it’s about all word’s

Merekam Rusia dengan pena

Posted on: August 7, 2012

Judul: Segenggam Cinta dari Moskwa Catatan Perjalanan di Rusia
Penulis: M. Aji Surya
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Cetakan: Mei 2012
Tebal: 248 halaman

Majalah Tempo di Indonesia dikenal memiliki gaya penyajian sastra dalam penulisan jurnalisme sejak era 1970-an. Gaya yang diakui atau tidak menyegarkan dunia jurnalistik di Indonesia.

Pernah menjadi wartawan Tempo selama dua tahun, diplomat M. Aji Surya penulis Segenggam Cinta dari Moskwa: Catatan Perjalanan di Rusia membuktikan kuatnya kredo jurnalisme itu harus “enak dibaca dan perlu.”

Buku ini adalah kumpulan tulisan dari hal-hal yang didengar, dilihat, dirasakan dan dipikirkan sang diplomat yang dimuat dalam rubrik khusus portal Rakyat Merdeka Online dengan judul “From Moscow With Love”.

Dalam aneka tulisan dalam buku setebal 248 halaman tersebut, sang diplomat menorehkan berbagai kisah. Mulai soal budaya, perubahan sosial, politik, agama hingga soal kemanusiaan.

Semua dicoba direkam dan diramu sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah baris-baris kisah yang ringan dan enak dibaca karena mengejutkan, kerap mengundang tawa namun tetap mengajak pembacanya berkontemplasi.

Membaca lembar demi lembar buku ini bisa dirasakan kuatnya gaya penulisan features ala Tempo ketika mengangkat sebuah tema secara panjang, cukup lengkap, dan menyajikan pengalaman sentimentil orang-orang biasa yang terlibat dalam suatu peristiwa.

Sang diplomat tanpa ragu meletakkan nasionalisme Merah Putih di Rusia dengan sejumlah kisah mulai dari betapa tenarnya presiden pertama Indonesia dalam ‘Ta’mir Masjid itu Bernama Sukarno’ hingga diplomasi kuliner ala koki cantik Farah Quinn.

Dalam buku ini,saya mencium kentalnya aroma pencampuran fakta dan fiksi. Saya dibuat merasa membaca kisah fiksi yang berbumbu fakta. Hal itu karena sajian peliputannya kadang-kadang menampilkan tokoh-tokoh yang riil.

Dalam contoh yang paling ekstrem, Anda menjadi tidak tahu lagi yang mana yang fiksi yang mana yang fakta. Beberapa karakter yang ditemui penulis sebagai diplomat sungguh unik, dramatis hingga tak terpikirkan pernah ada.

Simak saja artikel berjudul ’Harga Desah Dua Waria’ ketika penulis menceritakan detail namun sangat menghibur suka duka dua wanita-pria asal Indonesia yang menjadi korban sindikat perdagangan manusia dan industri syahwat berkebutuhan khusus.

Penulis juga berhasil menyajikan fakta kemanusiaan dengan sangat dramatis saat mengisahkan kisah-kisah menyentuh tentang manusia Indonesia di Rusia yang tercampakkan oleh zaman. Mereka hidup dalam kondisi yang sulit dan dilematis.

Anak-anak bangsa terbaik yang menuntut ilmu di Uni Soviet tiba-tiba tak bisa pulang karena gejolak perubahan rezim. Mereka sangat ingin pulang kampung, tetapi khawatir tidak memiliki penghasilan.

Namun, jika menetap di Rusia, kondisi pendapatan hingga kehidupan pribadi yang dihadapi tak kalah pelik. Padahal mereka telah dimakan usia yang rata-rata telah mencapai di atas 70 tahun.

Harus diakui, M. Aji Surya berhasil membawakan teknik pengisahan suasana demi suasana, membuat pembaca larut dalam kejadian yang tengah dilaporkan. Lebih dari sekadar melaporkan suatu berita secara lengkap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

August 2012
M T W T F S S
« Jun   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: