk mendapatkan sponsor. Beruntung bakat Dido dilirik Paul Halliday, pemilik tim Aus Motorsport, asal Australia.

Untuk kepercayaan itu, Dido membayar lunas. Dalam Kejurnas Karting Seri 2 2010, Dido meraih juara 1 Nasional Gearbox dan juara 3 kelas Formula Senior untuk Senior Open.

Kenapa Dido ngotot membalap di ajang gokar? Semua sudah tahu gokar adalah dasar bagi pebalap roda empat. Reli, turing, drifting hingga Formula One, semua berawal dari balapan opel wheel bermesin imut ini.

Sayangnya untuk membalap dengan si imut ini, tidak sedikit rupiah yang mesti dikucurkan para pembalap pemula di Indonesia. Kendala yang akan berdampak pada minimnya partisipasi anak-anak muda Indonesia untuk bisa berkontribusi bagi bangsanya di arena kompetisi balap.

Menurut pebalap GP3 dari tim Manor Racing, Rio Haryanto yang meraih juara di race kedua seri Turki dan juara dua di seri Inggris, kualitas kompetisi di Indonesia kurang keras karena adanya kendala dana.

Menurut pemuda asal Solo yang juga meniti karir di jalur gokar itu, dari kompetisi gokar yang teratur dan sengit lah yang membuat pebalap terasah sehingga mampu berkompetisi di tingkat internasional.

Balap hemat

Lama tidak terlibat secara langsung di dunia balap, Hutomo Mandala Putra menggelar kompetisi gokar one make race Humpuss Kart Seriess 2010 yang ditujukan bagi siswa SD dan SMP atau anak-anak usia 8-12 tahun.

Pimpinan proyek Humpuss Kart Series 2010, pebalap nasional Moreno Soeprapto yang juga meniti karir di jalur gokar, mengatakan kompetisi ini akan dihelat sebanyak lima seri.

Berlangsung di Sentul International Karting Circuit (SIKC), Humpuss Kart Series 2010 diadakan pada 26 September, 10 Oktober, 24 Oktober, 14 November dan 28 November 2010.

Ajang ini boleh disebut balap hemat karena cukup dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp4,8 juta, anak bisa ikut berkompetisi gokart sekali race. Dengan uang itu, pebalap menyewa mobil dan mendapatkan satu set ban merek Deli yang bisa dibawa pulang seusai balapan.

Bandingkan jika mengikuti balap sendiri. Untuk satu unit gokar, butuh uang tak kurang dari Rp30 juta, belum termasuk biaya mekanik, ban termasuk biaya pengangkutan.

Keuntungan lain dari ajang ini, selama latihan dan membalap, pebalap bahkan tidak perlu memikirkan mekanik ataupun kerusakan mobil gokar jika terjadi insiden di sirkuit.

Menurut Moreno, pihak Kanzen telah mempersiapkan mesin berkapasitas 110cc dan mekanik. Kanzen adalah produk dalam negeri sehingga akan menjadi kabar yang baik bagi perkembangan otomotif dalam negeri.

“Kita mempersiapkan 20 unit kendaraan. Mesinnya Kanzen dan satu merek dari China. Tidak terlalu kencang tetapi sudah cukup untuk anak-anak usia 7 hingga 14 tahun,” ujarnya.

Menurut Tommy Soeharto, sapaan akrab Hutomo Mandala Putra, ajang pembinaan di kelas kadet ini adalah pembinaan bagi kelas kadet, dan karena bersifat one make race, peserta mendapat mesin dan sasis yang telah disiapkan sehingga kemampuan pebalap sangat teruji.

Tentu saja yang menarik, selain murah, peserta boleh membawa sponsor sendiri karena bodi mobil berkelir putih polos. Tulisan Humpus dengan warna merah termasuk sangat kecil.

“Silakan bawa sponsor. Kami ingin semakin banyak yang ikut. coba bandingkan dengan balap lain, semakin lama pesertanya turun karena biayanya terlalu mahal,” ujar mantan pereli nasional tersebut.

Menurut Dido, sistem yang diterapkan Humpuss sangat positif. Dengan adanya kompetisi balap gokart murah akan semakin banyak pemain muda yang nantinya bisa ikut berkompetisi di arena gokart.

“Semakin banyak pemain maka akan membuat dirinya semakin giat dan semangat latihan,” ujar Dido.

Hal serupa dinyatakan manajer Dido, Dony Sarwono, karena murah kompetisi bisa diikuti banyak orang.

“Indonesia perlu mencari bibit-bibit unggul dalam dunia balap. Untuk bisa mendapatkan bibit-bibit unggul yang berkualitas perlu pebalap dan kompetisi. Ini akan membuat para pebalap terus berlatih dengan baik karena kompetisi yang semakin ketat,” ujarnya.

Membina etika

Sebagai kompetisi yang bertujuan sebagai pembinaan, Humpuss Kart Series 2010 tidak sekadar mengajarkan bagaimana teknik saling salip. Tommy Soeharto menegaskan adanya aturan tegas bagi pebalap yang berkompetisi.

“Tentu saja para pebalap kami arahkan. Di sini mereka juga harus belajar tata krama membalap yang benar. Tidak sekadar bisa menang,” ujar ayah dari pebalap muda, Dharma Mangkuluhur Hutomo.

Hal ini diamini, Moreno Soeprapto, sebagai ajang pembinaan, panitia akan tegas terhadap peserta. Bagi pebalap yang membahayakan pebalap lain akan terkena sanksi. Mulai dari teguran, pengurangan nilai sampai larangan membalap di seri selanjutnya.

Keselamatan memang menjadi sisi penting yang diarahkan panitia. Hal seperti pembalap harus selalu memakai balakava, sarung penutup kepala sampai leher, kemudian helm hingga memakai sarung tangan.

Memakai semua perlengkapan balap sesuai aturan adalah penting. Karena ketika balapan pasti kendaraan yang dikendarai akan bergerak dengan kecepatan sangat tinggi. Selain itu, sebelum balapan dimulai, pembalap harus melakukan pemanasan.

Menurut Oke D. Junjunan, salah seorang Pembina Indonesia Karting Association (IKA) yang juga Ketua IMI Pengprov Jabar ketegasan harus dilakukan panitia karena tujuan utama dari ajang ini sejak awal adalah pembinaan.

“Program ini merupakan yang pertama, dan memberikan kesempatan bagi para pemula untuk berkompetisi. Mencari dan mencetak kualitas pegokar dengan cara pembinaan dari awal. Diharapkan para orang tua akan percaya dan memberi restu demi minat sang anak,” ujarnya.

* Merlinda Riska Agustina, Kontributor Bisnis Indonesia
Terbit Bisnis Indonesia 19 Sept 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Advertisements
%d bloggers like this: