it’s about all word’s

Fidel Castro lengser keprabon?

Posted on: March 6, 2011

April, bulan penuh lelucon masih 30 hari menjelang. Partai Komunis Kuba segera menuju era baru. Fidel Castro Ruz, Presiden Kuba sejak 1976 hingga 2008 semakin mempercayakan posisinya kepada sang adik Raul Castro. Akankah Castro pensiun? Hal ini mulai mengemuka di dalam tubuh Partai Komunis.

Tanda-tanda pensiun Castro yang kini berusia 84 semakin santer setelah menyerahkan sebagian besar tanggung jawab sebagai sekretaris pertama kepada Raul yang berposisi sebagai sekretaris kedua Partai Komunis.

Transformasi dari Fidel kepada Raul telah mulus dilakukan saat, Fidel menyerahkan posisi presiden pada Februari 2008 setelah memerintah selama 49 tahun.

Hal menarik tentu saja, kemungkinan mengisi posisi sekretaris kedua Partai Komunis yang besar kemungkinan akan diisi oleh seseorang tanpa nama belakang Castro untuk pertama kalinya sejak partai itu diciptakan tahun 1965.

Sebagai sekretaris pertama dan kedua, kakak-beradik Castro memimpin partai, membimbing Komite Sentral termasuk menggelar pemilu sembari menjalankan reformasi ekonomi di dalam negeri.

Kuba dijadwalkan akan memecat hampir setengah juta pegawai negeri, pada sisi lain memberikan hak bagi warga untuk menjadi wirausahawan dan memberikan akses bagi investasi asing.

Namun dari seluruh hal yang ditunggu-tunggu, jelas hal yang paling menarik adalah kebesaran hati Che Fidel dari puncak kekuasaan.

Kisah hidup Fidel Alejandro Castro Ruz yang lahir 13 Agustus 1926 memang menarik. Sobat kental sosok revolusioner Che Guevara ini meniti jalan hidup yang terjal dan berliku.

Pada 1947, Fidel ikut dalam upaya kudeta diktator Republik Dominika Rafael Trujillo dan lari ke New York, Amerika Serikat karena adanya ancaman akan dihabisi lawan politiknya.

Setelah meraih doktor di bidang hukum pada 1950, dia memprotes dan memimpin gerakan bawah tanah anti-pemerintah atas pengambil-alihan kekuasaan lewat kudeta oleh Fulgencio Batista pada 1952.

Tahun 1953, dia memimpin serangan ke barak militer Moncada Santiago de Cuba, namun gagal. Sebanyak 69 orang dari 111 orang yang ambil bagian dalam serbuan itu tewas dan untuk kekalahannya dia dipenjara selama 15 tahun.

Setelah mendapatkan pengampunan dan dibebaskan pada 15 Mei 1955, dia langsung memimpin upaya penggulingan diktator Batista. Perlawanan ini kemudian dikenal dengan Gerakan 26 Juli yang lagi-lagi gagal.

Berbekal status pecundang, Fidel lari ke Meksiko dan bertemu dengan pejuang revolusioner Che Guevara. Bersama 81 orang lainnya, dia kembali ke Kuba pada 2 Desember 1956 dan melakukan perlawanan gerilya selama 25 bulan di Pegunungan Sierra Maestra yang berakhir dengan kemenangan baginya pada 1 Januari 1959.

Fidel menjabat sebagai Perdana Menteri atas penunjukannya pada 16 Februari 1959, Fidel kemudian tampil sebagai sekretaris pertama Partai Komunis Kuba (Communist Party of Cuba) pada 1965 dan mentransformasikan Kuba sebagai republik sosialis satu-partai dan menjadi Presiden pada 1976.

Melebihi Soekarno, Fidel Castro memusatkan seluruh kekuasaan dalam genggamannya. Fidel adalah Presiden, Panglima Angkatan Bersenjata, Ketua Dewan Menteri. Dengan dukungan Uni Soviet, Kuba menjadi kerikil di dalam sepatu lars Paman Sam.

Tidak terhitung usaha Amerika Serikat secara resmi maupun tidak resmi untuk menggulingkan Fidel. Mulai dari invasi Teluk Babi yang dilakukan dinas intelijen CIA atas restu Presiden Kennedy hingga menciptakan bubuk yang menyebabkan jenggot lebat Fidel rontok.

Namun sosok Fidel benar-benar mencuat saat Kuba menjadi pangkalan rudal jarak jauh berhulu ledak nuklir Uni Soviet yang membuat Amerika Serikat merengek kepada PBB untuk mengusir pasukan Beruang Merah.

Di luar Kuba, Castro mulai menggalang kekuatan untuk melawan dominasi Amerika Serikat dan bekas negara Uni Soviet. Setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, cita-cita dan impiannya mulai diwujudkan dengan bertemu Hugo Chávez di Venezuela dan Evo Morales dari Bolivia.

Pada 31 Juli 2006, Castro menyerahkan jabatan kepresidenannya kepada adiknya, Raúl untuk beberapa waktu.

Menjelang hari ulang tahunnya ke-80 yang jatuh pada 13 Agustus 2006, ia menyerahkan tampuk kepemimpinannya untuk sementara waktu kepada adiknya. Praktis, Raúl merangkap jabatan, yakni sebagai Presiden Kuba dan Menteri Pertahanan Kuba.

Penyerahan kekuasaan ini merupakan pertama kali sejak ia memerintah Kuba pada 1959. Castro juga meminta perayaan ulang tahunnya yang ke-80 ditunda sampai 2 Desember 2006. Padahal, pesta meriah selama empat hari di jalan-jalan utama Havana sudah disiapkan, termasuk konser megah dari musisi dan penyanyi Amerika Latin.

Kesehatan Castro sempat menurun setelah jatuh ketika berpidato pada 2004. Waktu itu, lutut kiri dan lengan kanannya terluka.

Pada 19 Februari 2008, lima hari sebelum mandatnya berakhir, Castro menyatakan tidak akan mencalonkan diri maupun menerima masa bakti baru sebagai presiden atau komandan angkatan bersenjata Kuba. Jabatannya digantikan oleh adiknya, Raul Castro. Monggo lengser keprabon komandan. Hasta la Victoria Siempre!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2011
M T W T F S S
« Jan   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: