it’s about all word’s

Bersama menjaga sumber daya air

Posted on: October 28, 2011

Anda penggemar aksi agen intelijen MI-6 ganteng nan jagoan, James Bond yang kerap dikelilingi perempuan cantik kenes meggoda? Jika ya, tentu ingat dengan Quantum of Solace yang disutradarai Marc Foster.

Film yang diproduksi secara keroyokan oleh Metro-Goldwyn-Mayer (MGM), Columbia Pictures, Eon Productions dan B22 pada 2008 itu mendapat sentuhan para penulis jempolan a.l. Paul Haggis, Joshue Zetumer, Neil Purvis dan Robert Wade.

Dengan aktor-aktris Daniel Craig, Judi Dench, Mathieu Amalric dan Olga Kurylenko, Quantum of Solace memiliki plot konflik yang sama sekali jauh dari tema James Bond jaman Sean Connery, George Lazenby, Roger Moore dan Timothy Dalton.

Seperti halnya Bond yang diperankan Pierce Brosnan, Bond yang diperankan Daniel Craig tidak menghadapi maniak gila perang, perebutan senjata canggih atau sumber bahan senjata penghancur super dahsyat.

Quantum of Solace menampilkan konflik masa depan, semenarik Tomorrow Never Dies yang berlatar konflik yang dibuat oleh mogul media, Quantum of Solace berkisah tentang perebutan sumber daya air!

Air adalah persoalan besar.Sedemikian penting dan rumitnya persoalan ‘emas cair’, penulis Diane Raines Ward sampai menuangkannya dalam dua buku terpisah: Water Wars-Drought, Flood, Folly, and the Politics of Thirst dan Water Wars.

Bahkan tanpa perlu repot membaca buku Diane, setiap musim kemarau adalah hal lumrah kita mendapati pemandangan orang mengantri air bersih. Bahkan tiap usai Lebaran, penduduk Jakarta repot memburu air minum kemasan dalam galon.

Air adalah hal penting. Demi air, negara mini Singapura harus meminta penjajahnya, Inggris untuk menekan jirannya, Malaysia demi jaminan pasokan air bersih. Perjanjian digagas sejak 1927 dan 1955 yang diwujudkan dalam perjanjian 1961 dan 1962.

Perjanjian memastikan jaminan pasokan air tawar dari Johor ke Malaysia. Perjanjian 1961 berakhir Juli 2011, sementara perjanjian 1962 berakhir pada 2061. Alias, masalah sumber air masih harus dihadapi Singapura.

Bagaimana Indonesia? Jika mengacu daftar neraca air per pulau Indonesia yang dilakukan Departemen Permukiman dan Prasarana wilayah, Nusa Tenggara dan Jawa telah mengalami defisit.

Jawa sebagai pulau dengan penduduk terpadat adalah pulau paling rakus air, karena dari kesediaan air yang mencapai 126,451 juta kubik, penduduk Jawa menyedot 65,839 juta kubik.

Konyolnya, meskipun dibutuhkan, Amrta Institute mendapati pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor air di Klaten, Semarang, Sukabumi dan Jakarta selama 2004-2010 justru rata-rata rendah.

Pendapatan PAD air Klaten 2004-2010
—————————————–
Tahun *Pendapatan % Pendapatan
dari sektor air sektor air & PAD
—————————————–
2004 3.548 13,74
2005 4.636 13,85
2006 5.646 15,74
2007 6.399 15,69
2008 7.135 13,90
2009 8.759 13,35
2010 4.541 6,36
—————————————–
Catatan: *dalam Rpjuta

Pendapatan PAD air Semarang 2004-2010
—————————————–
Tahun *Pendapatan % Pendapatan
dari sektor air sektor air & PAD
—————————————–
2004 1.895 1,29
2005 2.967 1,71
2006 1.309 1,09
2007 1.575 0,68
2008 1.930 0,81
2009 2.648 1,84
2010 1.911 1,17
—————————————–
Catatan: *dalam Rpjuta

Pendapatan PAD air Sukabumi 2004-2010
——————————————
Tahun *Pendapatan % Pendapatan
dari sektor air sektor air & PAD
——————————————
2004 7.150 21,46
2005 10.412 28,01
2006 11.323 28,20
2007 12.130 26,27
2008 12.390 22,07
2009 17.909 23
2010 16.976 20
——————————————–
Catatan: *dalam Rpjuta

Pendapatan PAD air Jakarta 2004-2010
———————————————–
Tahun *Pendapatan % Pendapatan
dari sektor air sektor air & PAD
———————————————–
2004 – –
2005 – –
2006 – –
2007 58.834 0,67
2008 57.752 0,67
2009 80.193 0,72
2010* 136.152 1,05
———————————————–
Catatan: *dalam Rpjuta

Jenis pendapatan dari sektor air sendiri berasal dari empat jenis a.l. Pajak daerah seperti pajak air tanah (ABT) dan pajak air permukaan; retribusi daerah dari retribusi air bersih, retribusi tempat rekreasi air, retribusi pengairan, retribusi MCK dan retribusi lainnya; laba BUMD dari PDAM dan perusahaan daerah AMDK; dan pendapatan lainnya seperti sumbangan pihak ketiga.

Repotnya, menurut Direktur Amrta InstituteNila Ardhianie hasil pajak air tanah dan permukaan belum diwajibkan untuk dialokasikan bagi hal-hal yang terkait dengan konservasi air.

“Belum lagi ketertutupan informasi yang mengindikasikan terjadinya korupsi dan kecurangan obyek pajak atau pemakai air tanah,” ujarnya.

Menurut Heru Hendrayana ahli hidrogeologi UGM, air tanah terdiri dari: air tanah dangkal dan air tanah dalam yang keduanya terpisah oleh lapisan kedap air sehingga keduanya tidak dapat saling berhubungan.

Meski terpisah, kedua jenis sumber air tersebut mutlak membutuhkan pelestarian daerah tangkapan air dan daerah serapan air yang harus dilakukan semua pihak. Pemerintah memiliki tanggungjawab terhadap tata kelola sumber air dengan berbagai keterbatasan yang ada.

Sementara, pelaku usaha dan masyarakat idealnya melakukan berbagai inisiatif kegiatan untuk mendukung pengelolaan sumber air yang belum tersentuh pemerintah. Peran aktif semua pihak tentu dapat menjaga keseimbangan neraca air.

Salah satu kerjasama apik swasta, masyarakat dan pemerintah dilakukan PT Danone Aqua yang mengembangkan konsep pengelolaan sumber air terpadu berbasis multipihak dari hulu hingga hilir menjadi dasar aktifitas Danone Aqua.

Dari aspek teknis pengelolaan sumber air, Danone Aqua melakukan inisiatif bekerjasama dengan pemerintah, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, sejumlah LSM, dan masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan daerah resapan air melalui berbagai aktifitas lingkungan.

Pelestarian lingkungan di daerah aliran sungai dan pemberdayaan masyarakat dilakukan untuk mendukung pengelolaan sumber air berbasis multipihak. Pemberdayaan masyarakat mengarahkan masyarakat lebih berdaya dan mengedukasi mereka untuk turut menjaga lingkungan.

Sementara di hilir, dilakukan pemberdayaan komunitas pemulung yang menjadi salah satu aktifitas menarik dan memberikan perspektif yang cukup baik kepada masyarakat bahwa sampah plastik dapat juga menjadi barang ekonomis.

Pendek kata pelestarian sumber daya air harus dilakukan semaksimal mungkin. Seperti kata Dominic Greene, diperankan aktor Prancis, Mathieu Amalric dalam Quantum of Solace: “This is the world’s most precious resource, we need to control as much of it as we can!”

3 Responses to "Bersama menjaga sumber daya air"

mas algooth, makasih yah…..
Tulisan di atas membantu ophie nih buat informasi ttg pengelolaan sumber daya air terpadu..
dududuuuuuuu

okay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: