it’s about all word’s

Leasing vs Credit

Posted on: August 21, 2011

Judul: Leasing vs Credit
Strong Structure and efficient staff support leasing’s victory over credit
Penulis: Jean-Paul Decrock
Terbit: Juni 2011
Tebal: 286 Halaman
Penerbit: Konsultan Media

Sisik melik keuntungan sewa-guna-usaha

Oleh Algooth Putranto
Bisnis Indonesia

Leasing atau sewa-guna-usaha adalah salah satu cara perusahaan memperoleh aset atau kepemilikan dalam dunia usaha yang dituntut semakin sangkil dan mangkis. Lewat leasing aset atau kepemilikan bisa diperoleh tanpa harus melalui proses yang berkepanjangan.

Semuanya telah diatur oleh perusahaan leasing yang disediakan oleh berbagai perusahaan. Leasing juga merupakan salah satu langkah penghindaran resiko tinggi yang disadari oleh para pebisnis.

Praktisi leasing asal Prancis, Jean-Paul Decrock lewat buku separuh komik bertajuk Leasing vs Credit: Strong Structure and efficient staff support leasing’s victory over credit mencoba mengajak pembacanya mencermati keuntungan penggunaan jasa sewa-guna-usaha

Penulis dengan sangat sistematis menjelaskan dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang modal dengan jalan sewa beli untuk dapat langsung digunakan berproduksi, yang dapat diangsur setiap bulan, triwulan atau enam bulan sekali kepada pihak lessor.

Melalui pembiayaan leasing perusahaan dapat memperoleh barang-barang modal untuk operasional dengan mudah dan cepat. Dalam hal tertentu, seperti alat kerja seperti alat transportasi, pengguna jasa tak perlu repot memikirkan biaya perawatan, hingga beban penyusutan asset dan lain-lain.

Hal ini sungguh berbeda jika kita mengajukan kredit kepada bank yang memerlukan persyaratan serta jaminan yang besar. Bagi perusahaan yang modalnya kurang atau menengah, dengan melakukan perjanjian leasing akan dapat membantu perusahaan dalam menjalankan roda kegiatannya.

Setelah jangka leasing selesai, perusahaan dapat membeli barang modal yang bersangkutan atau memperoleh barang modal dalam kondisi baru dengan memperbaharui kontrak.

Perusahaan yang memerlukan sebagian barang modal tertentu dalam suatu proses produksi secara tiba-tiba, tetapi tidak mempunyai dana tunai yang cukup, dapat mengadakan perjanjian leasing untuk mengatasinya.

Dengan melakukan leasing akan lebih menghemat biaya dalam hal pengeluaran dana dibanding dengan membeli secara tunai karena leasing bersifat fleksibel, artinya struktur kontrak dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yaitu besarnya pembayaran atau periode lease dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan kondisi perusahaan.

Tidak diperlukan jaminan, karena hak kepemilikan sah atas aktiva yang di lease serta pengaturan pembayaran lease sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan oleh aktiva yang dilease sudah merupakan jaminan bagi lease itu sendiri.

Menghemat modal, karena cukup dengan anya menyediakan down payment yang jumlahnya dalam kebiasaan lease tidak terlalu besar sehingga modal digunakan untuk keperluan lain.

Selain itu, secara prosedur leasing lebih sederhana dan relatif lebih cepat dalam realisasi pembiayaan bila dibandingkan dengan kredit investasi bank sehingga proses produksi dapat dijalankan.sesegera mungkin.

Karena bukan barang yang dibeli untuk dimiliki, pengguna jasa leasing dapat terhindar dari resiko penurunan nilai uang yang disebabkan oleh inflasi ditambah lagi keuntungan adanya hak opsi bagi lessee pada akhir masa lease.

Hak opsi atau opsi pembelian adalah hak pengguna jasa leasing (lessee) untuk membeli aset yg di-leasing-kan di masa periode leasing. dengan adanya hak opsi ini maka, leasing dianggap jasa pembiayaan (financial lease) tidak seperti sewa-menyewa biasa (operating lease).

Sehingga karena tidak mampu membeli aset dengan harga saat ini, lessee menyewa dulu dari lessor, lalu membeli dengan harga yang murah saat periode leasing tersebut berakhir.

Adanya kepastian hukum, artinya suatu perjanjian leasing tidak dapat dibatalkan dalam keadaan keuangan umum yang sangat sulit, sehingga dalam keadaan keuangan atau moneter yang sesulit apapun perjanjian leasing tetap berlaku.

Sekilas menggunakan jasa leasing menggiurkan, namun penulis lupa bahwa rezim keuangan di Indonesia kurang ramah terhadap sistem sewa-guna-usaha ini akibat peraturan yang saling bertentangan sehingga tidak menguntungkan industri leasing.

Di Indonesia, perpajakan atas leasing diatur dalam KMK No. 1169/KMK.01/1991 bertentangan dengan UU PPh No 36 tahun 2008 pasal 11 sehingga belum ada kejelasan ketentuan pajak dalam transaksi sale and lease back sehingga menimbulkan beban pajak ganda (double taxation).

Sale and lease back merupakan salah satu mekanisme pembiayaan yang dilakukan perusahaan sewa guna usaha di mana nasabah membeli terlebih dahulu kebutuhan barangnya untuk kemudian dibiayai melalui perusahaan pembiayaan.

Dalam Pasal IA Undang-Undang No.18/2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) yang juga merupakan amendemen dari UU No. 8/1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dinyatakan yang termasuk dalam pengertian penyerahan barang kena pajak adalah penyerahan hak atas barang kena pajak karena suatu perjanjian.

Selain itu, disebutkan barang kena pajak lainnya ialah pengalihan barang kena pajak oleh karena suatu perjanjian sewa beli dan perjanjian leasing, penyerahan barang kena pajak kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang, dan pemakaian sendiri dan atau pemberian cuma-cuma atas barang kena pajak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: