it’s about all word’s

Pemilu Rusia: Iptek vs manusia

Posted on: March 6, 2012

Rusia menghitung hari. Setidaknya hingga 14 Maret, kemenangan calon presiden Federasi Rusia yang baru—tapi lama—Vladimir Putin belum sah. Namun semua orang yang melek statistik sudah sadar, Putin pasti kembali ke Kremlin.

Hitung cepat atau quick count pertama kali diadakan di Indonesia pada pemilu presiden 2004. Saat itu Lembaga Pelatihan, Penelitian, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang pertama kali menyelenggarakan quick count.

Bisnis mencatat LP3ES juga yang menjadi pelopor metode polling atau survei opini publik (quick survey) pada Pemilu 1999. Namun, berbeda dengan saat ini yang instan, polling saat itu masih menggunakan wawancara secara tatap muka dan dilaporkan melalui sambungan telepon jarak jauh.

Kembali soal hitung cepat (quick count)¸ sesuai sifatnya hasil quick count bersifat sementara namun bisa menjadi tengara hasil akhir Pemilu, asalkan dilakukan dengan metodologi yang tepat dan mewakili.

Artinya dengan jumlah contoh (sample) yang rendah, jika menggunakan teknik pencuplikan yang tepat, akan menghasilkan simpulan yang akurat dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil.

Sesuai asalnya hitung cepat sebenarnya adalah satu terapan ilmu statistik untuk memetakan suatu perilaku populasi. Artinya keberhasilan analisis ini sangat tergantung dengan cara mencuplik sample (sampling) yang harus dirancang sedemikian rupa agar mampu mewakili sifat-sifat populasi.

Menurut National Democratic Institute (NDI) dalam The Quick Count and Election Observation hitung cepat adalah sebuah metode yang sangat berdayaguna dalam monitoring perhitungan suara.

Dalam metode ini petugas (observer) mengikuti proses pemilihan dan perhitungan suara pada tempat pemilihan yang diseleksi, mencatat hasilnya pada formulir yang terstandarisasi, serta melaporkan hasilnya pada pusat pengumpulan data.

Metode hitung cepat ini bertujuan untuk mengevaluasi proses perhitungan suara dan verifikasi atas hasilnya, jadi tidak dapat disamakan dengan riset opini politik. Hitung cepat mengumpulkan data hasil perhitungan dan bukan menanyakan kepada pemilih apa yang dia pilih.

Namun tidak menutup kemungkinan hitung cepat (quick count) dikombinasikan dengan exit poll atau mencuplik pilihan pemilih. Caranya dengan mengetahui hasil pemilu dengan cara mewawancarai pemilih setelah mereka keluar dari TPS.

Sang pewawancara (interviewer) yang biasanya juga merupakan rekan kerja petugas (observer) mewawancarai pilihan apa yang pemilih tentukan di dalam TPS. Tentunya dengan catatan orang tersebut bersedia memberikan informasi. Responden dipilih secara acak, dibobotkan lalu diumumkan hasilnya.

Sebagai terapan ilmu statistik, sistem yang digunakan dalam hitung cepat maupun exit poll adalah model stokastik (proses acak) yang bisa diterapkan untuk semua hal termasuk sistem sosial.

Umumnya sistem hitung cepat dilaksanakan dengan memilih tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar secara proporsional di setiap daerah. Metode umum dalam penentuan sample TPS biasanya dipilih dengan menggunakan metode Kombinasi Stratified-Cluster Random Sampling yang tetap saja memiliki toleransi kesalahan (margin of error).

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Dodi Ambardi kepada Bisnis, hari ini (6 Maret 2012) margin error yang sering ditentukan oleh LSI adalah 1%. “Tentu ini tergantung jumlah populasi TPS dan sample yang diambil”

Namun, wajib disadari seluruh pengetahuan dan teknologi sangat ditentukan oleh manusia yang menggunakan. Dalam kasus Pemilu Rusia kali ini, suara-suara kecurangan kencang membahana.

Maklum, seluruh proses pemilu memutlakkan peran manusia. Mulai dari pemberian suara, pemungutan suara hingga penghitungan jumlah suara tetap membutuhkan peran manusia yang–bisa saja–tidak lepas dari niat jahat.

Komisi Pemilihan Umum Rusia maupun lembaga-lembaga idependen di sana jelas memiliki niat menggelar pemilu yang bersih. Satu cara adalah memasang ribuan kamera yang terkoneksi ke jaringan internet sehingga bisa menjadi mata bagi warga Rusia.

Dengan mata tersebut pewarta independen (blogger) seperti dikutip dari Moskow Times bisa menemukan surat suara sudah ada di dalam sebuah kotak suara transparan di wilayah Chelyabinsk sebelum pemungutan suara dimulai.

Ada pula laporan di sebuah TPS di pedesaan di pelosok Dagestan, kamera web menunjukkan seorang pria mengisi mesin suara dengan surat suara ganda. Artinya rakyat Rusia sangat memiliki peran besar mengantarkan Putin kembali ke Kremlin. Lagi-lagi selamat kamerad Putin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

March 2012
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: