it’s about all word’s

Peduli wadah untuk diri & lingkungan

Posted on: April 17, 2011

Akhir pekan lalu, seperti umumnya 119 juta pria Indonesia yang lain, saya hanya bisa terkaget-kaget mendapati omelan dari istri. Persoalannya sepele, saya membawa mi rebus kesukaan istri dalam kantong plastik biasa.

Praktis! Alasan saya saat itu, dan memang sudah umum belanja makanan cepat saji di Indonesia dikemas dengan kantong plastik atau styrofoam. Tanpa basa-basi tinggal buka, langsung santap. Kenyang!

Istri saya, yang sedang hamil satu bulan dan kebetulan khatam ilmu kimia dan mungkin bawaan janin sehingga kelebihan kadar cerewetnya, lalu memberikan kuliah singkat perihal bahaya kantong plastik sebagai kemasan makanan. Saya, sebagai umumnya warga negara berkembang hanya bisa manggut-manggut.

Sejak plastik ditemukan oleh Alexander Parkes pada 1855 kebutuhan dan ketergantungan akan plastik yang ringan, praktis dan kuat semakin sulit digantikan. Akibatnya sejumlah wadah alami yang dahulu akrab digunakan perlahan-lahan semakin tergeser oleh plastik.

Penggunaan wadah kemasan sekali pakai seperti kantong plastik, terutama styrofoam yang ditemukan pada 1920-an memang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Alhasil, jumlah sampah plastik kemasan sekali pakai pun ikut bertambah.

Data dari Deputi Pengendalian Pencemaran Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan, setiap individu rata-rata menghasilkan 0,8 kilogram sampah dalam satu hari di mana 15% adalah kemasan sekali pakai.

Dengan asumsi pada 2005, ada sekitar 220 juta penduduk di Indonesia, maka sampah kantong plastik yang tertimbun mencapai 26.500 ton per hari, sedangkan jumlah timbunan sampah nasional diperkirakan mencapai 176.000 ton per hari. Padahal saat ini jumlah penduduk Indonesia sudah membengkak mencapai 237 juta.

Dari sisi produksi, bahan baku pembuatan plastik dengan jumlah total konsumsi plastik dalam satu tahun bisa disetarakan kebutuhkan 12 juta barel minyak dan 14 juta batang pohon sebagai bahan baku dasarnya.

Tidak heran jika kampanye pembatasan penggunaan kantong plastik sebagai wadah belanja sudah dilakukan di banyak negara a.l. Amerika, Eropa, Australia, serta beberapa negara Asia seperti Singapura, Hongkong, dan Taiwan serta China.

Sejumlah negara bahkan mengenakan pajak atas kantong plastik tak mudah urai meniru Denmark yang telah menerapkan sejak 1994, sejumlah negara itu a.l. Belanda, Belgia, Singapura, China, dan India.

Sementara di Indonesia pembatasan kantong plastik diatur oleh UU No.18/2008 tentang Pengelolaan Sampah yang kemudian diikuti Pemprov DKI Jakarta bersama Kadin DKI dengan target ambisius sekaligus bombastis: ‘Jakarta bebas penggunaan kantong plastik pada 2011!’

Program mengurangi penggunaan kantong plastic di Indonesia jelas program yang berat. Mengutip data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), jumlah pengguna kantong plastik dalam negeri dalam setahun mencapai 594 juta kantong yang digunakan oleh 1,8 juta pelanggan retail.

Waktu urai alami sampah
———————————————-
Jenis Waktu
Kulit pisang 2-5 minggu
Kertas 1-3 minggu
Puntung rokok 1-5 tahun
Kain katun 1-6 tahun
Kaleng aluminium 10-20 tahun
Kaleng besi 20-30 tahun
Kayu 20 tahun
Kulit hewan 50 tahun
Popok sekali pakai 300-500 tahun
Kantung plastik 500 tahun
Botol kaca 1000 tahun
Styrofoam 10.000 tahun
————————————————
* Sumber InSWA

Kesadaran konsumen

Menurut Nining W. Pernama, Managing Director PT. Tupperware Indonesia, produsen produk kemasan plastik ramah lingkungan, gerakan kesadaran akan bahaya produk plastik sekali pakai di negara maju bisa berhasil karena adanya kesadaran terhadap kesehatan individu.

Menurut Nining, selain besarnya beban lingkungan akibat sampah kantong plastik, terdapat bahaya langsung bagi kesehatan penggunaan plastik terutama sebagai kemasan makanan yang umum diterapkan di Indonesia.

Tidak heran jika Tupperware terus menerus mengkampanyekan Gaya Hidup Hijau meski untuk itu dibutuhkan waktu yang lama karena harus mengubah ketergantungan konsumen terhadap plastik sebagai kemasan makanan.

Sebagai entitas bisnis yang berkutat dengan plastik, Tupperware memang berkepentingan mengedukasi konsumennya. Untuk produk-produknya, Tupperware memberikan garansi seumur hidup bagi produk yang rusak selama penggunaan normal tanpa membutuhkan bukti pembelian produk.

Menurut Wawas Swathatafrijiah, Kepala Peneliti Sentra Teknologi Polimer-BPPT penggunaan kantung plastik maupun styrofoam untuk kemasan makanan dapat membahayakan kesehatan manusia secara jangka panjang.

Beberapa kantung plastik menggunakan bahan pewarna yang tidak aman. Kantung plastik daur ulang menggunakan filler carbon carbonat dan zat aditif yang berbahaya.

“Sedangkan polystiren atau lebih dikenal dengan styrofoam bila digunakan di atas batas ambang dan setiap hari dapat menyebabkan penyakit kanker,” jelasnya.

Wawas dengan lincah menyigi beragam komponen pembentuk plastik. Dia menyarankan, untuk makanan agar menggunakan wadah plastik yang terbuat dari polypropilen dan pofyetiien yang bersifat stabil terhadap reaksi bahan kimia.

Menurut duta tetap Kementerian lingkungan Hidup Valerina Daniel untuk menghindari bahaya terhadap kesehatan ini konsumen yang cerdas harus mulai melakukan gerakan reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali, recycle (mendaur ulang).

Ahli nutrisi dan Health Coach, Emilia Achmadi menunjuk perilaku smart shhopping, yaitu berbelanja secara bijak dengan membawa wadah plastik khusus untuk membawa bahan makanan atau minuman, atau pun makanan dari toko.

Sehingga, lanjutnya, kesegaran bahan-bahan makanan akan tetap terjaga tanpa menggunakan plastik atau styrofoam sekali pakai. Bahan-bahan makanan, minuman serta makanan jadi pun bisa langsung disimpan pada tempatnya.

Melihat bahaya plastik atau styrofoam sebagai kemasan, saya kemudian teringat rantang besi warisan nenek yang berat dan deretan kotak-kotak plastik warna-warni Tupperware milik istri di dapur. “Cari yang praktis saja lah!” pikir saya sebelum membelikan ulang mi rebus untuk istri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

April 2011
M T W T F S S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
%d bloggers like this: