it’s about all word’s

Jejak panas preman India di Jakarta

Posted on: January 31, 2012

Badan Narkotika Nasional (BNN) selama 2011 telah berhasil membongkar 11 jaringan sindikat narkoba internasional yang menegaskan Indonesia kini menjadi pasar besar bagi narkoba.

Senyap dari pantauan, sebuah kasus pembunuhan terjadi di Jakarta pada pekan kedua Januari mematik jejak gembong narkotik legendaris asal India, Rajendra Sadashiv Nikalje alias Chhota Rajan atau si ‘Kecil Rajan’

Pria kelahiran Maharashtra kini dikenal sebagai salah satu gembong besar setelah memisahkan diri dari gembong Dawood Ibrahim karena rekannya itu terlibat serangan terror ke orang sipil di Mumbai pada 1993.

Nama Rajan disematkan karena dia mengawali karir dengan mengabdi pada Rajan Mahadeo Nair alias Bada Rajan atau si Besar Rajan. Diketahui Chhota Rajan, mengambil kekuasaan Bada Rajan setelah seniornya itu terbunuh.

Sadar cakarnya belum tajam, Chhota berafiliasi dengan Dawood di Mumbai yang kadang berpindah ke Dubai pada 1988. Hingga saat ini Chhota diburu Polisi India dan Interpol untuk berbagai kejahatan. Konyolnya salah satu cara untuk mencuci uang haramnya adalah dengan membiayai film.

Masuknya Chhota ke Indonesia tak bisa dipungkiri dari tertembaknya, Santosh Abu Sawant yang diketahui merupakan pembantu setia Chhota di Jakarta oleh dua orang tak dikenal pada 12 Januari.

Tiga luka peluru bersarang menumbangkan pria berusia 40-an itu. Sumber The Times of India menyatakan Santosh dirawat di sebuah Rumah Sakit di Jakarta. Marak disebut, nama Vijay Shetty, mantan pembantu Rajan Santosh Shetty, mungkin berada di balik penembakan.

Polisi Mumbai menolak mengkonfirmasi namun tak membantah kabar tersebut. Yang menarik, ada juga laporan bahwa Rajan sempat mengunjungi Santosh Abu Sawant ke Jakarta.

Tertembaknya Sawant adalah pukulan bagi Chhota karena Santosh Abu Sawant adalah anak kesayangan Rajan sekaligus yang paling setia. Sawant bertugas mengendalikan geng dengan mengatur keuangan, mempengaruhi pejabat dan mengurus keluarga geng.

Sawant memilih tetap setia pada Chhota Rajan ketika sejumlah rekannya memilih memisahkan diri a.l. OP Singh, Hemant Pujari, Ezaj Lakdawala, Ravi Pujari, Balu Dokre, Bharat Nepal.

Kesetiaan Santosh Abu Sawant dimulai pada 2001 ketika menjadi perisai hidup bagi Chhota ketika orang-orang suruhan antek saingannya, Chhota Shakeel dan Dawood Ibrahim memberondong rombongan Chhota di Bangkok.

Santosh Abu Sawant bersama rekannya Santosh Shetty luka-luka, sementara Rohit Verma tewas. Chhota sendiri dengan tubuh luka dirawat di RS Samitivej Sukhumvit yang dikawal ketat kepolisian

Dalam kesaksian Santosh Shetty, bersama Bharat Nepali merancang pembebasan Chhota Rajan dengan bantuan oknum militer. Shetty sendiri tertangkap pada Agustus 2011 dan memilih untuk menjadi saksi bagi Kepolisian India.

Cara kaburnya pun cukup unik, Chhota yang luka-luka diulur ke lantai bawah menggunakan tali, setelah para polisi yang bertugas mengawal teler dicekoki narkoba.

Atas bantuan mafia setempat, Chhota dibawa menggunakan kendaraan militer Thailand untuk diantar ke perbatasan lewat jalur darat, di tempat itu sudah menunggu helikopter milik mantan Gubernur di Kamboja untuk dibawa ke Siem Reap.

Setelah sehat, Chhota terbang ke Teheran, Iran bersama Nepali, Santosh Shetty dan Bunty Pandey untuk mengatur bisnis narkoba jenis heroin ke wilayah Asia.

Lalu apa kiprah Chhota Rajan di Indonesia, menurut Santosh Shetty adalah membangun pabrik pil Mandrax di Batam untuk dikirim ke Afrika Selatan. Untuk proyek ini Shetty dapat 40% keuntungan, sisanya untuk sang bos.

Setelah bahan baku Mandrax habis, atas perintahnya Shetty mulai memproduksi dollar palsu untuk diputar di Singapura. Keuntungan dari bisnis dollar palsu itu diputar Shetty untuk membeli sebuah restoran di Jakarta.

Shetty sendiri punya pacar di Jakarta, Nayatali, seorang keturunan Tionghoa yang memberinya anak laki-laki berusia delapan tahun bernama Suraj. Saking cintanya pada sang pacar, restoran hasil duit haram itu dinamai Nayatali.

Namun, sepandai-pandainya dia melompat. Shetty akhirnya jatuh juga. Sebauh traksasi senilai US$1,2 miliar tertangkap polisi Singapura, sehingga membuatnya bangkrut dan harus pulang ke Mumbai dan membuatnya tertangkap sementara sang bos masih bebas dan mungkin ada di Jakarta. Siapa tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

January 2012
M T W T F S S
« Nov   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d bloggers like this: