it’s about all word’s

Boxing Ladies

Posted on: November 24, 2010

Yang ayu yang suka tinju

Senja Jakarta di sebuah Selasa baru saja usai, Nancy Natalia gegas mengarahkan Honda CRV warna hitam berpelat nomor belakang NCY dari kawasan Sudirman Central Business District, Jakarta Selatan menuju pintu VI komplek Stadion Gelora Bung Karno.

Butuh tempo sekitar separuh peminuman teh bagi eksekutif muda di sebuah perusahaan komunikasi industri bisnis internasional tersebut membelah kemacetan lalu lintas di bilangan Sudirman.

Setiap Selasa malam, mulai pukul 19.00 hingga 21.30, Nancy berlatih tinju di Executive Boxing Club. Sudah setahun lebih, perempuan bertubuh mungil ini menggeluti olahraga jotos menjotos yang identik dengan dunia keras kaum Adam ini.

Dunia ring tinju wanita sama kerasnya dengan dunia tinju lak-laki. Dalam setiap pertandingan, petinju wanita tak jarang berdarah-darah karena pelipis mata yang sobek atau muka sembab karena memar.

“Gua pengen membuktikan, anggapan itu salah. Itu tujuan bergabung di [olahraga] tinju dan gua berlatih di sini lebih dari satu tahun,” ujar lajang 30 tahun itu.

Sigap dia merubah penampilannya. Dari yang kemayu dengan blouse kantoran dan higheel menjadi sangat sporty dengan kaos, celana dan sepatu olahraga. Lembaran bandage membebat telapak tangannya.

Erik Rony van Enst, mantan petinju nasional kelas bulu (57 kilogram) era 1970-an didampingi Hotler ‘Elvin’ Marbun, petinju nasional kelas menengah memimpin sesi pemanasan.

Nancy bukan kaum Hawa yang berlatih hari itu. Dorte Luedecke, perempuan asal Jerman tak kalah bersemangatnya berlatih. Ibu satu anak perempuan ini mengaku berlatih tinju jauh lebih menyenangkan dari sekadar gym yang sangat individualis.

“Aku sudah sejak Mei 2010 berlatih. Tahu tentang tinju dari Nancy,” ujarnya. Selain itu, lanjutnya sambil berbisik lalu tertawa, ”Aku sudah punya anak, mesti olahraga. Biar ngga melar.”

Lihai sekali saat Nancy dan Dorte memukul samsak, beradu tinju, laiknya Laila Ali-petinju wanita anak petinju legendaris Muhammad Ali. Selama sekitar dua jam, mereka beraktivitas bak petinju yang bersiap menghadapi pertandingan. Keringat deras pun mengalir membanjiri tubuh-tubuh berlekuk ala gitar Spanyol itu.

Pemanasan lari keliling bangsal tinju diselingi lari cepat disusul mengulang-ulang gerakan dasar tinju. Tangan-tangan halus itu lancar melayangkan beragam jenis pukulan, seperti jab, straight, hook, dan upper-cut.

Lincah juga, kaki-kaki yang biasa mengenakan high heel itu mampu jejingkrakan menghindari serangan. Sasarannya bisa sansak, berlatih dengan pelatih, juga teman seklub bila para petinju perempuan itu melakukan latih tanding (sparring).

Bagi Nancy dan Dorte latihan tinju menjadi pilihan mereka untuk mengupayakan hidup sehat di sela-sela padatnya rutinitas kerja. Kebetulan lokasi latihan di EBC tidak jauh dari kantornya.

“Sekalian menunggu waktu macet usai,” katanya. Memang, kegiatan menunggu kemacetan reda sepulang kerja, seperti ngopi di kafe atau menonton film, tidak ditinggalkan. “Sekali dalam seminggu disisihkan untuk olahraga,” katanya.

Pasang surut

Menurut Erik Rony van Enst, jumlah kaum Hawa yang berlatih di EBC sejak didirikan pada 2006 memang tidak terlalu banyak dibandingkan kaum Adam. Jumlah mereka mirip ombak di lautan. Pasang surut.

“Kadang banyak. Kadang sedikit. Yah harus dimaklumi kesibukan mereka. Ada yang kemudian tidak berlatih karena kesibukan pekerjaan. Ada juga yang karena kemudian mengurus keluarga,” ujar pria kelahiran Ambon itu.

Tetapi, lanjutnya tegas, jangan pernah memandang remeh dan menganggap perempuan penghobi olahraga tinju hanya sekadar latihan biasa karena banyak diantara mereka yang punya pukulan keras.

Dia menyebut sosok Sheila Delila, istri vokalis band Naif, David Bayu Danangjaya atau presenter sekaligus acara kuliner di stasiun televisi Trans7, Rinrin Marinka. “Pukulan mereka tidak kalah kerasnya.

Rinrin Marinka, koki ayu jebolan sekolah kuliner Le Cordon Bleu, Sydney, Australia tersebut menyatakan sudah menekuni olahraga tinju sejak masih menuntut ilmu di KvB Institute Of Technology, Sydney, Australia. “Sudah lama suka tinju.”

Sayang, kesibukan pekerjaan membuatnya cuti dari berlatih di EBC. Meski demikian, dia tetap menyediakan waktu untuk berlatih tinju di kala senggang. “Biasa jotos-jotos lah.”

Satu artis yang juga suka tinju adalah Tamara Bleszynski yang kemudian menjadi duta tinju Indonesia. “Ini bukan saja untuk bela diri, tapi juga latihan konsentrasi, menahan emosi dan sportivitas.”

Bagi Tamara, tinju adalah salah satu olahraga yang jadi favoritnya. “Wanita itu tak cukup bermodal cantik, tapi juga harus sehat, pintar, dan tegar,” cetusnya.

Para perempuan tersebut mengaku lewat tinju selain tubuh lebih bugar, ada kepercayaan diri yang terbentuk.

Perempuan berlatih tinju di sasana atau klub tinju memang makin banyak. Menurut pengamat tinju Johny Riberu, perempuan ikut klub tinju terjadi dalam dua tahun belakangan ini.

Bahkan, lanjutnya, tinju yang dimaksud bukan sebatas olah tubuh semacam kick boxing-yang pernah digandrungi beberapa tahun silam, tetapi sudah sampai benar-benar adu jotos di ring tinju.

Kegairahan kaum Hawa bertinju itu pun diimbangi para pelatih atau penyelenggara latihan tinju. “Tidak berat seperti untuk atlet, harus bisa having fun, mengimbangi kebosanan di kantor,” kata Erik Rony van Enst.

Sementara menurut pelatih Boxing Club, Richad Engkeng, tren tinju perempuan ini sebenarnya menjadi bagian dari gairah pertandingan tinju kaum Hawa yang mendunia.

Selain kelas bela diri penuh, klub yang sudah berdiri dua tahun ini menyediakan kelas tinju yang lebih berorientasi pada kebugaran dengan banyak gerakan dasar. “Banyak wanita di kelas ini,” katanya.

Terbit di Bisnis Indonesia edisi 14 November

1 Response to "Boxing Ladies"

mbak tanya ap sudah ad klub serupa di Lampung?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

November 2010
M T W T F S S
« Oct   Dec »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: