it’s about all word’s

Kuasa Rakyat: Dan, rakyat pun memilih!

Posted on: August 7, 2012

Judul : Kuasa Rakyat : Analisis tentang Perilaku Memilih dalam Pemilihan Legislatif dan Presiden Indonesia Pasca-Order Baru
Penulis : Saiful Mujani, R. William Liddle, Kuskridho Ambardi
Penerbit: Mizan Publika, Juni 2012
Tebal: 555 halaman

Proses demokratisasi Indonesia pasca berakhirnya rezim Orde Baru telah berjalan 14 tahun. Satu indikator demokratisasi tersebut adalah pemilihan umum (pemilu) yang telah berlangsung sebanyak tiga kali dan dua tahun lagi memasuki pemilu ke empat.

Pemilu pasca Orde Baru diakui merupakan proses yang paling jujur dan adil seperti halnya Pemilu tahun 1955. Tak hanya meriah dari sisi kuantitas peserta dibandingkan pemilu masa Orde Baru, Pemilu yang digelar pada 1999, 2004 dan 2009 berlangsung dalam kondisi pers yang bebas sehingga memperbesar jaminan pengawasan bagi pesta demokrasi tersebut.

Buku yang ditulis Saiful Mujani, R. William Liddle dan Kuskridho Ambardi memahami pola-pola sikap dan perilaku politik rakyat dalam pemilihan umum dan pemilihan presiden bukan saja penting secara akademik tetapi juga memiliki nilai praktis bagi kehidupan kolektif bangsa.

Ketiga akademisi ini mencoba menawarkan pendekatan baru dalam literatur tentang perilaku memilih di Indonesia, yakni pendekatan ekonomi-politik dan pendekatan psikologis untuk menggantikan pendekatan sosiologis yang terbukti telah gagal menjelaskan perubahan politik nasional yang berlangsung sangat cepat dan semakin tak sejalan dengan asumsi-asumsi teori politik yang konvensional.

Faktor-faktor sosiologis tersebut terutama agama, suku-bangsa dan kedaerahan, dan status sosial-ekonomi. Kelemahan nyata dari analisis sosiologis, yang telah menjadi konsensus sejak 1950-an di kalangan akademis, adalah ketidakmampuannya untuk menjelaskan fakta bahwa hasil pemilu, bahkan hasil pilpres, berubah-ubah secara cepat dan drastis dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.

Tiga kali pemilu nasional menghasilkan tiga partai berbeda sebagai pemenang suara terbanyak yaitu PDI Perjuangan (1999), Partai Golkar (2004) dan Partai Demokrat (2009). Begitu juga tingkat partisipasi yang terus merosot dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.

Sementara itu, jika mengacu pada analisis sosiologis, faktor-faktor sosiologis di Indonesia justru cenderung konstan, setidaknya dalam satu dekade terakhir. Satu faktor yang berubah, hanyalah perubahan status sosial ekonomi seperti pendidikan dan pendapatan, yang ternyata tidak sebesar perubahan hasil pemilu.

Literatur ini dibagi menjadi tujuh bab yang disusun secara runtut untuk membangun pemahaman pembaca. Bab 1 berisi Pendahuluan yang menjelaskan Model Sosiologis; Model Pilihan Rasional; Pengukuran; Metodologi dan Data; dan Kerangka Analisis.

Kemudian Bab 2 berisi Kemunculan warga kritis: dukungan pada demokrasi dan kritik terhadap kinerjanya yang menjelaskan Dukungan pada demokrasi dan kritik terhadap kinerjanya; Komitmen terhadap demokrasi; Jurdil; Komitmen pada demokrasi, kinerja demokrasi dan kinerja pemerintah; Partai politik; Pemilih terdidik-perkotaan dan Ringkasan.

Sementara Bab 3 yang berisi Partisipasi dan pilihan politik menurut saya paling menarik karena membahas secara mendalam tentang Partisipasi Politik, Dimensi dan ukuran politik, Pilihan Politik dan membahas partai maupun pasangan-pasangan calon presiden-calon wakil presiden.

Untuk Bab 4 dibahas sejumlah faktor-faktor sosiologis yang selama ini dipercaya mempengaruhi pilihan politik masyarakat seperti agama, suku bangsa, kelas sosial, pedesaan-perkotaan, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan, gender, umur, termasuk independensi efek sosiologis.

Pada bab 5, membahas Rasionalitas perilaku pemilih a.l Partisipasi politik; Pilihan politik; Evaluasi kinerja pemerintah, dan Independensi ekonomi-politik. Bab 5 kemudian dilanjutkan pada bab berikutnya yang membahas Identitas partai dan tokoh politik.

Seluruh pembahasan menemukan muara pada bab ketujuh yang merupakan bab penutup berupa Demokrasi kritis; Partisipasi politik dan Pilihan politik. Boleh dikatakan bab penutup menjadi thesis dari pendekatan melalui bangunan fakta yang telah didapatkan dan dijabarkan bab per bab.

Melalui buku ini, ketiganya secara detail melalui catatan statistik tiga pemilu yang telah digelar merekam pola-pola aspirasi rakyat dalam periode berkuasa untuk memilih presiden dan anggota DPR, dua lembaga yang memiliki peran sangat strategis secara nasional.

Model pendekatan yang digunakan ketiga penulis adalah ekonomi politik untuk mengevaluasi pemilih atas kondisi ekonomi dan kinerja pemerintah. Sementara model psikologi merekam identitas partai dan kualitas personal tokoh.

Boleh saya sebut, buku setebal 555 halaman ini merupakan buku pertama tentang pemilih Indonesia yang berbasis riset empiris berskala nasional dari seluruh pemilihan umum dan pemilihan presiden sejak Indonesia kembali menganut demokrasi.

Sepintas, karena ditulis akademisi dengan topik bahasan yang disajikan, buku ini terkesan berat. Justru setelah dibaca, buku ini terasa ringan dan mudah dibaca karena struktur penulisan dengan gaya bahasa yang digunakan sangat popular.

Saya menilai, membaca lembar demi lembar buku ini justru terasa seperti menikmati obrolan-obrolan para akademisi tentang fenomena politik yang terjadi di warung kopi. Angka, dialektika yang disodorkan ketiga penulis sangat mudah dicerna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

August 2012
M T W T F S S
« Jun   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: