it’s about all word’s

Hitam dan kelabu September

Posted on: September 9, 2011

September sungguh bulan yang getir. Terdapat dua hari yang akan selalu dikenang sejarah dunia. September Kelabu yang terjadi pada 11 September 2001 dan September Hitam pada 15 September 1970.

11 September 2001 akan selalu tercatat sebagai sebuah tragedi saat serangan teroris paling brutal yang dilakukan dengan membajak pesawat sipil dengan tujuan ditabrakkan ke gedung komersial.

Serangan dilakukan melalui udara, tidak menggunakan pesawat tempur, melainkan menggunakan pesawat komersil milik perusahaan Amerika sendiri, sehingga tidak tertangkap oleh radar Amerika Serikat.

Empat pesawat komersil milik Amerika Serikat dibajak, dua di antaranya ditabrakkan ke menara kembar World Trade Centre dan sebuah lagi di gedung Pentagon. Satu pesawat lagi jatuh di daerah pedalaman Pennsylvania.

Akibat tubrukan ke menara kembar World Trade Center di New York, sedikitnya 2.996 orang termasuk 19 pembajak pesawat tewas. Di Pentagon, Washington, 189 orang tewas, termasuk para penumpang pesawat.

Sementara pesawat terakhir yang dibajak dan dipertahankan dengan gagah berani, jatuh di daerah pedalaman Pennsylvania dan menewaskan 45 orang Akibat kejadian ini, diperkirakan 1.500 anak kehilangan orang tua.

Penyerangan yang dilakukan ke World Trade Center merupakan penyerangan terhadap institusi internasional karena di gedung tersebut merupakan bantor bagi 430 perusahaan dari 28 negara.

Akibat peristiwa tersebut memunculkan ketakutan terhadap Islam (islamphobia) yang masih terasa hingga saat ini. Institut Riset Agama Publik seperti dilaporkan Press TV melakukan survei atas sikap warga Amerika terhadap imigran dan keamanan bangsa dan mengeluarkan laporan bertajuk, “Apa artinya menjadi orang Amerika; Sikap Amerika Semakin Beragam dalam 10 Tahun setelah 11 September.”

“Amerika bergulat dengan ketakutan, tapi di sisi lain mereka juga bergulat dengan penerimaan,” kata Ketua Institut Riset Agama Publik, Robert P. Jones, Rabu (7/9).

Jajak pendapat menemukan hampir setengah dari warga Amerika merasa tidak nyaman dengan seorang perempuan yang mengenakan burka atau masjid yang sedang dibangun di lingkungan mereka atau seorang Muslim shalat di bandara.

41% juga merasa tidak nyaman jika guru di sekolah dasar di komunitas mereka adalah Muslim dan 47% dari responden survei mengatakan nilai-nilai Islam asing dengan nilai-nilai Amerika

Meski demikian, 53% percaya negara AS sekarang lebih aman daripada sebelum serangan 11 September, tetapi mereka memiliki kebebasan pribadi yang terbatas dan Amerika kurang dihormati di dunia.

Sementara 48% tidak setuju dengan pendapat bahwa nilai-nilai Islam asing dengan nilai-nilai Amerika.

Tragedi Palestina

Sementara itu 15 September, atau 15 September 1970 akan terus tercatat sebagai tragedi kemanusian yang membuat bangsa Palestina terlunta-lunta saat Brigade Lapis Baja ke-60 Tentara Yordania atas perintah Raja Hussein menyerang kamp-kamp pejuang Palestina di Irbid, Salt, Sweileh, Baq’aa, Wehdat dan Zarqa disikat Brigade Lapis Baja ke-60 Tentara Yordania.

Pemimpin PLO, Yasser Arafat mengklaim bahwa tentara Yordania tewas antara 10.000 hingga 25.000 orang Palestina, meskipun perkiraan yang lebih konservatif mencatat hanya 1.000 hingga 2.000 orang tewas.

Para pengungsi Palestina menjubeli wilayah kerajaan Yordania yang merupakan boneka Inggris itu sebagai buntut kemenangan Israel dalam perang Arab-Israel tahun1948. Sayang, sebuah insiden di Karameh pada 21 Maret 1968 membuat situasi kembali panas.

Ditambah, faksi kiri pejuang Palestina di bawah payung Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) yang sosialis-nasionalis dan Democratic Front for the Liberation of Palestine (DFLP) yang komunis enggan meletakkan senjata.

Jual beli peluru kerap terjadi antara pejuang Palestina (fedayeen) dan tentara Yordania. Tak tanggung-tanggung pentolan PFLP, George Habash dan pemimpin DFLP, Naif Hawatmeh bergandengan tangan menentang kesepakatan damai yang diteken Yordania dengan Israel.

Upaya pembunuhan kepada Raja Husein digelar, ditambah sejumlah aksi pembajakan pesawat dilakukan. Satu sosok yang kemudian menjadi sosok panutan aksi teroris adalah Leila Khaled yang wajahnya banyak terpampang di poster-poster militansi Palestina.

Pembangkangan pejuang Palestina membuat Raja Husein murka. Status negara dalam kondisi darurat diterapkan. Tembak di tempat diberlakukan. Puluhan tank dan ratusan serdadu dikerahkan.

Ribuan orang Palestina menjadi korban dan memaksa Suriah terlibat. Hafez al-Assad–ayah dari Presiden Suriah saat ini, Bashar al-Assad—menyatakan akan melawan Raja Hussein, keributan kedua negara menarik Rusia dan Amerika Serikat melibatkan diri.

Perdamaian jangka pendek berhasil diteken, namun sejarah merekam ribuan orang Palestina jadi korban, terpencar dan terus melawan hingga hari ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

September 2011
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
%d bloggers like this: