it’s about all word’s

Rusia (1): teman lama yang setia

Posted on: August 7, 2012

“Rusia? Hati-hati lho! Itu kan negara komunis!” ujar ibu Dirut sebuah penerbitan itu mewanti-wanti mengetahui keberangkatan saya ke Negeri Beruang Merah itu. Persepsi salah? Ah biasa. Mungkin tak melek baca dan mendengar berita sang ibu dirut itu.

Saya hanya menjawab dengan senyum wanti-wanti sang ibu dirut. Persepsi Uni Soviet adalah Rusia dan sebaliknya di kepala orang Indonesia masih umum terjadi meski glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi) sudah digaungkan Mikhail Sergeyevitch Gorbachev.

Kebangkrutan Uni Soviet yang diiringi band cadas asal Jerman, Scorpion dengan tembang Wind of Change seperti terlupakan dan membuat sahabat lama Indonesia itu kurang dilirik dibandingkan Panda China atau Paman Sam yang lebih kerap mencari untung.

Saya beruntung mendapatkan undangan dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam untuk menyambangi Rusia sejak 15-25 Juni. Fokus perjalanan kami adalah mencari tahu bagaimana Rusia sebagai negara mengelola keberagaman agama di negara tersebut.

Hal menarik lain adalah, peserta mendapat kesempatan mencari tahu bagaimana awam dan pemerintah Rusia memandang Indonesia dengan penduduk penganut Islam terbesar sebagai negara demokratis.

Rombongan kami cukup kecil. Terdapat Ketua Umum PB HMI Noer Fajrieansyah, Wasekjen PB HMI, M Chairul Basyar, Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Addin Jauharuddin, Ketua Ekayastra Unmada Putut Prabantoro dan Sekjen Sekjen Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Indonesia Dhika Yudhistira.

Kami datang, sehari setelah kunjungan rombongan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dipimpin Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj ke Moskow dan Republik Tatarstan. Kunjungan Siradj tak sekadar ramah tamah, tapi juga berujung kesepakatan bisnis.

Rusia memang menarik, satu hal yang tak bisa dibantah, Rusia adalah raksasa pewaris Uni Soviet. Hampir separuh wilayah, separuh penduduk dan separuh kekuatan Uni Soviet kini menjadi milik sah Rusia.

Hitung saja berapa besar Rusia jika Soviet memiliki area seluas 22.402.200 km2 atau memiliki seperenam daratan di muka bumi dengan seperempat wilayah berada di Eropa serta menjadi pusat ekonomi dan budaya.

Seperempat wilayah bagian timur Soviet mencakup Asia hingga Samudera Pasifik di sebelah timur dan Afghanistan di sebelah selatan. Uni Soviet membentang sepanjang lebih dari 10.000 km dari timur ke barat dan hampir 7.200 km dari utara ke selatan, melintasi sebelas daerah waktu.

Batas negara Soviet lebih dari 60.000 km, dua pertiganya adalah garis pantai Samudra Arktik. Tetangga mereka adalah Afghanistan, China, Cekoslowakia, Finlandia, Hongaria, Iran, Mongolia, Korea Utara, Norwegia, Polandia, Rumania, dan Turki. Soal keragaman iklim? Uni Soviet memiliki tundra, taiga, stepa, gurun, dan pegunungan.

Setelah pada 7 Februari 1990 Komite Sentral Partai Komunis membubarkan Uni Soviet, wilayah Rusia kini 17.075.400 km², masih dua kali lipat wilayah China, Kanada atau Amerika Serikat.

Dan bukan rahasia lagi, negara-negara pecahan Uni Soviet atau Commonwealth of Independent States (CIS) kini berada di bawah pengaruh Rusia. Jadi, sejatinya, meski ideologi dan nama wilayah berubah, Rusia yang demokratis dan kapitalis yang mendominasi.

Komunisme? Itu romantisme orang-orang tua yang gagal bersaing dengan kencangnya kapitalisme. Mirip romantisme indahnya Orde Lama atau Orde Baru di Indonesia. Komunisme di Rusia sekadar menjadi pin aksesoris yang dijual pedagang kaki lima Moskow atau St Petersburg.

“Harus diakui persepsi orang Rusia masih Indonesia di masa Soekarno. Padahal sejatinya anak-anak muda Rusia penasaran dengan Indonesia saat ini,” ujar Victor Sumsky, Direktur Pusat Asean di kampus Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Moskow.

MGIMO adalah kampus yang menghasilkan diplomat Rusia. Kampusnya di daerah Prospect Vernadskogo mentereng. Mahasiswa dan mahasiswinya yang ayu dan ganteng berdandan rapi dan resmi. Kaos oblong, jeans atau sandal nampaknya diharamkan.

Di meja kerja Victor terhampar berbagai pustaka dan terbitan popular. Mulai dari buku karya Semaun yang dicetak pada 1924, Tan Malaka (1940), Adam Malik (1954) hingga koran dan majalah terbitan Indonesia.

“Saya sangat ingin tahu bagaimana perkembangan bisnis di Indonesia. Apakah negara-negara bagian Indonesia memiliki aturan tersendiri soal bisnis,” tanya si cantik Galina Beltyukova, mahasiswi tingkat magister dengan bahasa Indonesia yang terdengar mirip penyiar berita TVRI di masa 1980-an.

Menurut Victor yang kerap menikmati panasnya matahari Nusantara, Indonesia tak pernah lepas dari pantauan pemerintah dan akademisi Rusia meskipun Indonesia di masa Soeharto pernah melupakan akibat perbedaan ideologi.

Hal senada diungkapkan Alexander Oglubin, ahli sejarah dan bahasa Indonesia Universitas St Petersburg. “Indonesia terlalu kecil untuk diabaikan. Indonesia adalah negara besar meskipun kami hingga kini kesulitan mengakses informasi terbaru tentang Indonesia.

Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, Djauhari Oratmangun justru punya kenangan tersendiri saat bertugas di New York. “Ketika voting soal Timor Timur di PBB, saat negara-negara Barat habis menghantam Indonesia, Rusia tetap ngotot membela Indonesia. Detik terakhir mereka memilih abstain.”

Dia membandingkan dengan sikap Amerika Serikat dan Australia yang memilih menikam Indonesia dari belakang meskipun fakta sejarah menyatakan kedua negara itu merestui aneksasi wilayah jajahan Portugal tersebut pada 1975.

Penanggung Jawab Fungsi Pensosbud KBRI Moskow M Aji Surya menyitir kesetiaan Rusia dalam pertemanan. “Kalau belum ada teman carilah. Kalau sudah dapat pertahankanlah. Teman satu hari ini lebih baik dari 1000 teman esuk hari.”

Penuturan tersebut membuat saya mengerti mengapa Deputi Ketua Dewan Muftis Rusia—semacam MUI–Rushan Abbyasov memilih ditinggal pesawat tujuan ke China demi menyambut kami.

Itu pun masih ditambah jabatan tangan sangat hangat, pelukan dan tempel pipi kiri-kanan, senyum lebar sumringah dengan kata-kata “Spasiba. Matur nuwun.”

*Timoho, 2 Juli 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

August 2012
M T W T F S S
« Jun   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: