it’s about all word’s

Karya Terbaik Anugerah Adiwarta Sampoerna 2006-2010

Posted on: July 14, 2011

Judul: “Karya Terbaik Anugerah Adiwarta Sampoerna 2006-2010”
Jejak Rekam Lima Tahun Karya Jurnalistik Terbaik Indonesia
Penulis: Kompilasi
Editor: Tim Maverick
Tebal: 452 halaman
Penerbit: Grafindo, Juli 2011

Bisa jadi saat Benjamin Harris menerbitkan laporannya yang berjudul Public Occurrences, Both Foreign and Domestic tahun 1690 di Boston dia telah meletakkan elemen jurnalisme investigasi.

Begitu pula dengan wartawan The Washington Post kemudian New York Herald Tribune, Thomas Kennerly Wolfe, Sr atau biasa disapa Tom Wolfe pada 1974 yang membawa genre jurnalisme sastrawi dan tulisan naratif.

Baik investigasi yang mengungkap hak informasi publik yang disembunyikan atau laporan mendalam (in-depth reporting) yang mendetail adalah modal media cetak konvensional untuk menjalankan fungsi pers sekaligus menjaga eksistensi bisnisnya.

Secara fisik, media cetak tidak akan mungkin melawan kecepatan media elektronik, saat itu radio dan televisi, kini ditambah dotcom, pesan pendek (sms), jejaring sosial facebook, twitter hingga blog.

Untuk itu harus ada yang bisa dijual pada pembacanya, Koran mingguan Prancis, Le Canard Enchaine hidup dengan laporan investigasi sementara The New Yorker menunjuk tulisan feature yang dibawakan secara naratif.

Indonesia tak ketinggalan, masih ada majalah Tempo yang menyebut investigasi dan laporan laporan mendalam dengan genre news story yang menghasilkan artikel-artikel panjang nan menarik.

Dari sisi wartawan pun ada. Sebut saja wartawan yang kemudian menjadi jurnalis icip-icip Bondan Winarno dengan karya Sebongkah Emas di Kaki Pelangi yang mengantarnya ke bui.

Sayang, kenikmatan menulis panjang kini semakin ditinggalkan akibat nafsu mengejar kecepatan pemberitaan. Tuntutan tersebut rentan menyebabkan wartawan gagap menulis panjang maupun riset, redaktur sebagai pengelola halaman pun semakin mekanis.

Alhasil produk jurnalistik yang tersaji pun cenderung didominasi talking news miskin kerja analisis untuk menghasilkan artikel yang mendalam hasil daur ulang berita-berita laporan bagi dotcom media yang bersangkutan.

Anugerah Adiwarta Sampoerna yang digelar perusahaan rokok PT H.M Sampoerna Tbk sejak 2006 hingga 2011 memancing hasrat menulis mendalam yang semakin dilupakan pekerja media.

Meski disokong perusahaan rokok, panitia menjamin penjurian dilakukan secara adil oleh juri-juri independen. Hasilnya memang mewakili karya terbaik media di Indonesia. Baik media besar maupun kecil. Artikel berlembar-lembar, artikel pendek maupun foto.

Topik yang menjadi pemenang pun beragam. Mulai dari sosial, olahraga, ekonomi hingga budaya, yang jelas, karya para pemenang menunjukkan kerja keras dalam melakukan riset dan menuangkannya secara menarik.

Sementara pemenang foto, menyajikan kejelian memilih obyek dan peristiwa untuk kemudian merekamnya dalam medium gambar yang bercerita. Sejumlah, foto pemenang memang tak jarang sebuah keberuntungan yang tak lepas dari kesiapan.

Bagi jurnalis, buku Karya Terbaik Anugerah Adiwarta Sampoerna 2006-2010 bisa menjadi alat bantu pengingat fungsi media sebagai alat mencerahkan tidak boleh terabaikan hanya demi alasan kecepatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

July 2011
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: