it’s about all word’s

Yordania: Kuasa kurcaci Barat

Posted on: March 6, 2011

Kekuasaan Yordania kini digenggam Raja as-Sayyid Abdu’llah II bin al-Hussein al Hashimi yang menjabat sejak sang ayah, Raja Hussein mangkat di usia 63 pada 7 Februari 1999.

Abdullah merupakan putra langsung Raja Hussein dengan Putri Muna al-Hussein atau Antoinette Avril Gardiner. Dia memiliki 4 saudara dan 6 saudari.

Abdullah memulai pendidikannya di Islamic Educational College dan menerima pendidikan lanjutan di St. Edmund’s School di Surrey, Inggris, Eaglebrook School di Massachusetts, kemudian di Akademi Deerfield di Amerika Serikat.

Pada 1980, Abdullah memasuki Royal Military Academy Sandhurst di Britania Raya, di mana dia menerima pendidikan militernya. Di tempat ini, disebut-sebut merupakan tempat perkenalan Abdullah dengan salah satu rising star Indonesia, Prabowo Subianto.

Abdullah menamatkan universitas pada 1984, menjalani setahun kursus Studi Khusus di Politik Internasional dan Urusan Luar Negeri. Setelah kembali, sejumlah jabatan dijalaninya di ketentaraan hingga Mei 1998.

Sebagai sebuah kerajaan yang sejak awal didirikan sebagai boneka Inggris atas restu Amerika Serikat pasca Perang Dunia II untuk menandingi pengaruh Uni Soviet di Mesir, Syiria dan Yaman.

Karena sejak pendiriannya Yordania ditopang dari subsidi negara imperialis, kebijakan ekonomi penguasa Yordania tidak lebih selain mengikuti arahan para donatur yang memberikan utang.

Jeratan utang ini pulalah yang menyebabkan ambruknya ekonomi Yordania. Atas nama reformasi ekonomi dan perbaikan kualitas hidup, Raja Abdullah II bekerja sama dengan IMF.

Rezimnya juga melakukan liberalisasi perdagangan dengan menjadi anggota WTO (2000) serta melakukan perjanjian perdagangan bebas dengan AS. Akibatnya yang menderita ialah rakyat.

Utang luar negeri sebagian besar bocor dan masuk ke kantong penguasa, dan investasi maupun cadangan berada dalam kontrol raja dan kroninya yang terdiri dari para tokoh maupun pejabat.

Mereka melakukan utang luar negeri sesuai arahan IMF. Mereka melaksanakan apapun yang dituntut baik dalam masalah dana, budaya maupun sosial. Mereka mendanaianya dengan dana publik dari suap, spekulasi, maupun komisi.

Selanjutnya, untuk menyempurnakan aktivitasnya, mereka menyempurnakan UU ekonomi, seperti tentang inestasi, privatisasi, otonomi wilayah Aqobah, pajak umum penjualan, dsb.

Ini dilakukan di bawah jargon ‘perbaikan ekonomi’. Ini membuat adanya penjualan tanah dan perusahaan terhadap nonmuslim termasuk Yahudi. Ini mengakibatkan kemikinan, kelaparan, PHK massal, merajalelanya penyakit.

Saat utang itu telah jatuh tempo, untuk menutupi dan membayar bunganya, dengan bantuan pemerintah IMF menaikkan pajak maupun pungutan, meningkatkan harga, mengurangi dana publik dengan memensiundinikan pegawai negeri.

Raja Abdullah juga mendukung perang melawan terorismenya AS dengan latihan perang bersama antara tentara AS dengan Yordania. Untuk menyediakan diri sebagai alas AS, Yordania mendapat imbalan utang.

Pada September 2002 penguasa Yordania melakukan kerja sama dengan Israel termasuk membangun saluran air dari Laut Merah ke Laut Mati. Proyek yang menghabiskan dana $800 juta ini merupakan kerja sama terbesar kedua negara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2011
M T W T F S S
« Jan   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: