it’s about all word’s

Jazz, wine dan kail investasi OSO

Posted on: April 16, 2011

Rabu pekan ini (14/4), restoran Lyon di Hotel Mandarin Oriental sungguh meriah. Alunan irama acid jazz terdengar semarak. Kudapan dan anggur kelas atas mengalir rajin tak henti di tengah tepukan dan tawa para tamu yang meriung pesta kaum the have tersebut.

Malam itu, Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sekaligus pebisnis top asal Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang membuat gelaran meriah, dia mengundang sedikitnya 55 duta besar negara sahabat.

Acara dengan tajuk ”Meningkatkan Hubungan Antar Negara, Khususnya di Bidang Ekonomi” digelar mirip teknik memancing ikan, ajang ini jelas ditujukan untuk memancing ikan kelas kakap kalau perlu paus. Bukan lemuru apalagi hanya teri.

Melihat kelas tujuannya, kail dan umpan yang ditebar untuk jenis kakap pun berbeda dengan jenis ikan yang bisa dijual kodian. Malam itu Osman memancing para dubes untuk meningkatkan nilai investasi di Indonesia lewat kerjasama ekonomi.

”Kita harus membuka diri dalam ekonomi global, karena sangat jelas kita membutuhkan dukungan semua pihak. Ekonomi kita bukan termasuk yang paling jelek, tetapi perlu ditingkatkan,” ujarnya tak nampak terengah-engah meski harus kerap bergoyang menemani tamunya.

Untuk menjembataninya, lanjut Oesman, tentu lebih efektif melalui para duta besar yang ada di Tanah Air ini yang memang lebih nyaman dengan format acara santai, tanpa banyak basa-basi protokoler.

Dalam mengundang dubes yang ada di Indonesia, Oesman membagi dua kelompok. Dari 110 dubes yang ada di seluruh Indonesia, untuk tahap pertama diundang setengahnya saja yakni 55.

Setelah itu dalam waktu dekat akan ditingkatkan lagi jumlah pertemuan dengan dubes berikutnya, tujuannya adalah menarik minat negara-negara tersebut untuk menanamkan modal di Indonesia.

Dari hasil pertemuan tersebut, diharapkan memudahkan hubungan dagang antar negara. Targetnya adalah menarik investor minimal menjual produk Indonesia agar ada nilai tambah, bukan hanya berpikir mengekspor bahan baku saja.

”Untuk urusan ekonomi semua negara pasti konsen. Karena itu saling membutuhkan keterlibatan ekonomi dan perlu menjalin hubungan yang baik. Ini dilakukan agar para investor merasa yakin berinvestasi di Indonesia yang kondisinya sudah semakin membaik,” lanjut dia.

Tentunya, lanjut Oesman, Indonesia ingin meningkatkan investasi dan mereka menanamkan investasi. Target investasi tentunya seaksimal mungkin dan harus lebih meningkat dari tahun lalu.

Dijubeli pengusaha

Skala penyelenggaraan malam tersebut memang sepadan dengan pengamanan hari itu. Belasan petugas keamanan berjaga di pelosok hotel. Mulai yang bersiaga di seputaran bundaran Hotel Indonesia, hingga yang bertebaran di dalam hotel.

Singkat kata, pentingnya ajang ini terlihat dari jejeran mobil di samping limousine putih buatan Inggris milik Oesman, belum lagi sejumlah mobil berpelat merah milik para Menteri.

Selain Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan, terlihat Menteri BUMN Mustafa Abubakar dan tentu saja menteri penyuka musik jazz, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Sembari menikmati alunan jazz, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyempatkan diri melayani serbuan nyamuk pers yang malam itu lebih agresif karena tegukan wine. Dia memuji kegiatan kecil, non formal namun efektif ini.

Mari berharap lewat pertemuan-pertemuan non formal ini bisa mendukung target pertumbuhan ekspor pada 2011 yang ditargetkan didongkrak hingga sekitar 12-16% dari pencapaian tahun 2010. Tahun lalu, pertumbuhan ekspor Indonesia tumbuh hampir 30% dari total ekspor Rp 150 miliar.

Selain itu target lainnya adalah diversifikasi pasar tujuan ekspor dan promosi Indonesia untuk membuka informasi agar dunia internasional bahwa situasi Indonesia saat ini semakin baik.

”Karena kita menjadi tuan rumah Asean 2011, banyak sekali event internasional yang dilaksanakan di Indonesia. Ini menjadi kesempatan yang baik menceritakan pada para dubes agar bisa mendukung, karena sudah pasti banyak delegasi dari mereka yang akan datang ke Tanah Air tahun ini,” ucap dia.

Mari menambahkan, targetnya adalah investasi yang akan meningkatkan kapasitas ekspor, yakni manufaktur seperti garmen, tekstil, elektronik, alas kaki dan otomotif. Lalu investasi berbasis sumber daya seperti CPO, karet, ataupun tambang, yang tidak saja ke komoditinya, tetapi juga nilai tambah, baik itu diolah ataupun dilakukan peningkatan nilai tambah.

Yang jelas, bisik-bisik sambil disusul jabat tangan, menepuk pundak antar para tamu atau sedikit kis dan kus di pipi di kedua pipi sudah membuat sejumlah pejabat lokal yang kaya potensi percaya diri untuk mengikuti jejak Oesman menebar kail.

Bisnis mencatat dua pemerintahan provinsi telah menyatakan kesiapan mereka untuk menggelar kegiatan mendatangkan para duta besar dan pebisnis luar negeri yaitu Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo secara senada melihat pertemuan dan kunjungan informal duta besar dalam suasana non formal lebih efektif meningkatkan investasi langsung ke daerah mereka. Shake your body and singing!

*terbit dalam versi irit di Bisnis Indonesia 16/4/2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

April 2011
M T W T F S S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
%d bloggers like this: